BKSDA KALBAR Pantau Aktivitas Orang Utan di Kayong Utara

- Penulis

Selasa, 14 Mei 2024 - 21:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WRU SKW I Ketapang melakukan groundcheck di lokasi munculnya orangnya di kawasan tersebut. [ANTARA/BKSDA Kalbar]

WRU SKW I Ketapang melakukan groundcheck di lokasi munculnya orangnya di kawasan tersebut. [ANTARA/BKSDA Kalbar]

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menempatkan petugas tim Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW I Ketapang untuk mengkoordinir pemantauan aktivitas orang utan di lapangan, terlebih yang memasuki area warga.

“Langkah awal yang dilakukan oleh tim di lapangan saat ini adalah dengan menempatkan petugas dari tim WRU SKW I Ketapang untuk mengkoordinir pemantauan aktivitas di lapangan,” ujar Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, RM Wiwied Widodo di Pontianak, Selasa (14/5/2024).

Widodo juga menginstruksikan kepada timnya untuk selalu berkoordinasi dengan Balai TN Gunung Palung, aparat desa dan warga untuk membantu pemantauan dan pengamanan aktivitas masyarakat apabila terjadi interaksi negatif satwa.

Dikutip AntaraNews, BKSDA Kalbar akan melakukan kajian habitat di sekitar tempat dijumpainya orang utan termasuk lokasi konsesi perkebunan maupun Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan orang utan.

Pihaknya juga akan menyiapkan upaya penyelamatan satwa dengan evakuasi dan pelepasan jika diperlukan, serta akan terus memantau dan melakukan penghaluan kembali di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

“Kita juga akan terus memonitor dan melakukan penghaluan kembali ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung, jika ada evakuasi, nantinya akan dilepas lagi ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung oleh tim WRU BKSDA Kalbar dan tim WRU BTN Gn. Palung,” katanya.

Hal ini berkaitan dengan beredarnya informasi kemunculan orang utan di jalan nasional yang menghubungkan antara Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara pada tanggal 12 Mei 2024. Tim WRU Balai KSDA Kalbar melalui SKW I Ketapang segera menindaklanjuti dengan menelusuri kebenaran dari informasi tersebut.

Baca Juga :   KJRI KUCHING Tangani 4.000 WNI Nonprosedural

Pada hari Senin, 13 Mei 2024, tim SKW I Ketapang melakukan groundcheck ke lokasi kemunculan orang utan tersebut, serta mencari informasi terkait kebenaran berita kepada Kepala Desa Riam Berasap Jaya dan masyarakat setempat. Dari informasi yang diperoleh di lapangan, orang utan yang diberitakan berada di tepian jalan raya tersebut berasal dari dalam kebun salah satu masyarakat.

Warga setempat yang juga merupakan mitra YIARI, yakni Ansol mengatakan ketika dirinya sedang melakukan pemantauan orang utan di Desa Riam Berasap dan sekitarnya. Dia melihat orang utan sedang memakan umbut kelapa milik masyarakat.

Ansol mencoba menghalau agar kembali ke kawasan hutan dengan bunyi-bunyian sehingga membuat orang utan panik.

Orang utan tersebut tidak menjauhi kebun masyarakat akan tetapi mengikuti Asnol hingga ke tepi jalan raya. Pada saat itu Ansol pun mengambil dokumentasi ketika orang utan sedang di tepi jalan raya.

Orang utan tersebut terus mengikuti Ansol hanya sampai di tepian jalan raya saja dan setelah itu pergi menjauhi kebun milik masyarakat.

Hasil groundcheck yang dilakukan oleh BKSDA, diketahui bahwa orang utan yang ramai diberitakan tidak terpantau saat tim berada di lokasi kejadian. Demikian juga dengan sarang ataupun bekas sarang orang utan di sekitar lokasi kejadian.

Tim SKW I Ketapang bersama-sama kepala desa dan masyarakat setempat juga melakukan pengecekan ke beberapa lokasi dan kebun masyarakat sekitar. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga
DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal
RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda
20 PERSONEL Tim SAR Dikerahkan Cari Helikopter Hilang di Sekadau
KASUS VIDEO PORNO Sambas: Si Biduan Bertato dan 3 Orang Diperiksa
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
PUTUSAN UNIK, Hakim PN Mempawah Hukum Terdakwa Berlebaran ke Rumah Korban

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:31

HARI PERTAMA UTBK-SNBT, Ditemukan Sejumlah Praktik Curang

Senin, 20 April 2026 - 18:24

DIGREBEK MENTERI LH, Hanif Faisol Dua Pasar di Martapura Kabupaten Banjar

Minggu, 19 April 2026 - 00:21

TIM SAR Gabungan Masih “Berjibaku” Pencarian Remaja Tenggelam di Sungai Martapura

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:09

PRESIDEN Terbitkan Tiga Regulasi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 20:41

TANGANI KBGO, Kemkomdigi Ketatkan Pengawasan Platform Digital

Kamis, 16 April 2026 - 19:45

LULUSAN SR Dijanjikan Beasiwa dan Peluang Kerja

Berita Terbaru

Massa aksi 21 April tiba di Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: detikKalimantan/Riani Rahayu)

Headline

GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!

Selasa, 21 Apr 2026 - 22:21

Kendaraan yang digunakan untuk uji jalan B50 yang terparkir di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). (Antara/Putu I Savitri)

Bisnis

MULAI Juli, B50 Diterapkan Serentak untuk Semua Sektor

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:37

Ketua Umum Tim SNPMB 2026 Eduart Wolok (kanan) dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri) saat meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) hari pertama di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (21/4/2026). (UNJ)

Nasional

HARI PERTAMA UTBK-SNBT, Ditemukan Sejumlah Praktik Curang

Selasa, 21 Apr 2026 - 21:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca