DIBANGUN Destinasi Wisata Pacuan Balap Kerbau Rawa

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 20:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelesaikan pembangunan lintasan Balap Kerbau Rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), sebagai salah satu destinasi wisata yang menjaga kearifan lokal. (ANTARA/HO-Pemprov Kalsel)

Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelesaikan pembangunan lintasan Balap Kerbau Rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), sebagai salah satu destinasi wisata yang menjaga kearifan lokal. (ANTARA/HO-Pemprov Kalsel)

SuarIndonesia — Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tengah membangun lintasan balap kerbau rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), sebagai salah satu destinasi wisata khas lokal.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, Mugeni, mengatakan, Pemkab Hulu Sungai Utara melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) berencana menggelar agenda Candi Agung Festival pada tahun 2026, dan salah satu kegiatannya utamanya adalah pacuan kerbau rawa.

“Objek wisata kerbau rawa merupakan salah satu destinasi unggulan Kalsel. Pembangunan fisik area balap sudah mulai tahun 2024. Sejumlah fasilitas, termasuk dermaga, toilet umum, gazebo, dan lintasan balap kerbau, serta tempat penonton tengah dikerjakan,” ujar Mugeni di Banjarmasin, Selasa (29/7/2025).

Selain sarana dan prasarana untuk keperluan balapan dan pengunjung, Daspar kalsel juga melakukan penanaman pohon-pohon peneduh guna meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan.

Ia mengakui bahwa masih ada sejumlah fasilitas pendukung yang perlu dibangun pada anggaran mendatang agar kawasan wisata ini semakin representatif.

Mugeni menambahkan, pembangunan ini sejalan dengan konsep 3A dalam pengembangan pariwisata, yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. Ia menekankan pentingnya pengembangan akses menuju lokasi agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Selain akses jalan darat yang cukup jauh dari Jalan Nasional (Jalan A Yani) dan minimnya penunjuk arah, akses air dari Dermaga Danau Panggang ke Desa Bararawa juga harus diperhatikan. Perjalanan sekitar 30 menit menggunakan speedboat atau perahu perlu dipikirkan kenyamanannya, termasuk biaya transportasi bagi wisatawan,” tutur Mugeni dilansir dari ANTARANews.

Mugeni juga menegaskan bahwa pengembangan destinasi ini harus memperhatikan keberlangsungan hidup masyarakat lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga :   DIULTIMATUM ! Gubernur Muhidin Pemegang Izin Pengelolaan Karbon

“Transportasi massal berbasis air yang mungkin dikembangkan tidak boleh mematikan usaha masyarakat, seperti pemilik speedboat dan kapal tradisional. Selain itu, habitat kerbau rawa dan ikan-ikan yang berkembang biak secara alami di rawa juga harus dijaga kelestariannya,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa semua aktivitas wisata di kawasan tersebut harus mengikuti peraturan perundang-undangan, baik dari sisi keselamatan di perairan maupun aturan yang berlaku di kawasan hutan.

Dengan pembangunan fasilitas dan perencanaan yang matang, diharapkan pacuan kerbau rawa dapat kembali menjadi daya tarik utama pariwisata Hulu Sungai Utara yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PRIA Disergap Polisi di Kawasan Kelayan A Banjarmasin Selatan
RUMAH PENGEDAR Digeledah, Polisi Sita Enam Paket Sabu
LANJUTKAN Penanganan Karhutla dengan Surfaktan dan Water Bombing di Kabupaten Banjar
BURUH BANGUNAN TEWAS, Tubuhnya Ditemukan Dalam Air di Bawah Proyek Padel
HUJAN TURUN, Paman Birin Ajak Peserta Pra Kongres KBB ll Sadunia Sujud Syukur
POLISI Peduli Pendidikan, Tanamkan Keberanian dan Cegah Bullying
PERSONEL KPL Banjarmasin Mengurai Kepadatan Kendaraan, Keselamatan sebagai Prioritas
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18