WAPRES Gibran Pastikan Perawatan Orang Utan Terdampak Karhutla

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 21:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wapres Gibran Rakabuming (kedua kiri) ketika meninjau pemulihan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng Borneo Orangutan Survival Foundation di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-BPMI Sekretariat Wapres)

Wapres Gibran Rakabuming (kedua kiri) ketika meninjau pemulihan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng Borneo Orangutan Survival Foundation di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026). (Foto: HO-BPMI Sekretariat Wapres)

SuarIndonesia — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memastikan kebutuhan perawatan orangutan yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpenuhi saat mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peninjauan Wapres terhadap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, termasuk dampaknya terhadap satwa dan habitat.

“Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi,” kata Gibran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Gibran melihat proses rehabilitasi dan perawatan orangutan serta berdialog dengan dokter hewan, relawan, dan tim yang terlibat dalam perlindungan satwa.

Wapres juga menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, bawang bombai, dan alat nebulizer untuk mendukung kebutuhan pusat rehabilitasi tersebut.

Gibran mengatakan perlindungan satwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemulihan lingkungan. Penanganan satwa yang mengalami gangguan kesehatan perlu diiringi pemulihan habitat secara menyeluruh.

“Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa,” tutur Gibran dilansir dari Antara.

Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada dokter hewan, pecinta satwa, relawan, yayasan, dan pihak lain yang terlibat dalam perlindungan serta perawatan satwa.

Baca Juga :   DPRD Kalsel dan Kalteng Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan

“Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Wapres meninjau Forest School BOSF Nyaru Menteng yang menjadi tempat pembinaan 17 orangutan.

Ia juga mendatangi area karantina individu orangutan untuk melihat proses nebulisasi atau pemberian uap sebagai bagian dari penanganan gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.

Di area karantina tersebut terdapat sekitar 90 orangutan yang menjalani perawatan dalam sejumlah kandang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satwa.

Berdasarkan pembaruan BOSF per Minggu (6/9/2026), Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng belum terdampak langsung kebakaran.

Namun, sebanyak 21 orangutan menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang konsisten dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, bersin, dan keluarnya cairan dari hidung.

Tim dokter hewan dan kesejahteraan satwa BOSF terus memantau kondisi orangutan tersebut serta memberikan perawatan sesuai dengan kondisi masing-masing individu. (*/ut) 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting
DIGUYUR HUJAN, Hotspot Karhutla Kobar Merosot jadi 22 Titik
BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla
TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa
TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan
WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla
MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan
VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:28

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:49

BANPRES untuk Warga Gumas Terdampak Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:06

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:00

TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:12

WARGA LAMANDAU ‘MENUGAL’ Padi Gogo di Lahan Bekas Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:05

MEMBURU HUJAN TURUN, 7,2 Ton Bahan Semai Ditaburkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:54

VIRAL! Foto Menkes Pakai Oksigen, Menkes Bantah Sesak Napas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

PUNCAK MUSIM HUJAN antara Desember-Januari 2027

Berita Terbaru

Potret Chelsea dan Gundul, orang utan terdampak karhutla Tanjung Puting. (Foto: Istimewa)

Kalteng

CHELSEA dan GUNDUL Terdampak Karhutla Tanjung Puting

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:28

Nina (43), perempuan yang tergabung dalam Srikandi BPBD Samarinda. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kaltim

NINA, Berjibaku Padamkan Karhutla

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:18