DIBEBASKAN Seluruh Sipir dan Pegawai Penjara Ekuador yang Disandera Napi

- Penulis

Senin, 15 Januari 2024 - 01:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semua penjaga penjara dan pegawai administrasi yang disandera oleh narapidana di lembaga pemasyarakatan di seluruh Ekuador kini telah dibebaskan, kata badan penjara nasional pada Sabtu (13/1/2024) malam waktu setempat. [Armed Forces of Ecuador/Handout/Reuters]

Semua penjaga penjara dan pegawai administrasi yang disandera oleh narapidana di lembaga pemasyarakatan di seluruh Ekuador kini telah dibebaskan, kata badan penjara nasional pada Sabtu (13/1/2024) malam waktu setempat. [Armed Forces of Ecuador/Handout/Reuters]

SuarIndonesia — Seluruh sipir dan pegawai administrasi yang disandera oleh narapidana di penjara Ekuador telah dibebaskan pada Sabtu (13/1/2024) malam.

Kendati demikian, pihak otoritas penjara Ekuador SNAI tidak merinci berapa banyak orang yang telah dibebaskan. Mereka hanya mengatakan sipir dan para pegawai itu sedang menjalani pemeriksaan kesehatan dan tengah menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas penyanderaan tersebut.

Namun, pada Sabtu, SNAI sempat menyebut ada 133 sipir dan tiga pegawai administrasi masih ditahan setelah setidaknya 41 orang dibebaskan.

Dikutip dari CNN, Presiden Ekuador Daniel Noboa menyambut baik hal tersebut dan mengucapkan selamat kepada SNAI, angkatan bersenjata, dan kepolisian nasional atas pembebasan mereka.

Kepolisian Nasional Ekuador sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang telah dibebaskan dari penjara di kota Esmeraldas di barat laut Ekuador serta provinsi Tungurahua pada hari Sabtu setelah melalui mediasi oleh gereja Katolik.

Badan tersebut juga melaporkan ada konfrontasi bersenjata di sebuah penjara di wilayah selatan El Oro antara narapidana dan anggota angkatan bersenjata dan kepolisian.

SNAI melaporkan seorang penjaga penjara tewas dilaporkan tewas dan lainnya terluka di fasilitas tersebut. Penyanderaan di penjara-penjara Ekuador terjadi di tengah gelombang kekerasan yang melanda negara itu, termasuk ledakan dan penculikan polisi.

Dalam insiden lainnyanya yang terjadi pada pekan ini, pria bertopeng yang bersenjatakan bahan peledak menyerbu lokasi siaran langsung televisi.

Penyiar televisi Jorge Rendon menggambarkan pengambilalihan tersebut sebagai ‘serangan yang sangat kejam’ dan mengatakan dia mengetahui satu orang yang ditembak dan lainnya terluka oleh para penyerang.

“Situasi ini telah menimbulkan ketakutan bagi warga Ekuador dan negara ini ‘benar-benar mengalami mimpi buruk’,” kata mantan Presiden Rafael Correa dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial.

Ekuador, yang merupakan rumah bagi kepulauan Galapagos dan merupakan negara yang ramah terhadap turis, pernah dikenal sebagai ‘pulau damai’, yang terletak di antara dua produsen kokain terbesar di dunia, Peru dan Kolombia.

Baca Juga :   TAIPEI OPEN 2026: Leo/Daniel Juara Sikat Wakil Malaysia

Namun ketidakstabilan telah meningkat di negara Amerika Latin tersebut selama bertahun-tahun. Pemicu langsung dari insiden terbaru ini adalah kaburnya pemimpin geng terkenal, Adolfo ‘Fito’ Macías, dari penjara di kota Guayaquil baru-baru ini.

Fito merupakan pemimpin Los Choneros, salah satu geng yang paling ditakuti di Ekuador – terkait dengan perdagangan narkoba maritim ke Meksiko dan Amerika Serikat, yang juga bekerja dengan kartel Sinaloa Meksiko dan Front Oliver Sinisterra di Kolombia, menurut pihak berwenang.

Ia dijatuhi hukuman 34 tahun penjara pada tahun 2011 karena kejahatannya, termasuk perdagangan narkoba dan pembunuhan. Keadaan darurat diumumkan setelah pelariannya.

Pasukan keamanan telah berjuang untuk menghadapi geng-geng penjara di dalam fasilitas yang penuh sesak, di mana para narapidana sering kali mengambil alih cabang-cabang lembaga pemasyarakatan dan menjalankan jaringan kriminal dari balik jeruji besi, menurut pihak berwenang.

Pencarian Fito terus berlanjut. Lebih dari 3.000 petugas polisi dan anggota angkatan bersenjata telah dikerahkan untuk menemukannya. Pihak berwenang belum menentukan waktu dan tanggal pasti dia melarikan diri dari penjara.

Sebelum pembunuhannya dalam rapat umum politik di ibu kota Quito pada Agustus lalu, mendiang calon presiden Fernando Villavicencio mengungkapkan bahwa ia telah diancam oleh Fito dan telah diperingatkan agar tidak melanjutkan kampanye politiknya melawan kekerasan geng.

Villavicencio mengatakan negaranya telah menjadi ‘negara narkotika’ dan menjanjikan tindakan keras terhadap kejahatan geng dan korupsi yang telah melanda negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

VICTOR DENMARK OPEN 2026: Fajar/Fikri Juara!
RACE MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara, Rider Aprilia Dominan
FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Juara Lewat Drama Adu Penalti
RACE MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Tempel Jorge Martin, Beda 2 Poin
RACE MotoGP Austria 2026: Kemenangan Perdana Pedro Acosta!
MOTOGP San Marino 2026: Marc Marquez Juara dan Puncaki Klasemen
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas Bertambah 1.280 Orang, 5.260 Masih Hilang
BANJIR Nepal-China: Korban Tewas 919 Orang dan 4.800 Hilang

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca