DITEMUKAN Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Kalselteng

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 20:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan Layar - Peneliti menunjukkan dua spesies baru katak bertaring hasil temuan di kawasan Pegunungan Meratus, di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng). (ANTARA/HO-BRIN)

Tangkapan Layar - Peneliti menunjukkan dua spesies baru katak bertaring hasil temuan di kawasan Pegunungan Meratus, di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng). (ANTARA/HO-BRIN)

SuarIndonesia — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan dua spesies baru katak bertaring di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) yang berada di kawasan Pegunungan Meratus.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Kalsel Taufik Hidayat dikonfirmasi di Banjarmasin, Jumat (18/7/2025), mengatakan pihaknya telah menerima laporan penemuan dua spesies baru itu, dengan nama resmi Limnonectes Maanyanorum sp.nov. dan Limnonectes Nusantara sp. nov.

Taufik menyebutkan spesies Limnonectes Maanyanorum sp.nov. ditemukan di Gunung Karasik, Kalteng, diberikan nama itu untuk menghormati masyarakat Dayak Maanyan. Sedangkan spesies Limnonectes Nusantara sp. nov. ditemukan di perbatasan Hulu Sungai Selatan (Kecamatan Loksado) dan Banjar (Kecamatan Paramasan), diberikan nama itu untuk menghormati masyarakat Dayak Meratus.

“Peneliti dari BRIN dan universitas dari Jepang melakukan penelitian di Pegunungan Meratus, kami diberikan laporan terkait penemuan dua spesies baru katak bertaring ini,” tutur Taufik dilansir dari ANTARANews.

Menurut dia, temuan spesies baru hayati itu membuktikan bahwa Pegunungan Meratus merupakan warisan berharga yang menyimpan sejuta kekayaan alam, sekaligus menguatkan Pegunungan Meratus yang merupakan bagian dari Geopark Meratus yang saat ini telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia usai ditetapkan menjadi Geopark Global di Prancis pada Juni 2025.

Taufik mengatakan masih banyak kemungkinan spesies baru yang belum pernah ada di Indonesia bahkan di dunia yang sebenarnya ada di kawasan Pegunungan Meratus. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis penelitian seperti yang baru saja dilakukan oleh BRIN.

Baca Juga :   SATU Rumah Satu Sarjana antarkan asa Mengenyam Pendidikan Tinggi

Terkait temuan spesies baru itu, ia mengatakan menjadi keuntungan bagi Kalsel akan semakin dikenal dunia karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang tak terbatas, terlebih Geopark Meratus telah diakui oleh UNESCO.

“Penelitian di Pegunungan Meratus memang memiliki tantangan tersendiri. Ke depan diharapkan ada kerja sama dengan BRIN terkait penelitian seperti ini, kita harus munculkan potensi yang ada,” ujar Taufik.

Sebelumnya, peneliti dari BRIN dan universitas dari Jepang melakukan penelitian di Pegunungan Meratus, yang mana wilayah itu membentang luas dari Kalsel hingga ke perbatasan Kalteng dan Kaltim.

Penelitian itu dipimpin oleh Profesor Riset Bidang Herpetologi Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Amir Hamidy.

Amir mengatakan penemuan ini menjadi kontribusi penting dalam upaya mendokumentasikan keanekaragaman herpetofauna Kalimantan, serta menegaskan peran penting wilayah Pegunungan Meratus dalam konservasi spesies endemik.

Apalagi saat ini, kata dia, kerusakan habitat hingga eksploitasi jenis, perubahan iklim, dan timbulnya penyakit merupakan ancaman terbesar terhadap keberlangsungan hidup amfibi endemik Kalimantan.

Setelah dilakukan cek DNA, BRIN menyatakan katak itu bukan jenis katak biasa karena berbeda dari katak pada umumnya, serta hanya bisa ditemukan di Indonesia. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa
SEORANG PESEPEDA di Kawasan Pelabuhan Trisakti Tewas Dihantam Truk Tronton
DIRESPONS CEPAT Dinas PUPR Perkim Balangan Beberapa Proyek Sorotan
DEWI PUTRI Raih Perunggu Kejurnas Taekwondo U-13 dan U-17 2026
TERCATAT 913 ODGJ di Palangka Raya, Dinsos: ‘Himpitan Ekonomi Picu Gangguan Mental’
DIDUGA! Oknum Pegawai KUA Sampit Bawa Kabur dan Sekap Anak di Bawah Umur
358 JEMAAH HAJI Kalteng Tiba, 2 Masih Dirawat di Arab Saudi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:43

KASUS DUGAAN SUAP: KPK Tahan Bupati Muara Enim dan Tiga Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:08

KRI HIU-634 Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Gubernur Kalsel Mengapresiasi Bank Indonesia dan TNI AL

Senin, 8 Juni 2026 - 23:22

WASPADA BANJIR ROB di Kalimantan 14-25 Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:59

MAJELIS ETIK OMBUDSMAN Berhentikan Hery Susanto tidak dengan Hormat

Senin, 8 Juni 2026 - 22:39

2.834 NARAPIDANA ‘High Risk’ Dipindahkan ke Nusakambangan

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31

MENHAJ: Acuan Kuota Haji 2027 tetap di Angka 221 Ribu Orang

Senin, 8 Juni 2026 - 22:25

DISEPAKATI RUU Polri Atur Usia Pensiun 59 dan 60 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 22:21

BGN Libatkan Pakar Gizi dan Dokter Anak dalam Dewan Pengarah

Berita Terbaru

DP3A P2KB PMD gelar Implementasi Konvensi Hak Anak Wujudkan Sekolah Ramah Anak, berlangsung di Aula Dharma Setya kantor setempat, diikuti para kepala sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA. Rabu (10/6/2026). (SuarIndonesia/Adv)

Advertorial

DP3A P2KB PMD Implementasi KHA Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:10

Aridiwi alias Diwi (36). ditemukan terbujur kakui tak bernyawa di dalam rumah Jalan A Yani 7 Kompleks Mahligai Permai Indah Jalur 12, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Rabu (10/6/2026).  (SuarIndonesia/DO)

Kab. Banjar

SEORANG PRIA Ditemukan Terbujur Kaku Tak Bernyawa

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:56

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca