PENGGEREBEKAN NARKOBA, Satu Polisi Gugur dan Dua Lainnya Hilang

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggerebekan narkoba di Katingan berujung satu polisi gugur dan dua lainnya hilang (Foto: Polres Katingan)

Penggerebekan narkoba di Katingan berujung satu polisi gugur dan dua lainnya hilang (Foto: Polres Katingan)

SuarIndonesia — Operasi penangkapan bandar narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Kamis (2/7) dini hari berujung maut. Seorang anggota Polri gugur, dua personel lainnya masih dalam pencarian.

Selain itu, seorang warga juga meninggal dunia setelah terkena tembakan saat terjadi bentrokan.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini jajaran Polres Katingan di-backup Sat Brimob Polda Kalteng di lokasi.

“Ya benar Mas, satu anggota meninggal dunia dan saat ini dibawa RS Bhayangkara Palangka Raya, dua orang polisi masih kita cari. Kami dibackup Brimob Polda Kalteng. Nanti akan saya update informasi selanjutnya,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari personel di lapangan, peristiwa bermula ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Target operasi adalah seorang pria berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika, bersama rekannya berinisial BUSU.

Tim yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Katingan berangkat menuju lokasi pada Rabu (1/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di desa sasaran sekitar pukul 00.30 WIB. Personel kemudian dibagi menjadi dua tim, yakni tim penindakan yang bergerak menuju rumah target dan tim pendukung yang bersiaga di sekitar lokasi.

Saat proses penangkapan berlangsung, petugas berhasil mengamankan BIO. Namun situasi berubah ketika keluarga target melakukan perlawanan terhadap aparat.

Dalam kondisi yang semakin membahayakan, anggota kepolisian sempat melepaskan tembakan peringatan. Karena perlawanan tidak berhenti dan situasi dinilai mengancam keselamatan petugas, dilakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan seorang warga bernama Teriyo (40) meninggal dunia.

Insiden tersebut memicu kemarahan warga. Massa kemudian berdatangan mengepung petugas dengan membawa senjata tajam, balok kayu, hingga senjata api rakitan. Jumlah massa yang jauh lebih banyak membuat tim penindakan terpaksa mundur sambil meminta bantuan personel tambahan.

Dalam upaya menyelamatkan diri, sejumlah anggota bahkan harus terjun ke sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil di tengah aliran sungai. Di sisi lain, tim pendukung yang menggunakan kendaraan sempat dihadang massa di jalan. Berkat manuver cepat, mereka berhasil lolos dan tiba di Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Sementara itu, anggota yang bertahan di pulau kecil kembali berusaha berenang menyeberangi sungai setelah posisi mereka terus dikepung dan diduga mendapat ancaman tembakan dari arah daratan.

Dalam kondisi kelelahan, tiga anggota kepolisian mengalami kesulitan saat berada di tengah sungai. Salah seorang personel dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya hingga kini masih belum ditemukan. Lima anggota lainnya berhasil mencapai tepian sungai dan menyelamatkan diri dengan berlindung di kawasan hutan sebelum akhirnya dievakuasi.

Hingga Kamis siang, tim gabungan Polri masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk mencari dua personel yang dilaporkan hilang. Aparat juga telah menambah kekuatan pengamanan di Desa Tumbang Kalemei guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan.

Sementara itu, jenazah anggota Polri yang gugur maupun warga sipil yang meninggal dunia telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga :   UMPAN Pemancing Disambar Buaya

50 Brimob Dikerahkan ke TKP

Sementara itu, dilansir dari detikKalimantan, situasi lokasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, masih belum sepenuhnya kondusif usai bentrokan antara warga dengan anggota kepolisian.

Kini 50 personel Brimob diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, kondisi di lokasi masih membutuhkan pengamanan ekstra mengingat potensi gangguan keamanan masih cukup tinggi. Pihaknya pun meminta bantuan Polda Kalteng untuk mengirimkan anggota Brimob.

“Kami telah meminta perbantuan personel kurang lebih sebanyak 50 orang untuk memback up di lokasi kejadian,” ujar Dodik, Kamis (2/7/2026) sore.

Selain dari Satuan Brimob, personel tambahan juga berasal dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi serta mempercepat pencarian dua anggota Polres Katingan yang hingga kini belum ditemukan.

“Bantuan personel dari Polda Kalimantan Tengah ini bertujuan untuk melakukan penyisiran, mengamankan lokasi dan memback up pencarian anggota kami yang sampai saat ini belum ditemukan,” katanya.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan pengerahan pasukan tersebut. Sebanyak 50 personel Brimob telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Ya benar,” jawabnya.

Personel Brimob menyisir sungai mencari polisi hilang dalam bentrokan penggerebekan narkoba di Katingan. (Foto: Polres Katingan)

Sisir Sungai Cari 2 Anggota Hilang

Dua anggota kepolisian hilang usai bentrokan maut dalam penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah. Kini tim diterjunkan untuk menyisir sungai yang diduga menjadi lokasi hilangnya kedua anggota tersebut.

“Saat ini masih proses pencarian di sungai Desa Tumbang Kalemei. Untuk mencari dua personel yang hilang,” kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, saat dihubungi detikKalimantan, Kamis (2/7/2026).

Penyerang Anggota Polres Katingan Diburu

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menegaskan, saat ini polisi tidak hanya berfokus pada pengejaran terhadap para pelaku, namun juga mengamankan lokasi hingga menyisir sungai untuk mencari anggota yang hilang. Diduga dua anggota polisi hanyut di sungai saat menyelamatkan diri dari kepungan massa.

“Selain mencari dua polisi yang hilang di sungai, kami juga terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Pengejaran para pelaku (terkait narkoba) yang sudah kami ketahui identitasnya dipimpin Kasat Reskrim AKP Jhon Digul Manra,” ujar Dodik, Kamis (2/7/2026).

Sementara terkait identitas pelaku penyerangan yang menewaskan Aipda Yudhi Perdana Putra masih didalami. Sebab saat itu massa dari warga sekitar Desa Tumbang Kalemei itu berjumlah banyak.

“Sementara masih proses pendalaman,” lanjut Kapolres. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma
KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan
PADAM BERGILIR Sampai Akhir September, Begini Pernyataan GM PT PLN UID Kalselteng
ROSEHAN “Semprot” PLN, Desak Kepastian Akhir Pemadaman Bergilir
KASUS MBG: Kejagung Temukan Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Aktif
DOKTER TIFA Didakwa soal Tuduhan Ijazah Palsu dan Pencemaran Nama Baik Jokowi
KEJAGUNG Ajukan Banding atas Vonis Nadiem Makarim
MENGAPA Gerakan Dayak Harus Bersatu

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:09

KRITIK HASIL RAPAT Komisi III DPRD Kalsel Kompensasi Bukan Solusi, Audit Dana dan Pertanggungjawaban Hukum PLN Harus Diutamakan

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:54

PADAM BERGILIR Sampai Akhir September, Begini Pernyataan GM PT PLN UID Kalselteng

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:35

ROSEHAN “Semprot” PLN, Desak Kepastian Akhir Pemadaman Bergilir

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:26

MENGAPA Gerakan Dayak Harus Bersatu

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:28

POLEMIK PENGADAAN GEMBOK Ditjenpas, Komisi XIII DPR RI : Segera Buka Dokumen Pengadaan dan Kontrak

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:28

HARAPAN untuk Empat Calon Rektor ULM, Mampu Melampaui Peran sebagai Administrator Kampus dan Menjadi Pemimpin Transformasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:38

JEMBATAN Pulau Laut dan Mekar Putih Gerbang Logistik Kalimantan

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:32

PEMBANGUNAN Stadion Taraf Internasional Penggerak Ekonomi

Berita Terbaru

(Foto Ilustrasi AI Gemini)

Hukum

KERJA Tak Digaji, Malah Disiksa hingga Trauma

Kamis, 2 Jul 2026 - 23:13

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca