ANRI: Kearsipan Jaga Kontinuitas Pemerintahan dan Kenegaraan

- Penulis

Selasa, 28 Mei 2024 - 23:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mewakili ANRI, Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan ANRI, Andi Kasman (kiri) saat menerima Anjat dari Staf Ahli Gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Diddy Rusdiansyah Anan Dani. [ANTARA/Ahmad Rifandi]

Mewakili ANRI, Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan ANRI, Andi Kasman (kiri) saat menerima Anjat dari Staf Ahli Gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Diddy Rusdiansyah Anan Dani. [ANTARA/Ahmad Rifandi]

SuarIndonesia — Plt Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto, menekankan pentingnya kearsipan dalam menjaga kontinuitas pemerintahan dan kenegaraan.

“Tanpa arsip yang terjaga, sistem pemerintahan dan kenegaraan tidak dapat berlanjut,” ujarnya dalam Rakornas Hari Kearsipan Nasional ke-53 di Samarinda, Kaltim, dikutip dari AntaraNews, Selasa (28/5/2024).

Menurut Imam, kearsipan memiliki peran vital dalam memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan peradaban bangsa terus berlanjut dari masa lalu hingga masa depan. Hal ini menjadi semakin relevan dengan proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

“Proses ini harus dijaga sebagai kelanjutan dari sistem pemerintahan, pengetahuan nasional dan peradaban bangsa,” ucap Imam.

Pertemuan ini, katanya, juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada lembaga dan individu yang telah menunjukkan kinerja kearsipan yang baik. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas capaian dalam satu tahun dan menjadi fondasi penting untuk pembangunan kearsipan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ke depan.

Ia menyatakan, dengan meningkatnya kesadaran kearsipan di kalangan pimpinan, pegawai, dan masyarakat, masih diperlukan usaha lebih keras lagi.

“Pengaruh materialisme dan globalisasi kadang-kadang membuat kearsipan terlupakan. Pertemuan ini diharapkan dapat mengingatkan para pegiat kearsipan untuk lebih bergiat lagi,” ungkap Imam.

“Harapan utama dari pertemuan ini adalah terciptanya sinergi antara pusat dan daerah. Dari Sabang sampai Merauke, kita memiliki sejarah yang sama. Pertemuan ini diharapkan dapat membentuk visi, misi, dan memori kolektif bersama secara nasional,” tutur Imam.

Rakornas kearsipan ini telah berlangsung setiap tahun, di mana para kepala dinas dan kepala-kepala bidang berkumpul untuk menentukan tuan rumah peringatan Hari Kearsipan selanjutnya.

Baca Juga :   BANDARA NUSANTARA jadi Daya Tarik Investor Tanam Modal di Penajam

“Keputusan ini tidak hanya di tangan ANRI, tetapi ditentukan secara demokratis oleh rapat besar para kepala dinas,” terang Imam.

Ia menambahkan, perpindahan tuan rumah dari tahun ke tahun, diharapkan dapat membangkitkan semangat kearsipan di seluruh Indonesia. ANRI ingin semangat ini terus berlanjut dan memperkuat fondasi kearsipan nasional.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim Muhammad Syafranuddin melakukan inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan apresiasi terhadap warisan lokal sebagai tuan rumah kepada para tamu dari luar daerah.

“Kami ingin menciptakan momentum baru dalam pertemuan demi pertemuan, di mana ada semangat yang tumbuh antartamu luar daerah dan lokal. Seperti tamu dari Jawa bertemu Sulawesi, kami ingin pertemuan ini menjadi lebih berarti,” ujar Syafranuddin yang biasa disapa Ivan.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim telah menyiapkan 1.300 anjat, tas tradisional yang dilengkapi dengan batik khas daerah, sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan budaya lokal. Bagi Ivan, anjat tidak hanya sekadar tas, tetapi juga berisi kain batik khas Kaltim, simbol dari kekayaan budaya.

Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi dan arsip sebagai bagian dari warisan budaya. “Hari ini kita merekam, dan besok ini akan menjadi arsip. Setiap dokumen, setiap video, adalah bagian dari sejarah yang harus kita lestarikan,” demikian Ivan. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

SAR GABUNGAN Temukan Nelayan Terseret Arus di Muara Badak
TIM EKSPEDISI RUPIAN Kalimantan 2026 Dilepas Dankodaeral XIII Bersama KPW BI Kalsel
KALTIM Berpotensi Karhutla Seiring Terdeteksi 151 Titik Panas
GUBERNUR Rudy Mas’ud Didesak Mundur!
MANTAN Kadistamben Kukar Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Rp500 M
TIGA POTONGAN Jari dalam Toples, Identitas Masih Misteri!
5 PROVINSI dengan Korban PHK Paling Banyak, Diantaranya Kalsel dan Kaltim
RIBUAN ALUMNI Angkatan 1979-2022 Bersatu dalam Pertemuan IKA FISIP ULM

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:28

KEMENHAJ Prioritaskan Layanan untuk Calhaj Lansia dan Difabel

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:59

MAY DAY, Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kesehatan para Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 22:25

TIGA WNI Ditangkap di Makkah Kasus Penipuan Layanan Haji, Ditindaklanjuti Polri

Kamis, 30 April 2026 - 00:43

EMPAT Anggota TNI Didakwa Siram Andrie Yunus untuk Beri “Efek Jera”

Kamis, 30 April 2026 - 00:05

PRESIDEN Prabowo Ultimatum Pejabat-Ilmuwan tak Patriotik untuk Mundur

Rabu, 29 April 2026 - 23:58

INSIDEN BUS Jemaah di Madinah: Kemenhaj Pastikan Penanganan Korban

Rabu, 29 April 2026 - 17:27

PERJUANGAN PERSIT Kartika Chandra Kirana Merawat Budaya Banjar, “Tajam seperti Todak, Teguh seperti Budaya”

Rabu, 29 April 2026 - 16:53

KOMISI III DPRD Kalsel Studi Tiru ke Masjid Al Jabbar

Berita Terbaru

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain saat rilis pengungkapan pupuk. (Foto: Istimewa)

Hukum

DIGAGALKAN Penyelewengan 160 Karung Pupuk Subsidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:53

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca