SuarIndonesia — Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menganggarkan puluhan miliar untuk insentif untuk kesejahteraan para guru ngaji dan petugas masjid atau marbot.
“Bahkan pada APBD 2026 kita usulkan sebesar Rp52 miliar untuk insentif para ustadz dan ustadzah serta marbot,” ujar Kepala Bagian Kesra Kota Banjarmasin, Juli Khair di Banjarmasin, Selasa (25/11/2025).
Menurut dia, usulan besaran anggaran tersebut berkaitan dengan rencana dinaikkannya kesejahteraan mereka, yakni dari Rp400 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan.
Dia pun berharap, usulan anggaran tersebut dapat disetujui pada rancangan APBD 2026 yang sedang di bahas di gedung dewan, hingga pembayaran bagi mereka bisa penuh selama setahun.
Karena pada tahun ini, ungkap dia, dengan pemangkasan anggaran yang awalnya Rp19 miliar menjadi Rp10 miliar, hingga hanya tujuh bulan bisa dibayarkan.
Adapun jumlah keseluruhan marbot dan guru ngaji yang masuk data penerima insentif dari pemerintah kota melalui dana hibah, yakni sebanyak 424 orang.
Menurut Juli, jumlah guru ngaji dan marbot penerima insentif ini selalu dilakukan pendataan ulang atau pembaharuan setiap awal tahun agar tepat sasaran.
“Selalu ada update data di awal tahun, biasanya Januari atau Februari,” kata Juli, dilansir dari AntaraNews.
Skema pembayaran tetap dilakukan per triwulan. Artinya, jika tak ada penambahan anggaran, honor triwulan terakhir baru cair pada Oktober, sekaligus menjadi periode pembayaran terakhir di tahun itu.
“Moga semuanya berjalan lancar, ini sebagai perhatian pemerintah bagi guru ngaji dan marbot untuk memberikan kesejahteraan mereka,” ujarnya. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















