Suarindonesia – Berdasarkan hasil verifikasi terjadi penambahan luas sawah di Kalsel 75.632 hektare.
Itu disampaikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang melaksanakan penyiapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi upaya perlindungan lahan pertanian Kalsel.
Ketua Tim Penyiapan Data LP2B Provinsi Kalsel, Tri Margo Yuwono menjelaskan, berdasarkan data terbagi menjadi dua, yaitu sawah dan tegalan.
“Ekspose data ini sudah kita verifikasi sesuai data di lapangan, sudah ditemukan luasannya sekitar 272 ribu hektare sawah, sedangkan untuk tegalan luasnya 102.560 hektare,” kata Tri, Rabu (2/10) di sela expose hasil integrasi data penyiapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Kalsel Tahun 2019 di Ballroom Grand Dafam.
Ia menambahkan, sebelumnya dari data badan informasi geospital (BIG) luasan sawah di Kalsel 197.025 hektare. Berbesa dengan luasan sawah, luasan tegalan justru berkurang dari sebelumnya 296.314 menjadi 102.560 hektare.
Lebih lanjut ia menjelaskan, data yang didapatkan selanjutnya diserahkan ke kementrian untuk verifikasi lebih lanjut.
“Data ini kita expose se provinsi dan disampaikan ke tingkat kementerian, di sana diolah lebih lanjut sehingga didapatkan luasan sebenarnya,” bebernya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Asisten I Bidang Pemerintah Setdaprov Kalsel, Siswansyah mengatakan, LP2B telah memiliki acuan dan sesuai Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009, sehingga dapat berjalan terpadu dan konsisten.
“Semoga melalui ini berbagai upaya pengembangan pertanian dapat berjalan baik.
Hal ini juga menjadi upaya perlindungan lahan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya
Di tempat yang sama, Sekretaris Direktorat Jendral ATR BPN, Dadat Dariatna menambahkan, kegiatan pembukaan ekspose hasil integrasi data LP2B di tingkat Provinsi Kalsel ini merupakan pengelolaan data yang sama agar tidak ada data yang berbeda, sehingga telah menjadi satu kesatuan.
“Data ini nantinya akan mendata lahan pertanian secara keseluruhan di Kalsel, jika ada data yang tidak sesuai agar secepatnya bisa dikendalikan,” ujarnya. (RW)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















