DIHANTUI Empat Buaya, Warga Bangkal Tengah Kabupaten Banjar Takut ke Sungai

- Penulis

Senin, 29 Agustus 2022 - 23:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Dalam sebulan ini, warga di Desa Bangkal Tengah, Tatah Makmur, Kabupaten Banjar yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin tengah dihantui dengan kemunculan dua ekor buaya di sungai atau perairan kawasan itu.

Dikabarkan, buaya tersebut berukuran tiga hingga empat meter dan sering menampakkan diri ketika malam hari.

Bahkan, warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan mencari ikan hingga udang galah di sungai sana tak berani lagi menjalankan aktivitasnya.

Salah satu Rusli, ia mengaku tak bisa lagi memancing udang dan ikan di sungai akibat meeasa takut bila mengingat-ingat buaya muncul.

Ya, ia mengaku sempat melihat buaya itu memangsa ternak bebek milik adiknya.

“Bebek milik adik saya itu ada empat ekor. Tiga di antaranya sudah dimangsa. Tiap malam hilang satu ekor,” ungkapnya saat ditemui awak media di kediamannya, Senin (29/8/2022).

Rusli mengaku lupa, kapan peristiwa terjadi. Tapi seingatnya, kemunculan buaya itu sudah berlangsung selama satu bulan.

Lalu, yang melihat kemunculan buaya itu tidak hanya ia seorang. Tapi, sudah ada banyak warga yang juga pernah melihatnya.

Alhasil, warga, jadi ketakutan menjalankan aktivitas di sungai.

“Rata-rata, warga sini (Bangkal Tebgah) bekerja sebagai petani dan pencari ikan. Maka ketika adanya buaya di sungai, kami jadi khawatir,” jelasnya.

“Kami berharap buaya itu bisa segera ditangkap. Agar kami dan warga lainnya bisa nyaman bekerja seperti biasa,” harapnya.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Darsani. Lelaki 50 tahun itu juga pernah melihat buaya yang dimaksud. Seingatnya, peristiwa itu terjadi pada malam hari. Tepatnya, sepuluh hari yang lalu.

“Buaya itu sedang menyambar bebek. Saya perkirakan, panjang buaya sekitar tiga meter,” ungkapnya.

“Saya panik melihat itu. Ada juga warga lain yang melihat. Seingat saya, buayanya ada dua ekor. Di pinggir sungai seekor dan di tengah sungai seekor,” ungkapnya.

Diakui Darsani, kemunculan buaya di sungai ini sebenarnya tidak pernah terjadi sebelumnya. Dan tentu, setelah kemunculan buaya itu, tak ada lagi warga yang berani beraktivitas di sungai.

“Kalau penampakan buayanya, paling sering mucul malam hari. Kalau siang, tidak pernah terlihat,” tambahnya.

Sementara itu, kabar adanya buaya di kawasan Tatah Bangkal menjadi perhatian Tim Animal Rescue di BPBD Banjarmasin.

Wakil Ketua Tim Animal Rescue, Andy Putera, membenarkan bahwa jumlah buaya yang tampak itu lebih dari seekor.

“Dari informasi yang kami himpun, buayanya ada empat ekor. Dua di Sungai Tatah Bangkal Tengah, dan dua lainnya di muara sungai arah Aluh-aluh. Jenisnya buaya muara,” ungkapnya, Senin (29/8/2022).

Ketika mendapatkan adanya informasi terkait kemunculan buaya itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel.

Namun, lantaran pihak terkait belum bisa merapat ke lokasi dikarenakan masih ada kegiatan di luar daerah, pihaknya pun berinisiatif untuk berangkat.

“Karena posisi kami paling dekat dengan lokasi. Lalu, lantaran sungai yang menjadi lokasi penampakan buaya, itu tembus ke Sungai Kelayan. Tepatnya, ke kawasan Gerilya,” jelasnya.

Baca Juga :   TIGA PROYEK di Kalsel Senilai Rp 54 Miliar Lebih Putus Kontrak Secara Hukum, Pasca OTT KPK

Dikatakan Andy, pihaknya ke lokasi penampakan buaya itu pada Sabtu (27/8/2022) malam. Bersama personel gabungan yakni UPT Damkar Gambut. Total personel berjumlah 14 orang.

“Kami, juga didampingi langsung oleh kepala desa setempat,” tambahnya.

Lantaran sungainya cukup panjang dan lebar, ketika sampai di lokasi, personel dibagi beberapa tim. Dilanjutkan dengan menyisir kawasan sungai, sedari Pukul 20.00 hingga Pukul 24.00 WITA.

Salah satu tim, yakni tim dua, sempat melihat penampakan seekor buaya. Sayang, ketika hendak didekati untuk memasang perangkap, ada perahu mesin yang melintas.

Buaya itu pun lantas kembali menyelam. Dan sesudah itu, buaya tidak muncul-muncul lagi.

Ditambahkan Andy, warga yang tinggal di kawasan sungai cukup was-was dengan adanya penampakan buaya itu. Maklum, lantaran Sungai Tatah Bangkal Tengah, biasa dijadikan tempat warga menjalankan aktivitas.

“Termasuk, sebagai mata pencaharian. Kini, warga di sana secara bergantian juga berjaga-jaga. Karena khawatir, saat air sungai menjadi surut, buaya justru naik ke darat,” tekannya.

Andy juga membenarkan, bahwa kemunculan buaya itu juga menimbulkan kerugian bagi warga. Yakni, terkait ternak bebek yang dimangsa oleh buaya.

Di sisi lain, dari informasi awal yang diterima Tim Animal Rescue Banjarmasin, buaya itu diduga terlepas dari tempat penangkaran.

Namun hingga kini, pihaknya masih menelusuri kebenaran kabar tersebut.

Lantas, apakah ada upaya lanjutan? Andy mengaku ada. Tepatnya, apabila pihaknya mendapatkan laporan atau kabar bahwa buaya itu kembali menampakkan diri.

Dan untuk penyisiran kedua nantinya, pihaknya bakal bergerak bersama BKSDA Kalsel. Dan ada kemungkinan, saat pemantauan dilakukan, lalu lintas perahu akan disetop sementara.

“Informasi yang kami terima pada Minggu (28/8/2022) malam, ada rekan-rekan yang mendengar suara anak buaya dari arah seberang sungai. Sayangnya, kami belum bisa menyeberang karena tak ada perahu,” jelasnya.

“Makanya pada tahap kedua, kami akan meminta akses untuk disediakan kelotok. Agar penyisiran bisa lebih leluasa dilakukan,” tambahnya.

Lebih jauh, disinggung apakah ada kemungkinan buaya justru masuk ke kawasan perairan Sungai Kelayan, Andy mengatakan bahwa kemungkinan itu cukup ada.

“Apa lagi bila air sedang pasang. Anak buaya bisa hanyut ke sini. Makanya, kami juga juga mencari anak-anak buaya itu untuk ditangkap, hingga nantinya dilepasliarkan oleh pihak BKSDA Kalsel,” tekannya.

Selanjutnya, Andy pun mengimbau, bagi warga yang tinggal di sekitar sungai yang menjadi lokasi penampakan buaya, agar kiranya dapat berhati-hati ketika menjalankan aktivitasnya.

“Kalau toh memang melihat buaya, lebih baik menghindar saja. Jangan jadikan tontonan. Karena kebanyakan, biasanya justru dijadikan tontonan,” pungkasnya. (SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TIGA PRIA Diamuk Warga, Diduga Ingin Curi Kabel Telkom di Banua Anyar
BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink
BEM Menuntut Kehadiran Anggota DPR RI Dapil Kalsel
DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah
DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia
DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla
354 JEMAAH HAJI Kloter 11 asal HSU Tiba
AKSI MASSA Tiga Hari Berturut-turut, DPRD Kalsel Janji Senin Mendatang Antar Tuntutan ke DPR RI
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:10

KASUS MBG: Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:18

DIAPRESIASI Pemprov Kalsel Kinerja Aparat Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:04

KASUS MBG, KPK: Sementara tidak Dilanjutkan Penyelidikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:57

KPK: Terjadi Dugaan Pemerasan di Kanim pada Sejumlah Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:48

DATA SENSUS EKONOMI Bukan untuk Kepentingan Pajak

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:43

GERAKAN 7 KAIH Perkuat Pendidikan Karakter Murid SPNF

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:36

DIPERCEPAT Hilirisasi Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare

Berita Terbaru

Banjir yang terjadi di Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Antara/Rendra Oxtora)

Kalbar

BPBD KALBAR: Waspadai Banjir saat Kemarau

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:30

Petugas melepasliarkan orangutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Yayasan BOS)

Kalteng

LIMA ORANGUTAN Dilepasliarkan ke Hutan Kalimantan

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:23

BPDLH dan Tim Norwegia bersama Dishut Kalsel saat mengevaluasi pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan program FOLU Net Sink 2030 di Desa Pasar Batu, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dishut Kalsel)

HST

BPDLH-TIM PMU NC Evaluasi RHL FOLU Net Sink

Jumat, 19 Jun 2026 - 23:15

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca