Suarindonesia – Warga Kalimantan Selatan (Kalsel) “tumpah ruah” yang capai ribuan begitu antusias mengikuti Deklarasi Indonesia Damai Anti Kerusuhan yang digelar Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di Siring 0 Km Banjarmasin, Jumat (21/6).
Semua turut dideklarasikan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, bersama Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Yazid Fanani, bersama jajaran Korem 101/Antasari, unsur Forkopimda Kalsel, pihak terkait hingga elemen masyarakat.

Deklarasi dalam rangkaian HUT ke 73 Bhayangkara. Sementara Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu, mengingatkan agar segenap komponen masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang kebenarannya belum valid.
“Salah satu cara menangkal informasi hoax, yakni cerdas dalam menyikapi sebuah informasi,” ungkapnya.

Deklarasi Indonesia Damai dan Anti Kerusuhan ini merupakan bentuk penolakan terhadap segala macam aksi kerusuhan pasca pemilu 2019.
“Tentunya kita ingin Indonesia aman, damai dan nyaman, supaya kita bisa membangun. Tujuannya apa, yaitu sejahtera baik lahir dan bathin.
Meskipun masa pemilu sudah lewat. Karena kami ingin damai itu berlangsung sepanjang masa,” seru Paman Birin.
Usai pembacaan deklarasi dilanjutkan dengan jalan sehat dan senam bersama personel Polri dan pengrus Bhayangkari Polda Kalsel, anggota TNI Korem 101/Antasari, Lanal dan Lanud dan ribuan masyarakat lainnya.

Melalui kegiatan deklarasi bisa mewujudkan situasi Kalsel selalu kondusif dan aman.
Beberapa waktu yang lalu memang masyarakat kita dihadapkan dengan kompetisi dan konselasi pemilu.
Tapi itu sudah berakhir. Kini tiba saatnya kita untuk kembali bersatu dan mempererat kebersamaan untuk masa depan Banua,” tambah Kapolda Kalsel.
Dikatakan,banyaknya peserta ambil bagian dalam kegiatan ini salah satu bukti seluruh elemen masyarakat Kalsel cinta damai dan menolak kerusuhan.
“Jangan gampang terprovokasi dan terpancing dengan ajakan-ajakan yang bisa menimbulkan kerusuhan. Sebab, bisa memecah persatuan dan kesatuan yang sudah terjalan di masyarakat.
Kita semua cinta damai, menolak kerusuhan, dan anti rusuh, ujar kapolda.
Diharapan, setelah Pemilu dan Pilpres di Provinsi Kalsel, yang berlangsung kondusif, aman, dan damai.
Pasca itu, masyarakat diharapkan terus menjaga kondusivitas yang sudah tercipta. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















