SuarIndonesia — Tunggal putri Indonesia, Mutiara Ayu Puspitasari, menorehkan prestasi emas saat Kejuaraan Asia Junior 2023. Mentalitas selalu percaya dengan potensi diri sendiri menjadi salah satu kunci.
Raut wajah percaya diri telah menjadi ciri khas Mutiara saat bertanding di lapangan.
Memang, penampilannya tak selalu sempurna. Kekalahan pun bukan hal yang asing bagi pemain asal Ngawi, Jawa Timur, ini, termasuk saat Kejuaraan Asia 2023.
Mutiara sempat tersandung saat dikalahkan pemain China, Xu Wen Jing, dengan skor telak 12-21, 10-21 saat event beregu campuran.
Dalam delapan pertandingan yang dijalaninya di GOR Amongoro pekan ini, baik beregu maupun perorangan Mutiara tak pernah kalah.
Kepercayaan diri Mutiara bertambah setelah mengalahkan juara dunia junior, Tomoka Miyazaki (Jepang), saat final beregu.
Remaja yang sudah punya dua gelar turnamen International Series itu tak terbendung hingga akhirnya mencetak medali emasnya.
Dilansir dari bolaSport, Mutiara menjadi juara tunggal putri setelah mengalahkan Kim Min-ji (Korea Selatan) dengan skor 21-11, 21-17 dalam partai final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (16/7/2023).
Keberhasilan Mutiara ini sekaligus mengakhiri penantian Indonesia.
Sejak Kejuaraan Asia Junior pertama kali digelar pada 1997, Indonesia belum pernah memiliki sosok pemenang di tunggal putri.
Torehan positif sekaligus menjadi pembuktian Mutiara terhadap dirinya sendiri bahwa semuanya mungkin jika dia percaya.
“Beberapa pertandingan sebelumnya hasil saya kurang bagus dari apa yang saya harapkan, tapi balik lagi ternyata kalau saya mau dan yakin, saya masih bisa,” katanya kepada awak media seusai pertandingan.
“Pastinya saya sendiri merasa sangat bangga dan enggak menyangka (menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang menjadi Juara Asia Junior).”
“Apalagi tadi ketika game dan saya bisa menang straight game itu benar-benar rasanya kayak mimpi,” imbuhnya.
Kemenangan Mutiara pada pertandingan kali ini sebenarnya tidak diraih dengan mudah.
Pemain binaan PB Djarum ini menghadapi kenangan buruk karena kalah saat terakhir kali bertemu Kim Min-ji saat Korea Junior Open International Challenge 2019.
Kepercayaan diri Mutiara terus pulih. Perbekalannya kian komplet karena mengalahkan kembaran Kim Min-ji yaitu Kim Min-sun pada babak 16 besar.
Start kurang mulus pun tak menghentikan Mutiara. Sempat tertinggal 1-6, perlahan tapi pasti Mutiara mengambil alih kendali.
“Mungkin lawan sendiri merasa tertekan karena saya sendiri juga merasakan beban yang sama. Pastinya dia juga merasakan beban yang sama gitu,” ucap Mutiara.
“Saat poin-poin pertama saya ketinggalan karena masih merasa tegang dan kurang menguasai suasana sih.”
Adapun problem terakhir Mutiara adalah kondisi fisik. Tubuhnya diuji dengan 10 pertandingan yang harus dijalaninya dalam rentang waktu 12 hari.
“Karena coach Asep sudah tahu kondisi saya yang gak prima jadi dia lebih ke menjaga gimana saya tetap fokus di lapangan dan menikmati permainan,” kata Mutiara. (*/UT)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















