Cara Efektif untuk Lolos SKB CPNS

- Penulis

Rabu, 5 Desember 2018 - 15:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 telah memasuki tahapan akhir yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Fase tes SKB CPNS ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3 hingga 12 Desember 2018.

Berbeda dengan tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), setiap CPNS tidak akan mendapat soal ujian yang sama. Soal ujian yang didapatkan menyesuaikan formasi atau jabatan yang dilamar.

Nantinya, nilai yang didapat pada SKD dan SKB akan diakumulasi sesuai peraturan yang berlaku. Tahun ini sebanyak 51.271 formasi disediakan di 76 kementerian/lembaga. Sementara itu, sisanya sebanyak 186.744 posisi CPNS ada di 525 instansi daerah.

CNNIndonesia.com merangkum hal-hal yang perlu diketahui sebelum menghadapi soal dan tes SKB CPNS dari kicauan akun resmi BKN @BKNgoid.

1. Kenali Jenis-jenis Ujian dalam SKB

Secara garis besar, Peraturan Kemenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 menyebut ada delapan jenis dalam SKB, yaitu computer assisted test (CAT), tes potensi akademik, tes praktik kerja, tes bahasa asing, tes fisik atau kesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa, dan/atau wawancara.

Setiap formasi akan dihadapkan dengan jenis ujian berbeda. Umumnya, pelamar akan dihadapkan dengan ujian CAT dengan soal-soal seputar bidang yang dilamar.

Namun, beberapa formasi tidak menghadapi ujian CAT. Misalnya formasi penjaga tahanan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang harus melewati uji fisik atau kesamaptaan. Atau, untuk formasi di Basarnas yang mewajibkan tes keahlian berenang.

Daftar ujian yang dilalui setiap formasi bisa dilihat dari dokumen pedoman Seleksi CPNS 2018 yang ada di setiap situs resmi kementerian atau lembaga.

2. Pahami Jabatan yang Dilamar

Dengan mengetahui jabatan yang dilamar, pelamar bisa mendapat kisi-kisi soal yang akan dihadapi dalam CAT.

Formasi atau jabatan CPNS terbagi menjadi dua, yakni Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Jabatan Pelaksana (JP). Pelamar harus mengetahui apakah formasi yang ia lamar termasuk dalam kategori JFT atau JP.

Baca Juga :   DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Formasi yang termasuk JP di antaranya petugas teknologi informatika, pranata pemadam kebakaran, serta analis humas dan protokol. Sementara yang termasuk JFT ialah teknisi penerbangan, dokter, dan guru.

Pelamar bisa mengakses situs Kemenpan RB jika formasi yang dilamar termasuk JFT. Dalam situs itu terdapat Permenpan RB terkait formasi. Materi SKB akan berkutat pada peraturan tersebut.

Jika formasi yang dilamar termasuk dalam JP, pelamar bisa mengakses Permenpan RB Nomor 25 tahun 2016 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana. Di sana dijelaskan secara rinci tugas pokok dan fungsi masing-masing formasi. Bisa menjadi rujukan soal yang akan dihadapi.

3. Ketahui Jadwal dan Datang Tepat Waktu

Kepala Sub Bagian Hubungan Media dan Antarlembaga BKN Diah Eka Palupi mengatakan pelamar harus datang 60 menit sebelum ujian dimulai.

Waktu dan lokasi ujian SKB CPNS terdapat dalam dokumen pedoman Seleksi CPNS 2018 yang ada di setiap situs resmi kementerian atau lembaga.

Datang tepat waktu diperlukan lantaran sebelum ujian pelamar harus melalui beberapa tahap administrasi.

Ada proses absensi, penyimpanan barang bawaan, dan pengecekan identitas. Selain itu datang tepat waktu diperlukan untuk membangun kesiapan mental.

“Persiapan fisik dan mental, datang ke lokasi tepat waktu, itu sangat pengaruh. Dengan waktu yang tidak terlambat otomatis tidak buru-buru,” ucapnya kepada CNNIndonesia.com di Kantor BKN.(CNNIndonesia/RA)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan
11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA
KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR
KASUS KORUPSI BNPB: KPK Ungkap Isi Surat untuk Panglima TNI
KEBUT REGULASI Perlindungan Pekerja Tekan Lonjakan PHK, dI Kalsel Menembus Angka 3.444 Kasus
LEMBAGA INTERNASIONAL “UCSZOO” Apresiasi Polda Kalsel Jaga Trenggiling dari Kepunahan
10 PROVINSI Diujicobakan MBG Prasmanan
98 KASUS KARHUTLA Korporasi Naik ke Penyidikan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:16

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:56

TREN PERKELAHIAN, Siswa SMP di Banjarmasin Berurusan dengan Polisi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:40

BONGKAR Empat Kasus BBM Ilegal, Modus Tangki Kendaraan Dimodifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:32

KAGET ! Sang Ayah Temukan Anaknya Bunuh Diri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:23

KASUS KORUPSI PAJAK KPP Banjarmasin: KPK Periksa Direktur PT SDJ dan PT TBR

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59

DIAMANKAN Dua Pria dengan Ratusan Butir Obat dan Sajam, Hasil KRYD Dipimpin Kapolresta Banjarmasin

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:13

DUKA SELIMUTI Relawan Bertugas Padamkan Karhutla di Kalsel

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:44

KEBAKARAN di Jalan Belitung Darat, Penghuni Rumah Berlarian Selamatkan Diri

Berita Terbaru


Personel Lanud Sjamsudin Noor menurunkan dry ice yang dibawa Pesawat TNI AU. (Foto: HO-Antara)

Kalsel

1,2 TON DRY ICE untuk Modifikasi Cuaca Kalimantan

Kamis, 22 Okt 2026 - 00:16

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam. (Foto: Antara/Maria C Galuh)

Bisnis

HARGA BBM Subsidi tak Naik hingga Akhir Tahun 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:09

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Suyudi Ario Seto menjawab pertanyaan wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam. (Foto: Antara/Prisca Triferna)

Hukum

11 KORPORASI Tersangka Karhutla, Termasuk 3 PMA

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:03

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca