BUKU KHAZANAH Arsitektur Dayak Angkat Potensi Heritage Kalimantan

- Penulis

Minggu, 13 Oktober 2024 - 20:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Perjalanan Mengenal Borneo batch #1 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Dana Indonesiana, serta LPDP, meluncurkan buku Khazanah Arsitektur Dayak yang menyoroti kekayaan arsitektur tradisional suku Dayak di Rumah Betang Nek Bindang, Kabupaten Sanggau, Minggu (13/10/2024). (ANTARA/Rendra Oxtora)

Tim Perjalanan Mengenal Borneo batch #1 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Dana Indonesiana, serta LPDP, meluncurkan buku Khazanah Arsitektur Dayak yang menyoroti kekayaan arsitektur tradisional suku Dayak di Rumah Betang Nek Bindang, Kabupaten Sanggau, Minggu (13/10/2024). (ANTARA/Rendra Oxtora)

SuarIndonesia — Tim Perjalanan Mengenal Borneo batch #1 yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Dana Indonesiana, serta LPDP, meluncurkan buku Khazanah Arsitektur Dayak yang menyoroti kekayaan arsitektur tradisional suku Dayak di Kalimantan.

“Peluncuran buku buku Khazanah Arsitektur Dayak ini kita laksanakan berbarengan dengan tiga agenda utama, yakni peluncuran buku Khazanah Arsitektur Dayak, diskusi dialog bertajuk Masa Depan Heritage di Kalimantan Barat, serta Heritage Booth Camp di Rumah Betang Nek Bindang, Kabupaten Sanggau,” kata salah satu anggota tim perjalanan mengenal Borneo, Arniyanti di Kabupaten Sanggau, dikutip dari Antara, Minggu (13/10/2024).

Tim Perjalanan Mengenal Borneo batch #1 meluncurkan buku Khazanah Arsitektur Dayak di Rumah Betang Nek Bindang, Kabupaten Sanggau, Minggu (13/10/2024). (ANTARA/Rendra Oxtora)

Dia mengatakan, peluncuran buku Khazanah Arsitektur Dayak akan menyoroti kekayaan arsitektur tradisional suku Dayak. Buku ini mengkaji 11 rumah betang di Kalimantan yang dipilih berdasarkan keaslian, umur, dan keunikan arsitekturnya.

Dalam peluncuran ini, kontributor yang terlibat dalam penulisan akan memaparkan karya mereka, disusul dengan tanggapan dari sejumlah ahli, seperti Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Yori Antar dari Uma Nusantara, serta Valentinus Pebriano dari Universitas Tanjungpura.

Diskusi mengenai masa depan heritage di Kalimantan Barat akan menghadirkan tiga tema penting, yaitu aksi regulasi yang sedang berjalan, langkah yang perlu dilakukan, dan kebutuhan masyarakat lokal dalam menjaga warisan budaya.

Diskusi itu dipandu oleh Yeni Mada dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan melibatkan para ahli, termasuk M. Andri WP dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XII Kalimantan Barat, Valentinus Pebriano, serta Herman, pemuda dari Desa Balai Belungai.

Baca Juga :   DUA PENDULANG EMAS Tewas Tertimbun Pasir

“Selain itu, Heritage Booth Camp akan mengajak para partisipan untuk mengeksplorasi secara langsung Rumah Betang Nek Bindang di Desa Balai Belungai, Kecamatan Soba, Kabupaten Sanggau. Peserta akan tinggal dan merasakan kehidupan di dalam rumah adat yang juga menjadi salah satu objek yang didokumentasikan dalam buku Khazanah Arsitektur Dayak,” tuturnya.

Di tempat yang sama, penyusun buku ini, Yoris Mageda, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan buku tersebut, termasuk 11 kontributor yang berasal dari seluruh wilayah Kalimantan.

Yoris mengungkapkan harapannya agar peluncuran buku ini bisa memicu gerakan serupa untuk lebih mendokumentasikan warisan budaya di Kalimantan.

“Literatur dan inventarisasi kebudayaan kita masih sangat minim, khususnya di Kalimantan. Kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk membangun fondasi agar pengetahuan lokal bisa berkembang lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Dalam rangkaian kegiatan ini, Yoris juga menegaskan pentingnya dokumentasi dan literasi budaya sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada, sekaligus memberi kesempatan generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian kebudayaan melalui berbagai bentuk aksi.

“Kegiatan diseminasi ini diharapkan dapat membuka cakrawala baru tentang pentingnya pelestarian warisan budaya dan mendorong partisipasi berbagai pihak untuk terus mendokumentasikan dan mengembangkan khazanah budaya yang ada di Kalimantan Barat,” katanya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar
BKSDA-YIARI Translokasikan Orang Utan
KARANTINA KALBAR Cegah Perdagangan Satwa Liar di Perbatasan
4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal
RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:57

SEORANG PEMAIN FUTSAL Berbakat Banjarmasin Terjun dari Atas Jembatan Basirih, Ini Gegaranya

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02

KELOTOK Sembako Karam, Tiga Penumpang Selamat

Senin, 11 Mei 2026 - 21:31

BERI EFEK JERA Para Balap Liar, Polresta Banjarmasin Sanks Tilang Tiga Bulan

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:51

IB AR RAHMAN Bank Kalsel Syariah, Solusi Miliki Kendaraan dengan Akad Syariah

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:49

POTENSI Transaksi Devisa Rp400 Triliun, Jamkrida Siap Masuk Sekema Dukungan Bank Kalsel

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:45

BANK KALSEL Buka Kantor Kas di MPP Tanah Bumbu, Perluas Akses Layanan Masyarakat

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:39

BANK KALSEL Mengajar, Ajak Pelajar Melek Finansial Sejak

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:10

PULUHAN ANGGOTA DPRD Kalsel Hadiri Silaturahmi Akbar KBB Jabodetabek

Berita Terbaru

Kondisi ruas jalan nasional penghubung Kecamatan Lokpaikat menuju Kecamatan Piani yang terendam banjir di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin (11/05/2026). (Foto: Antara/M Rastaferian Pasya)

Kalsel

BANJIR Lumpuhkan Akses Delapan Desa

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:33

Petugas Tim Gabungan melakukan evakuasi sebuah perahu bermesin atau kelotok pedagang yang karam di DAS Kapuas, Senin (11/5/2026) pagi. (Foto: BPBD Kapuas)

Kalteng

KELOTOK Sembako Karam, Tiga Penumpang Selamat

Senin, 11 Mei 2026 - 23:02

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca