SuarIndonesia – Investasi besar-besaran bakal digarap di Kalsel pada tahun depan. Jumlah investasi yang direncanakan mencapai ratusan triliun.
Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk menyiapkan karpet merah bagi setiap investor yang akan berinvestasi di banua.
“Kami berharap, investor luar negeri maupun dalam negeri bisa berinvetasi di Kalsel, Pemprov Kalsel akan menyiapkan karpet merah bagi investor, mempermudah perizinan, menyiapkan infrastruktur pendukung,” ucap Roy.
Menurut Roy, ada beberapa strategi yang dijalankan pemprov Kalsel dalam meningkatkan investasi di banua.
Strategi tersebut meliputi perbaikan kemudahan berusaha, eksekusi realiasi investasi besar, mendorong investasi besar bermitra dengan pengusaha nasional di daerah proyek, mendorong peningkatan invetasi dalam negeri/PMDN khususnya UMKM, penyebaran investasi berkualitas, promosi investasi.
Tahun depan direncakan perusahaan Jhonline Gurp akan menambah investasi sebesar Rp2 triliun dari smelter bijih besi.
Selain itu, juga ada rencana dari PT. Enam Sembilan terkait rencana pendirian fasilitas gasifikasi untuk konservasi batu
bara.
Seperti dimethyl ether (DME) kerja sama dengan Air Products & Chemicals. Perkiraan investasi tersebut Mencapai Rp210 Trilyun
(tersebar di Kalimantan, Sumatera, Maluku, dan Papua).
Kemudian, dari PT. Kalimantan Refinery Petrochemical yang saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan / tanah untuk pembangunan kilang minyak bumi. Perkiraan Investasi Mencapai Rp300 triliun.
Berikutnya PT. Pelsart Tambang Kencana yang bencana membangunan tambang emas di kecamatan Sungai Durian dan PT. Qinfa Mining Industry yang mmbangun tambang bawah tanah (underground mining) di kecamatan Sungai Durian, Kelumpang Barat dan Kelumpang Hulu.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Ir. Nafarin, berharap beberapa investasi baik PMA dan PMDN berjalan lancar dan terus menambah catatan yang kian bertambah.
Nafarin berujar, sambil menunggu akhir tahun dan menatap 2022, ada beberapa strategi yang diambil dan dilakukan oleh DPMPTSP Kalsel guna memantapkan investasi.
“Pertama soal promosi investasi Kalsel melalui forum investasi tetap digenjot, melalui tatap muka maupun media sosial dan virtual. Selain itu, DPMPTSP juga akan mengoptimalkan program Kemitraan antara 16 Perusahaan besar dengan UMKM sesuai dengan core bisnis masing-masing, dari kementerian investasi, ” bener Nafarin. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















