CEGAH KARHUTLA, Petani Diimbau Buka Lahan Secara Manual

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Helikopter pengebom air memadamkan titik kebakaran lahan di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Foto: Antara)

Foto Ilustrasi - Helikopter pengebom air memadamkan titik kebakaran lahan di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Foto: Antara)

SuarIndonesia — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengimbau petani membuka lahan secara manual dengan mengoptimalkan alat pertanian yang tersedia untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau panjang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Rabu (19/8/2026), mengatakan pembukaan lahan tidak perlu dilakukan dengan cara membakar karena petani dapat memanfaatkan berbagai peralatan pertanian yang tersedia untuk mengelola lahan secara manual tanpa meningkatkan risiko kebakaran.

“Gunakan cara manual. Alat kita sudah banyak untuk pengelolaan lahan, jadi tidak boleh lagi dibakar,” tutur Syamsir Rahman dilansir dari Antara.

Dia mengatakan kemarau panjang menyebabkan kegiatan penanaman padi belum berlangsung secara masif karena keterbatasan air, meskipun sejumlah petani masih dapat melakukan penanaman secara terbatas dengan memanfaatkan sumur bor, sumur pantek, maupun akses terhadap sumber air sungai.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena keberlanjutan kegiatan pertanian tetap diperlukan untuk menjaga produksi dan ketersediaan pangan, terutama dengan memastikan petani dapat kembali mempercepat penanaman ketika curah hujan mulai meningkat.

Ia menegaskan ketersediaan kebutuhan pokok di Kalsel masih dalam kondisi aman, namun pemerintah setempat terus melakukan langkah untuk menjaga pasokan pangan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok masyarakat selama kemarau berlangsung.

Baca Juga :   DISHUT Kalsel Tambah Sarana Penanganan Karhutla di Tahura Sultan Adam

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar DPKP Kalsel dengan dukungan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terjangkau masyarakat di tengah kemarau.

Dalam kegiatan tersebut DPKP Kalsel bersama Perum Bulog menyediakan sejumlah kebutuhan pangan dan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memberikan ruang pemasaran bagi pelaku usaha.

Ia mengatakan pemerintah akan terus memantau kondisi pangan selama musim kering dan menyiapkan percepatan kegiatan tanam setelah curah hujan meningkat, sehingga petani dapat kembali mengoptimalkan lahan untuk menjaga kesinambungan produksi pangan di Kalsel.

“Ketersediaan pangan Kalimantan Selatan cukup terjaga. Ketika hujan sudah turun, kita akan mempercepat tanam kembali. Mudah-mudahan para petani siap melakukan penanaman,” ujar Syamsir. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LAHAN Kawasan Pulau Bromo Terbakar, Sat Polairud Polresta Banjarmasin Bergerak Padamkan
WASPADA! Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Empat Perairan
RATUSAN EKOR TRENGGILING Dibantai Para Pemburu Liar di Kawasan Hutan Kalsel dari Pengungkapan Kasus Polda
PENYELUNDUPAN Sisik Trenggiling Jaringan Internasional Dibongkar Ditreskrimsus Polda Kalsel
DOKUMEN SKCK, Warga Banjarmasin dapat Layanan Antar Sampai Rumah
PERKUAT SINERGI Cegah Kejahatan Jalanan dan Karhutla, Polsek Banjarmasin Timur Apel Sabuk Kamtibmas 2026
MEMOHON HUJAN Penyejuk Banua, Polresta Banjarmasin Bersama Forkopimda Salat Istisqa
SALAT ISTISQA Berjamaah di Kalsel, Di Tengah Situasi Diselimuti Kabut Asap Memohon Diturunkan Hujan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:03

LAHAN Kawasan Pulau Bromo Terbakar, Sat Polairud Polresta Banjarmasin Bergerak Padamkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:55

CEGAH KARHUTLA, Petani Diimbau Buka Lahan Secara Manual

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:42

RATUSAN EKOR TRENGGILING Dibantai Para Pemburu Liar di Kawasan Hutan Kalsel dari Pengungkapan Kasus Polda

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:31

PENYELUNDUPAN Sisik Trenggiling Jaringan Internasional Dibongkar Ditreskrimsus Polda Kalsel

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:13

DOKUMEN SKCK, Warga Banjarmasin dapat Layanan Antar Sampai Rumah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:06

PERKUAT SINERGI Cegah Kejahatan Jalanan dan Karhutla, Polsek Banjarmasin Timur Apel Sabuk Kamtibmas 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:43

MEMOHON HUJAN Penyejuk Banua, Polresta Banjarmasin Bersama Forkopimda Salat Istisqa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:32

SALAT ISTISQA Berjamaah di Kalsel, Di Tengah Situasi Diselimuti Kabut Asap Memohon Diturunkan Hujan

Berita Terbaru


Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono bersama Wagub Kaltim Seno Aji dan sejumlah pejabat saat peresmian Batalyon Artileri Medan (Armed) 22/Kesumawira di Kutai Kartanegara, Rabu (19/8/2026). (Foto: HO-Adpim Pemprov Kaltim)

Kaltim

BATALION Armed 22/Kesumawira Dikukuhkan

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:16


Petugas terus berupaya melakukan penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Antara/M Arif Hidayat)

Hukum

KARHUTLA Kalteng: 12 Orang Ditetapkan Tersangka

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:08

Menhut Raja Juli Antoni didampingi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya memantau penanganan karhutla di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

OMC Solusi Ideal Penanganan Karhutla

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:51

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca