Suarindonesua – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina memastikan komitmennya akan membangun jembatan gantung untuk akses ke Pulau Bromo yang masuk wilayah Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan direncanakan pada tahun 2020.
“Kita berkomitmen jembatan gantung Pulau Bromo itu dibangun pada 2020 untuk membuka keterisoliran daerah tersebut. Karena sekarang sudah dilakukan studi kelayakan dan bisa dibangun” ujar Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina kepada awak media belum lama ini.
Menurut mantan anggota DPRD Kalsel ini, hal ini penting diwujudkan karena untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat di sana, sebab daerah tersebut sulit diakses.
“Situasi di sana kalau air sungai surut hingga batas terendah, jadi sangat-sangat memperihatinkan. Sebab transportasi air satu-satunya
akses lalu lintas warga di sana hampir tidak bisa berfungsi lagi, lantaran pantainya berlumpur,” papar Ibnu Sina.
Makanya, kata dia, perlu dibuatkan jalur darat ke daerah tersebut agar tidak terisolir lagi. Meskipun sementara hanya dibuatkan jembatan gantung yang memungkinkan bagi kendaraan beroda dua.
“Dengan adanya jalur darat dibuatkan ke sana, tidak hanya di Pulau Bromo, tapi juga daerah sekitarnya Tanjung Pandan dan sekitarnya yang merupakan wilayah pinggiran kota tidak terisolir lagi,” paparnya.
Ibnu Sina menegaskan, pihaknya berkomitmen melakukan pembangunan yang memfokuskan juga daerah pinggiran pada tahun ini, sehingga masyarakat di sana mendapat perhatian pula.
“Lagian kita mau membuka jalur darat di daerah pinggiran itu untuk membuat destinasi wisata pula,. Sebab daerah ke Piulau Bromo tersebut sangat eksotik untuk wisata airnya atau wisata sungainya yang alami,” ujarnya.
Bahkan, bagi dia, wilayah pinggiran kota Banjarmasin di daerah Pulau Bromo dan sekitarnya bisa dikatakan menyimpan keindahan atau bagian “surga” yang tersembunyi, sebab memiliki khazanah alam yang luar biasa indah dan asri.
“Kita bertujuan, dengan dibukanya akses ke Pulau Bromo dan sekitarnya itu akan lebih membangkitkan lagi pariwisata daerah, sebab Banjarmasin merupakan kota sungai terindah di Indonesia,” paparnya.
Dari itu dia berharap, proses lelang studi kelayakan dan Detail Engineering Design (DED) pembangunan jembatan gantung pulau Bromo tersebut bisa sukses tahun ini.
“Sebab tahun lalu sudah kita anggarkan studi kelayakan dan DED ini, tapi gagal diproses lelangnya, mungkin karena anggarannya yang minim, hingga kita maksimalkan tahun ini sebesar Rp600 juta. Kalau beres maka tahun 2020 kita anggarkan pembangunan fisiknya, meskipun anggarannya besar tidak mengapa demi pembangunan,” demikian Walikota H Ibnu Sina.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















