SuarIndonesia — Pemerintah dalam momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan kesehatan fisik maupun mental para buruh, di antaranya melalui perluasan Cek Kesehatan Gratis dan pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP).
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman di Jakarta, Jumat (1/5/2026), mengatakan bahwa terdapat sejumlah tantangan kesehatan di kalangan buruh, seperti perilaku hidup sehat yang masih perlu ditingkatkan.
“Perilaku hidup sehat tersebut antara lain makanan sehat bergizi, aktivitas fisik, lingkungan bersih dan lestari, tidak merokok, imunisasi, kesehatan mental, dan cek kesehatan secara berkala,” katanya.
Selain itu, Aji juga menyoroti masih tingginya angka penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit kardiovaskular, stroke, dan penyakit menular seperti tuberkulosis, serta rendahnya pelaporan penyakit akibat kerja.
Oleh karena itu, pihaknya berupaya memperluas Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke kalangan buruh, dengan kerja sama antara klinik perusahaan dengan puskesmas dan dinas kesehatan. CKG dapat dilaksanakan bersama sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah setempat.
“Pelaksanaan CKG adalah untuk melakukan deteksi dini supaya bisa mengetahui kondisi tubuh jika ada masalah kesehatan dan segera diobati,sehingga tidak akan menjadi lebih berat atau parah,” kata Aji.
Selain itu, untuk memastikan kesehatan mental para pekerja agar tidak terjadi burnout, pihaknya mendorong perusahaan dapat melaksanakan program peningkatan kesehatan mental pekerja melalui pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi perwakilan pekerja untuk pencegahan dan mengatasi gangguan psikologis sedini mungkin.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sederet kebijakan dan instruksi terkait ketenagakerjaan terbaru saat menghadiri Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, sebagai bentuk keberpihakan terhadap pekerja, Jumat (1/5/2026).
Pertama, Prabowo telah meneken Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labor Organization Nomor 188 yang mencakup perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan.
Kedua, Prabowo juga mengatakan telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Daring (Online).
Ketiga, Prabowo menyebut pemerintah akan mempercepat pembangunan satu juta hunian terjangkau bagi kaum pekerja tahun ini.
Keempat, Prabowo menjelaskan bahwa ia telah menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk duduk bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna menyelesaikan draf Rancangan Undang Undang (RUU) Ketenagakerjaan tahun ini.

Presiden Prabowo terus kawal kepentingan buruh
Sementara itu, dilansir dari Antara, Presiden Prabowo Subianto memastikan akan terus mengawal kepentingan para buruh termasuk ketika terdapat ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari langkah menjamin kesejahteraan masyarakat.
Menurut pernyataan diterima di Jakarta, Jumat (1/5/2026), Presiden mengumumkan telah mengesahkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai langkah nyata pemerintah dalam terus melindungi para pekerja.
“Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh. Yang diancam PHK, kita akan membela dan kita akan melindungi saudara-saudara sekalian,” kata Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas.
Kepala Negara menekankan bahwa pemerintah akan selalu memastikan para pekerja tetap terlindungi dalam kondisi apa pun.
Menurutnya, negara akan terus hadir untuk menjamin kesejahteraan mereka.
“Kalau ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir, negara kita kuat. Negara kita akan mengambil alih, negara kita akan membela rakyat Indonesia, jangan khawatir,” kata Prabowo. (*/ut)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















