SuarIndonesia – Geopark Pegunungan Meratus, kini memasuki evaluasi oleh tim evaluator. Evaluator akan menilai dan mengecek secara langsung geosite yang tersebar di beberapa daerah di Kalsel.
Dua evaluator asing memimpin evaluasi United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tersebut.
Keduanya adalah Tran Tan Van dari Vietnam dan Hiroko Torigoe asal Jepang, keduanya tiba di Kalimantan Selatan sejak Kamis (11/7/2024).
Dua evaluator ini datang bersama observer dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Hanang Samodra, Pusat Survey Geologi Bandung Aries Kusworo, Resident Geologist dari UPN “Veteran” Yogyakarta Joko Seosilo, dan Interpreter dari Kemenparekraf Herlina.

Kehadiran rombongan evaluator disambut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (12/7/2024)
Rombongan tim evaluator akan mengunjungi 17 dari 54 situs Geopark Meratus yang diusulkan dalam dokumen dossier pada Oktober 2023. Kehadiran rombongan evaluator disambut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (12/7/2024).
Sahbirin Noor mengatakan, kunjungan tim evaluator ini merupakan tahapan krusial, ia meyakini usulan Meratus ke dalam bagian UNESCO diterima dengan potensi kekayaan alam yang unik dan langka.
“Evaluasi menuju Unesco Global Geopark yang sedang kita jalani ini merupakan tahapan penting yang harus kita lewati.
Proses ini bukan hanya formalitas, tetapi juga kesempatan bagi kalimantan selatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki warisan alam dan budaya yang layak diakui secara global,” ungkap Paman Birin. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















