BC Perketat Pengawasan Impor di Perbatasan Jagoi Babang

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025 - 20:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLBN Jagoi Babang, Bengkayang Kalimantan Barat, Senin (28/7/2025). (ANTARA/Narwati)

PLBN Jagoi Babang, Bengkayang Kalimantan Barat, Senin (28/7/2025). (ANTARA/Narwati)

SuarIndonesia — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Jagoi Babang Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), memperkuat pengawasan terhadap aktivitas impor di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pemeriksa Bea dan Cukai KPPBC TMP C Jagoi Babang, Gumilar Mochamad Luthfi di Bengkayang, Senin (28/7/2025), mengatakan langkah tersebut dinilai efektif dalam menjaga kepatuhan pelaku usaha dan mendorong peningkatan penerimaan negara, khususnya dari sektor energi.

“Pengawasan menjadi kunci utama untuk memastikan seluruh aktivitas impor berjalan sesuai aturan. Terlebih untuk komoditas strategis seperti impor listrik oleh PT PLN dari Malaysia,” ujarnya.

Ia mengatakan pengawasan dilakukan secara ketat untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, serta menghindari potensi pelanggaran kepabeanan dan perpajakan. Upaya ini juga berperan besar dalam menjaga kinerja penerimaan negara dari sektor lintas batas.

Gumilar menyebut bahwa impor listrik oleh PT PLN melalui perbatasan Jagoi Babang merupakan salah satu kegiatan yang diawasi secara intensif. Selain menyokong kebutuhan energi di wilayah perbatasan, aktivitas ini juga menjadi sumber penerimaan negara.

“Bea Cukai memastikan seluruh proses impor, termasuk pembayaran bea masuk dan pajak, dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Ini juga bagian dari penguatan tata kelola impor yang akuntabel,” ujarnya.

Berdasarkan data KPPBC Jagoi Babang, penerimaan negara dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) hingga Mei 2025 tercatat mencapai Rp62,43 miliar, terdiri dari PPN sebesar Rp50,87 miliar dan PPh sebesar Rp11,56 miliar.

Baca Juga :   KEJAGUNG Usut Dugaan Korupsi Penyaluran Subsidi Beras

Peningkatan penerimaan ini disebut sebagai hasil nyata dari kombinasi pengawasan yang efektif dan sinergi antarinstansi dalam mendorong kepatuhan pelaku usaha di wilayah perbatasan.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta memberikan edukasi kepada pelaku usaha agar tetap patuh terhadap ketentuan impor dan perpajakan,” kata Gumilar, dilansir ANTARANews.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah dalam menjaga stabilitas dan keamanan jalur perdagangan lintas batas.

Selain menjaga penerimaan negara, kata dia, pengawasan yang ketat juga bertujuan menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

“Semua ini untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah dan mewujudkan perbatasan sebagai beranda depan negara yang tertib, produktif, dan berkontribusi,” ujarnya. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie
KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi
KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar
PERKARA Eks Kajari HSU, Kesaksian dari Ajudan Sekaligus Staf Terungkap “Kode Blibis”
USAI PESTA MIRAS Teman Sesama Mabuk Ditikam
TIGA PELAKU UTAMA Kasus Pembunuhan Polisi Digiring ke Palangka Raya
KEJAGUNG Terbitkan Sprindik 3 Kasus Korupsi eks Jampidsus
DIBEKUK! Akuntan Gelapkan Dana Perusahaan Rp 935 Juta untuk Judol

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:56

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:52

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:29

PENGUMUMAN Hasil Seleksi SPMB SNT 3 Agustus 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:19

SEPAKATI Banggar DPRD Kalsel dan TAPD Pendapatan Daerah 2027 Sebesar 8 Triliun

Berita Terbaru

Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi (kedua dari kanan) dan para komisioner Komisi Kejaksaan RI memantau langsung penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: HO-Komisi Kejaksaan RI)

Hukum

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:05


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri M)

Nasional

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:56

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca