DPR Minta Diusut Aliran Uang Pemalsuan Meterai

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers pengungkapan sindikat jaringan produksi dan penjualan meterai palsu di Polda Metro Jaya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Kompas.com/Thalita D)

Konferensi pers pengungkapan sindikat jaringan produksi dan penjualan meterai palsu di Polda Metro Jaya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Kompas.com/Thalita D)

SuarIndonesia — Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta kepada pihak kepolisian untuk menelusuri aliran uang dalam kasus sindikat lintas provinsi pembuat dan pengedar meterai palsu yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp1,03 triliun.

Maka dari itu, menurut dia, polisi dan Direktorat Jenderal Pajak tidak boleh berhenti hanya pada penangkapan 16 tersangka, tetapi juga menelusuri aktor intelektual di balik sindikat pemalsuan meterai tersebut.

“Aktor intelektual atau pemodalnya harus diungkap. Mengingat pemalsuan meterai merupakan kejahatan yang terorganisasi dan terus berulang, tindakan tegas harus dilakukan sampai ke tingkat elit atau kepalanya,” kata Abdullah di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, polisi perlu mengungkap penggunaan aliran uang dalam kasus pemalsuan tersebut, bahkan juga menyelidiki potensi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dia juga meminta polisi agar mengungkap sindikat pemalsuan meterai lainnya, selain yang sudah ditangkap.

“Siapa yang menerima dan menikmati, serta apakah ada yang dialihkan menjadi aset. Jika ditemukan indikasi, dalami juga TPPU,” kata dia.

Di sisi lain, dia pun mengusulkan kepada pihak terkait untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk memeriksa keaslian meterai. Misalnya, kata dia, dengan membandingkan meterai palsu dengan asli melalui kertasnya, hologramnya, dan mikroteksnya.

“Saya menilai sosialisasinya melalui iklan layanan masyarakat maupun edukasi kepada masyarakat masih kurang masif,” kata dia.

Baca Juga :   PRAPERADILAN Febrie Ungkap Pemilik Emas Sitaan

Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan membongkar sindikat lintas provinsi pembuat dan pengedar meterai palsu dengan potensi kerugian keuangan negara mencapai Rp1,03 triliun.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono mengatakan bahwa penindakan ini merupakan komitmen tegas kepolisian bersama Ditjen Pajak dalam melindungi penerimaan negara serta memutus rantai kejahatan pemalsuan dari hulu ke hilir.

“Operasi penindakan dilakukan secara serentak pada kurun waktu 24 Juni hingga 2 Juli 2026 di lima wilayah hukum, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara,” kata Dekananto di Jakarta, Rabu (20/8).

Wakapolda menjelaskan, penyidik berhasil mengamankan 16 orang tersangka yang memiliki pembagian peran terstruktur. Peran tersebut mencakup produsen (B), distributor (RC), kurir (M), pendaur ulang (TA dan RTP), hingga 11 tersangka lain yang bertindak sebagai penjual (IA, F, H, RH, MIF, SNM, U, FF, NSA, P, dan MO). (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LAKA MAUT di Palangka Raya, 2 Warga dan 1 Polisi Tewas
PRAPERADILAN Febrie Ungkap Pemilik Emas Sitaan
MANTAN KAJARI HSU Terberat Hadapi Tuntutan Hukuman Dibanding Dua Anak Buahnya
KARHUTLA Kalteng: 12 Orang Ditetapkan Tersangka
POLISI: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Berdasar Dua Bukti
RATUSAN EKOR TRENGGILING Dibantai Para Pemburu Liar di Kawasan Hutan Kalsel dari Pengungkapan Kasus Polda
PENYELUNDUPAN Sisik Trenggiling Jaringan Internasional Dibongkar Ditreskrimsus Polda Kalsel
DPR dan Pemerintah Finalisasi Status-Jumlah Guru PPPK untuk Jadi PNS

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:46

BNPB: 1.487 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Terparah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:25

CEGAH Karhutla Meluas ke Hutan Lindung LA

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:04

MANTAN KAJARI HSU Terberat Hadapi Tuntutan Hukuman Dibanding Dua Anak Buahnya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:10

KABUT ASAP di Kalsel Rentan Meningkat Penyakit ISPA, Polisi Bagikan Masker

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:03

LAHAN Kawasan Pulau Bromo Terbakar, Sat Polairud Polresta Banjarmasin Bergerak Padamkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:48

WASPADA! Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Empat Perairan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:55

CEGAH KARHUTLA, Petani Diimbau Buka Lahan Secara Manual

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:42

RATUSAN EKOR TRENGGILING Dibantai Para Pemburu Liar di Kawasan Hutan Kalsel dari Pengungkapan Kasus Polda

Berita Terbaru

Konferensi pers pengungkapan sindikat jaringan produksi dan penjualan meterai palsu di Polda Metro Jaya, Rabu (19/8/2026). (Foto: Kompas.com/Thalita D)

Hukum

DPR Minta Diusut Aliran Uang Pemalsuan Meterai

Jumat, 21 Agu 2026 - 00:30

Deklarasi akbar perang terhadap narkoba di Provinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangka Raya, Kamis (20/8/2026). (Foto: Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

SEMBILAN Tongkat Komando Perangi Narkoba di Kalteng

Kamis, 20 Agu 2026 - 21:45

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca