Komjen Polisi Unggung Cahyono (kanan pertama)
Suarindonesia – Pihak Kepolisian dan dibantu aparat TNI nantinya akan melakukan penebalan petugas dalam kontek keamanan pada tiap TPS dan daerah pemilihan (dapil) rawan di Kalsel.
“Bahkan untuk para Kasatwil dapat bersinergitas dengan KPU dan Bawaslu untuk lebih aktif sebagai inisiator kegiatan deklarasi pemilu damai,’’ kata Komjen Polisi Unggung Cahyono, juga selaku Kepala Operasi Pusat Operasi Mantap Brata 2018, ketika berkunjung ke Mapolda Kalsel, Senin (19/11) lalu.
Komjen Polisi Unggung Cahyono, yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdiklat Polri) ini lebih lanjut mengatakan, parhelatan pilpres (Pemilihan Presiden) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) kali pertama bersamaan di Indonesia. Tentu mengharuskan aparat keamanan intens antisipasi potensi yang bisa memicu kerawanan dan kerusuhan.
“Indeks keamanan TPS harus dibuat laporan misal TPS aman, rawan serta sangat rawan.
Sampai sejauh ini kami melihat Kalsel aman, ucapnya saat itu didampingi Wakapolda Kalsel, Brigjen Polisi Aneka Pristafuddin dan sejumpah pejabat utama di Mapolda.
Untuk Operasi Mantap Brata 2018 dimulai sejak 20 September 2018 hingga 20 Oktober 2019.
Disini memantau pelaksanaan kampanye, masa tenang, pemungutan suara, perhitungan suara dan penetapan hasil pemilu.
Dilanjutkan pemantauan pengucapan sumpah janji serta pelatikan anggota DPR, DPD, DPRD dan pelantikan presiden wakil presiden terpilih.
Ketika di Mapolda itu pengecekan peralatan, Posko Operasi Mantap Brata 2018 Polda Kalsel dan dilanjutkan supervise. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















