VIRAL POLISI Lepas Jilbab Pendemo Pro-Palestina saat Ditangkap di Kampus AS

- Penulis

Rabu, 1 Mei 2024 - 21:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang petugas polisi kampus melepaskan jilbab seorang pengunjuk rasa pro-Palestina saat penangkapan. [Screenshot: Instagram @eye.on.palestine]

Seorang petugas polisi kampus melepaskan jilbab seorang pengunjuk rasa pro-Palestina saat penangkapan. [Screenshot: Instagram @eye.on.palestine]

SuarIndonesia — Sebuah video yang diambil di Arizona State University (ASU) menunjukkan seorang petugas polisi kampus melepaskan jilbab seorang pengunjuk rasa pro-Palestina saat penangkapan. Video tersebut diambil pada akhir pekan saat sejumlah massa pro-Palestina menggelar demo di kampus-kampus top di Amerika Serikat (AS).

Dilansir CNN dan Anadolu, Rabu (1/5/2024), video buram tersebut, diperoleh dari Mass Liberation AZ dan diberikan kepada CNN oleh pengacara Zayed Al-Sayyed, yang mewakili para wanita tersebut.

View this post on Instagram

A post shared by Eye On Palestine (@eye.on.palestine)

Video tersebut menunjukkan beberapa petugas Departemen Kepolisian ASU mengelilingi seorang wanita yang tangannya dipegang di belakang punggungnya saat salah satu petugas melepas hijabnya. Orang-orang di sekitarnya terdengar berteriak, “Kamu melanggar privasinya,” dan massa lainnya berteriak “Kembalikan,”.

Petugas kemudian menarik tudung kaus wanita tersebut hingga menutupi kepalanya dan salah satu orang di sekitar berteriak, “Jadi dia boleh memakai tudung tapi tidak boleh memakai jilbab?”.

Kemudian, salah satu petugas menghalangi wanita tersebut dari pandangan orang-orang yang merekam video tersebut. Seseorang lalu berteriak, “Lepaskan dia!”.

Seorang pengacara yang mewakili wanita tersebut dan tiga perempuan lainnya mengatakan hal serupa juga terjadi pada mereka. Mereka pun menuntut pertanggungjawaban.

Al-Sayyed mengatakan penangkapan itu terjadi pada Sabtu pagi. Dia tidak mengidentifikasi para wanita tersebut, tetapi dia mengindikasikan bahwa tiga dari mereka adalah mahasiswa di universitas tersebut dan keempatnya merupakan penduduk daerah Phoenix. Mereka menghadapi tuduhan pelanggaran pidana.

Setelah ditahan, Al-Sayyed mengatakan, para wanita tersebut menjelaskan pentingnya jilbab dan ‘memohon’ untuk tetap memakai jilbab. Namun Al-Sayyed mengatakan para wanita itu diberitahu bahwa jilbab mereka harus dilepas demi alasan keamanan.

“Mereka tidak pernah menyangka bahwa seorang pejabat, yang bersumpah untuk melindungi dan mengabdi akan melanggar hak paling mendasar yang dilindungi oleh Konstitusi Amerika Serikat, yaitu hak untuk menjalankan agama mereka. Jadi mereka terluka,” kata Al-Sayyed.

Setelah ditahan dan dibawa ke penjara, para wanita tersebut tidak dikembalikan jilbabnya, kata Al-Sayyed. Sekitar 15 jam kemudian, dia akhirnya diberi akses untuk menemui kliennya. Al-Sayyed mengatakan dia bisa membawakan hijab baru ke wanita tersebut.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR-AZ) cabang Arizona, mengecam polisi universitas atas rekaman insiden tersebut dan kejadian serupa lainnya serta menyerukan penyelidikan penuh.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kebebasan beragama para pengunjuk rasa damai. Hal ini sangat menyedihkan bagi perempuan yang terkena dampak, dan Polisi ASU harus melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap masalah ini,” kata Direktur Eksekutif CAIR-AZ, Azza Abuseif, melalui email kepada CNN.

Sementara itu, pihak universitas dalam sebuah pernyataan kepada CNN, mengatakan, “Masalah ini sedang ditinjau,”. CNN juga telah menghubungi Kantor Kejaksaan Maricopa County untuk dimintai tanggapannya.

Lebih lanjut, beberapa orang dilaporkan ditahan dalam demonstrasi di Arizona State University pada hari Sabtu lalu.

Diketahui, aksi demo melanda kampus-kampus di seluruh negeri menyusul upaya polisi untuk membersihkan kamp pro-Palestina di Universitas Columbia, New York, yang mengakibatkan penangkapan lebih dari 100 mahasiswa.

Mahasiswa di beberapa negara lain termasuk Kanada, Australia, Perancis, dan Mesir, telah mengadakan demonstrasi di universitas mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!
HARGA MINYAK Naik Lagi di Tengah Keraguan Gencatan Senjata AS-Iran
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:53

PENYALAHGUNAAN Bio Solar Subsidi Dibongkar Reskrim Polresta Banjarmasin

Jumat, 17 April 2026 - 21:52

4 KORBAN Heli PK-CFX Teridentifikasi, Sisanya Tunggu Data Keluarga

Jumat, 17 April 2026 - 20:02

DELAPAN Penumpang Heli Jatuh Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal

Kamis, 16 April 2026 - 22:51

TERKAIT MORTIL, Dicek Gegana Brimob Polda Kalsel dan Dihancurkan

Kamis, 16 April 2026 - 22:18

DITEMUKAN BAHAN PELEDAK Mortil “81 Tampella” Peninggalan Zaman Perang di Kampung Arab

Kamis, 16 April 2026 - 21:52

TERUNGKAP P.elaku Percobaan Pemerkosaan di Rawasari, Korban Melawan

Kamis, 16 April 2026 - 20:51

KEJAGUNG Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto Tersangka Korupsi Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 19:32

RUPIAH Menguat Dipicu Ketegangan Geopolitik yang Mereda

Berita Terbaru

Kapal tanker berlayar di Teluk, dekat Selat Hormuz di tengah perang Iran vs AS-Israel. (REUTERS/Stringer)

Internasional

IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata

Jumat, 17 Apr 2026 - 22:18

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca