DINAS Kesehatan Kalbar Cegah Meningkatnya AKI dan AKB

- Penulis

Kamis, 16 Mei 2024 - 20:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Erna Yulianti. [ANTARA/Rendra Oxtora]

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Erna Yulianti. [ANTARA/Rendra Oxtora]

SuarIndonesia — Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Erna Yulianti mengatakan pihaknya memfokuskan pencegahan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dengan memberikan edukasi sejak dini kepada remaja dan ibu muda yang akan melahirkan.

“Edukasi terhadap ibu hamil dan persiapan bagi calon ibu hamil merupakan strategi utama dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir ini,” kata Erna di Pontianak, Kamis (16/5/2024).

Erna menjelaskan, kasus kematian ibu dan bayi di Kalimantan Barat mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, tercatat 135 kasus kematian ibu, meskipun angka ini masih berada di bawah rata-rata nasional sebanyak 183 per 100 ribu kelahiran hidup.

“Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kalbar untuk mencegah kematian ibu akibat komplikasi di masa awal kehamilan,” tuturnya dikutip AntaraNews.

Salah satu langkah edukasi yang diterapkan adalah mengingatkan remaja untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah. Tablet ini penting untuk mempersiapkan remaja perempuan menjadi calon ibu yang sehat dan mencegah anemia.

“Edukasi dari awal sangat penting, termasuk kepada calon ibu dan ibu hamil untuk menjaga kualitas gizi makanan mereka,” katanya.

Ibu hamil dianjurkan untuk memperhatikan komposisi dan kualitas makanan bergizi selama kehamilan. Selain itu, mereka juga diberikan tablet tambah darah untuk mencegah kekurangan zat besi saat melahirkan.

Baca Juga :   REMBUK STUNTING, Optimis Angka dI Banjarmasin Turun

“Kekurangan asupan gizi dan kalori bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah dan risiko stunting,” kata Erna.

Dia menambahkan, Pemerintah saat ini menjadwalkan minimal enam kali pemeriksaan kehamilan bagi ibu hamil untuk mendeteksi tanda-tanda bahaya dan meminimalkan risiko darurat saat persalinan.

“Kami mengingatkan tentang tiga terlambat: terlambat mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan,” katanya.

Dinas Kesehatan Kalbar juga telah melengkapi 14 kabupaten/kota dengan alat USG untuk pemeriksaan awal ibu hamil. Namun, kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan masih rendah karena berbagai faktor seperti akses yang jauh, lupa jadwal kunjungan, dan kesibukan bekerja.

Erna mengimbau kepada dokter, bidan, dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan informasi kepada ibu hamil sejak pemeriksaan awal tentang tanda-tanda bahaya selama kehamilan. “Edukasi yang tepat sejak awal sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menyelamatkan nyawa ibu dan bayi,” tuturnya. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau
POTENSI Karhutla dan Atasi Distribusi BBM, Ini Langkah Telah Dilakukan Polda Kalsel
KALSEL WASPADA, Telah Muncul Ribuan Titik Panas
WN MALAYSIA DITANGKAP Mau Selundupkan 21,49 Kg Sabu
KASUS TAMBANG EMAS ILEGAL: Pabrik PT SJU Disita Bareskrim
WALHI Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan Ruang Hidup Masyarakat Adat
LUNCURKAN Desa Muara Jaya SIPANDAI Perkuat Pelayanan Posyandu Enam SPM
PULUHAN JEMAAT GEREJA Diduga Keracunan Usai Santap Nasi Kotak

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:10

ROY SURYO-TIFA Segera Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jaya

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:41

4 TITIK PANAS Muncul, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Meningkat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:17

TERBONGKAR “Bendahara” Frans Antony, Ratusan Kali Transfer Uang Miliaran Rupiah ke Gembong Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:23

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:06

PENANGKAPAN Roy Suryo dan dr Tifa karena Berkasnya P-21

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Berita Terbaru

Kedatangan jamaah haji Kloter 12 asal Hulu Sungai Selatan di asrama haji Debarkasi Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

HSS

JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba

Minggu, 21 Jun 2026 - 23:00

Bekantan. (Foto: detikcom/Pradita Utama)

Kalsel

BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar

Minggu, 21 Jun 2026 - 22:54

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca