BMKG Edukasi Masyarakat Siaga Kondisi Cuaca

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 21:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Kalsel edukasi masyarakat siapsiaga kondisi cuaca. (Foto: Dok Pemprov Kalsel)

BMKG Kalsel edukasi masyarakat siapsiaga kondisi cuaca. (Foto: Dok Pemprov Kalsel)

SuarIndonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Selatan mengedukasi, meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan adaptif masyarakat terhadap kondisi cuaca, melalui kegiatan Masyarakat Indonesia Siaga dan Adaptif Informasi Cuaca (MOSAIC) Tahun 2025.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Ota Welly Jenni Thalo, menjelaskan, MOSAIC merupakan program edukasi yang bertujuan membangun masyarakat yang tanggap dan mampu merespon informasi cuaca secara tepat.

“Tidak hanya menyampaikan prakiraan cuaca, tetapi juga mempersiapkan publik dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk mengajak publik lebih memahami informasi cuaca serta dampaknya,” katanya di Banjarbaru, Rabu (26/11/2025).

Dia mengatakan kegiatan itu bertujuan agar masyarakat Indonesia siaga dan adaptif terhadap informasi cuaca.

“Tujuannya adalah peningkatan pemahaman informasi cuaca sekaligus meminimalisir dampak hidrometeorologi. Ke depan, bukan hanya hujan atau suhu yang kami sampaikan, tetapi juga informasi berbasis dampak serta bagaimana seharusnya respon masyarakat,” ujar Ota.

Menurutnya, Kalimantan Selatan telah memasuki puncak musim hujan pada periode November hingga Februari, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Salah satu dampak yang paling berpotensi terjadi ialah banjir, terutama pada kawasan dengan karakteristik wilayah yang didominasi aliran sungai dan tanah yang mulai jenuh air.

“Wilayah kita dikenal dengan seribu sungai. Dengan kondisi tanah yang jenuh, hujan intensitas rendah hingga sedang pun bisa menyebabkan genangan. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun lereng harus lebih waspada,” ujarnya.

Baca Juga :   MATI MASSAL 5.000 Ekor Ayam Dampak Pemadaman Listrik, Begini Respon PLN Barabai Kota

BMKG juga mengingatkan pengalaman banjir besar pada 2021 akibat fenomena siklon tropis, yang menjadi pelajaran penting terkait pentingnya kesiapsiagaan berbasis informasi cuaca.

Ota menegaskan, penyebaran informasi cuaca berbasis dampak tidak dapat berjalan sendiri. BMKG bekerja sama dengan berbagai stakeholder, mulai dari instansi kelautan, KSOP, Disnav, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai garda terdepan penyebarluasan informasi ke masyarakat.

“Kolaborasi ini berperan penting. BMKG mengeluarkan informasi, BPBD dan instansi terkait meneruskannya hingga ke tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Kami juga ingin melihat respon masyarakat; apakah ketika ada potensi banjir masyarakat bersiap mengungsi, menjauh dari kawasan rawan, dan mengambil langkah mitigatif,” kata Ota, dilansir dari AntaraNews.

Program MOSAIC diharapkan menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat terhadap informasi cuaca tidak hanya mengetahui, tetapi memahami dan bertindak cepat untuk mengurangi risiko bencana.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis BMKG dalam mendorong terwujudnya masyarakat Kalimantan Selatan yang lebih tanggap bencana, khususnya menghadapi musim hujan yang sedang berada di puncaknya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel
BPBD Kalsel: Lahan Terdampak Karhutla Seluas 9.088,75 Hektare
10 PENERBANGAN di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak Asap
DIBANTU Pendanaan Pribadi H. Isam Penanganan Karhutla di Kalsel 100 Unit Pompa Air dan Dana Operasional 7,6 Miliar
“NGLURUK MASSA” ke Balai Kota Banjarmasin Menagih Janji Terkait Pengelolaan Kawasan Makam Sultan Suriansyah
POLSEK Banjarmasin Utara Bagikan 500 Masker Dampak Kabut Asap Karhutla
INTENSIFKAN Patroli Cegah Karhutla Kalsel Meluas
PADAMKAN Karhutla Gunakan Tandon Lipat Portabel Tampung Air

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:46

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:38

DIBONGKAR Sindikat Penyelundupan Emas Ilegal ke Hong Kong

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:32

27.485 SPPG Diaudit dan 463 Dapur MBG Dibekukan Sementara

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:23

DIBANTU Pendanaan Pribadi H. Isam Penanganan Karhutla di Kalsel 100 Unit Pompa Air dan Dana Operasional 7,6 Miliar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:34

MENHUT: Penegakan Hukum Terkait Karhutla tak Pandang Bulu

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:36

KASUS Febrie Adriansyah: LPSK Beri Pelindungan kepada Saksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:01

KARHUTLA: Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:10

DISEBUTKAN Penyebab Karhutla di Kalsel karena Aktivitas Manusia

Berita Terbaru

Nasional

TERBAKAR Mobil Pick up Bermuatan 10 Jerigen Solar

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:46

Kalsel

KEPEDULIAN Anggota Partai UMMAT Kalsel

Rabu, 26 Agu 2026 - 21:37

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca