DISBUDPAR Kotim: Tiwah Harus Dijaga Kelestariannya

- Penulis

Kamis, 16 Mei 2024 - 20:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Ritual Tiwah di Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, (15/5/2024). [ANTARA/HO-Disbudpar Kotim]

Suasana Ritual Tiwah di Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, (15/5/2024). [ANTARA/HO-Disbudpar Kotim]

SuarIndonesia — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Bima Eka Wardhana menyebut ritual Tiwah sebagai kekayaan budaya dan warisan leluhur, khususnya umat Hindu Kaharingan yang perlu dijaga kelestariannya.

“Ritual adat di Kotim ini merupakan kekayaan budaya dan peninggalan leluhur yang perlu dijaga kelestariannya sehingga tidak hilang ditelan zaman,” kata Bima di Sampit, Kamis (16/5/2024).

Bima menyampaikan dirinya baru saja menghadiri salah satu pelaksanaan ritual Tiwah di Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, tepatnya di lapangan SDN 1 Bukit Batu.

Di era globalisasi, saat teknologi semakin berkembang membawa kemudahan akses informasi turut berdampak pada perubahan terhadap kebudayaan manusia. Tak sedikit masyarakat yang meninggalkan gaya hidup yang dianggap ketinggalan zaman, sehingga sedikit demi sedikit warisan leluhur mulai terkikis.

Kondisi ini cukup memprihatinkan, karena pada dasarnya warisan leluhur merupakan kekayaan budaya yang tak ternilai harganya, sekaligus sebagai identitas bagi suatu suku maupun kelompok masyarakat serta bentuk penghormatan kepada leluhur.

Oleh sebab itu, Bima menekankan pentingnya menjaga warisan leluhur, salah satunya ritual Tiwah. Disamping sebagai kekayaan budaya, juga memiliki potensi atau daya tarik wisata yang bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ritual Tiwah ini merupakan salah satu potensi wisata yang perlu dikemas dan dipromosikan dengan baik, sehingga diharapkan bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang menyaksikan,” tuturnya dikutip AntaraNews.

Ia mengapresiasi generasi muda di kalangan umat Hindu Kaharingan yang masih peduli dan memiliki minat yang tinggi dalam menjaga kelestarian ritual Tiwah. Terbukti pada kegiatan yang dilaksanakan di Desa Bukit Batu melibatkan para kaula mudanya.

Baca Juga :   BANDAR NARKOBA Saleh dan Terpidana Nurmadin 'Dideportasi' ke Nusakambangan

“Saya yakin dengan keterlibatan generasi muda ini ritual Tiwah tidak akan luntur ditelan zaman,” ucap Bima.

Kendati demikian, ia tidak memungkiri ritual Tiwah mulai jarang ditemui di Kotim. Menurutnya, hal ini dikarenakan perlu perencanaan dan persiapan yang matang, baik dari segi dana, leluhur yang ditiwahkan, dan lain-lain. Bukan karena ditinggalkan oleh masyarakatnya.

Disebutkan pula, untuk melaksanakan ritual Tiwah memerlukan dana yang tidak sedikit, sehingga untuk efisiensi masyarakat memilih melaksanakan Tiwah secara massal atau sekaligus beberapa leluhur yang telah disepakati untuk ditiwahkan.

Sementara ketika ditanya terkait kemungkinan ritual Tiwah dimasukkan dalam kalender pariwisata, Bima menyebut ritual ini murni dari masyarakat dan berkaitan dengan ajaran agama Hindu Kaharingan, sehingga pihaknya tidak ikut campur dengan menjadikan ritual adat ini sebagai agenda tahunan.

“Di sini kami hanya mencoba mensosialisasikan atau mempromosikan ke masyarakat agar ritual Tiwah bisa diketahui secara luas dan banyak yang menyaksikan,” demikian Bima.

Ritual Tiwah adalah upacara kematian dalam agama Hindu Kaharingan yang dilakukan suku Dayak Ngaju dan sub suku Dayak lainnya di Kalimantan Tengah. Ritual ini bertujuan mengantarkan jiwa atau ruh manusia yang telah meninggal menuju tempat yang kekal abadi.

Ritual Tiwah diberlakukan kepada orang atau anggota keluarga yang telah lama meninggal dan sudah dikubur lama, karena ritual ini membutuhkan tulang belulang dari orang yang telah meninggal. Tulang belulang tersebut kemudian akan diletakkan ke dalam sandung. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”
KPU PALANGKA RAYA Digeledah Terkait Dana Hibah Pilkada 2023-2024
PDU Palangka Raya Ubah Limbah Plastik jadi Paving Block
TIM EKSPEDISI RUPIAN Kalimantan 2026 Dilepas Dankodaeral XIII Bersama KPW BI Kalsel
TIGA PELAKU Pembantaian Ditangkap di Perbatasan Kalteng-Kaltim
KALTENG-KALSEL Bersinergi Pacu Pembangunan Regional dan Nasional
FAIRID: Tak Ada Pemberhentian PPPK
TAK BER-AMDAL Belasan Perusahaan Tambang di Kalsel, Picu Reaksi Keras Pansus III DPRD Cabut Izin Usaha

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

AKSI SOLIDARITAS dan Seruan Hapus Outsourcing, Warnai May Day di Mapolresta Banjarmasin

Selasa, 28 April 2026 - 23:11

KALSEL Kembangkan Porang 127 Hektare untuk Diversifikasi Pangan

Selasa, 28 April 2026 - 17:24

PRAKTIK KENDARAAN Bermuatan Berlebih “Menjadi Momok”,. Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

DIPRIORITASKAN Legislator Balangan Infrastruktur Juai dan Halong

Selasa, 28 April 2026 - 17:11

SEILI, Terdakwa yang Habisi Nyawa Mahasiswi ULM Dituntut 14 Tahun Penjara

Selasa, 28 April 2026 - 16:50

RENOVASI AKSES VITAL Jembatan 1 Juli Kelayan Digagas Polresta Banjarmasin bersama Pemko

Selasa, 28 April 2026 - 01:01

WALI KOTA BANJARMASIN “Angkat Bicara” atas Penetapan Tersangka Kasus Sewa Sewa Komputer Jaringan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca