ASN Makan di Warung Sakadup Diekspos di Media Massa

- Penulis

Kamis, 25 April 2019 - 20:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarindonesia – Kasatpol PP Kota Banjarmasin Drs Hermansyah mengeluarkan peringatan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para ASN lingkup Pemko Banjarmasin, agar selama Bulan Ramadan 1440 hijriah nanti, bisa menjaga ketertiban dan keamanan, sesuai aturan yang tertuang dalam Perda Nomor 4 tahun 2005.

Ditegaskannya, apabila kedapatan melakukan pelanggaran aturan tersebut, ia tidak segan-segan menjatuhkan sanksi kepada ASN atau masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Selama bulan Ramadan nanti, kami dari Satpol PP Kota Banjarmasin akan melaksanakan Operasi Yustisi. Jadi jangan sampai ada masyarakat apalagi ASN yang kedapatan makan di warung sakadup, atau ikut melakukan pelanggaran aturan Perda Ramadan lainnya,” ujarnya, saat menyampaikan arahannya dalam kegiatan apel pagi di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Kamis (25/04)

Memang, jelasnya, sanksi yang diberikan kepada para pelanggar aturan tersebut tidak begitu berat. Meski begitu, ia berharap, para ASN dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Sanksinya tidak berat, hanya tindak pidana ringan (Tipiring) saja, sidang di pengadilan kemudian bayar denda, tapi akan kami ekspos di media massa,” ucapnya.

Baca Juga :   KEMARAU MENGGANAS, 23 Kebakaran Lahan Terjadi di Banjarmasin

Untuk diketahui, tahun 2005 lalu Pemko Banjarmasin mengeluarkan Perda tentang Larangan Kegiatan pada Bulan Ramadan.

Peraturan dengan bernomor 4 tahun 2005 itu, merupakan perubahan atas Perda Kota Banjarmasin Nomor 13 tahun 2003 tentang aturan yang sama.

Perda yang memuat dua pasal, tiga ketentuan dan 3 ayat itu, berisi tentang sanksi bagi yang melakukan pelanggaran atas larangan kegiatan saat Bulan Suci Ramadan.

Larangan itu diantaranya, membuka tempat hiburan, restoran, warung, rombong dan sejenisnya pada siang hari selama Bulan Ramahan. Bagi yang melanggar Perda tersebut diancam kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp50 juta.(SU)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

HUJAN di Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang dan Angin Kencang
SELEKSI KONTINGEN Brisportartcular 2026 Digelar BRI Region 14 Banjarmasin, Tercatat 31 Peserta Berebut 8 Posisi Wakil Badminton
GRAND FINAL Nanang – Galuh Kalsel, Ini Deretan Sosok yang Dinobatkan
AMUK API di Permukiman Blok Pasar Lama, Seorang Meninggal Dunia
TENGGELAM Dua Anak Peserta Porsadin Tingkat Provinsi Kalsel, Satu Tak Terselamatkan
DIPROSES Polda Kalsel 12 Korporasi Terkait Karhutla Ada Keterkaitan Saham Asing, 11 Orang Diperiksa
SEJUMLAH RELAWAN BPK Mendapat Voucer BBM Gratis
KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:33

PETUGAS Terus Berjibaku Tangani Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:07

TERKAIT KARHUTLA, 6 Izin Perusahaan di Kalteng Dibekukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:26

DEMO KARHUTLA-KABUT ASAP Memanas! Mahasiswa Segel Kantor Gubernur Kalteng

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:42

KASUS KARHUTLA Kalteng: 46 Tersangka, 12 Laporan Seret Perusahaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:37

WATER BOMBING Dimaksimalkan atasi Karhutla Tanjung Puting

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar batau Cak Imin dalam rangka Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Kemenko PMK)

Kalsel

MENKO PM: Pelibatan Pesantren untuk Mencegah Karhutla

Minggu, 25 Okt 2026 - 22:14

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca