USUT TUNTAS Dugaan Penyimpangan dan Evaluasi Total dari Kasus Ratusan Siswa Keracunan ‘MBG’ di Banjar

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Usut tuntas dugaan penyimpangan dari kasus 130 siswa-siswi yang mengalami keracunan sajian Makan Bergizi Gratis (MBG)  berasal dari dapur  SPPG (Sentra Produksi Pangan Gizi) Tungkaran di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kemudian evaluasi menyeluruh demi menjamin keamanan dan mutu pelaksanaannya.

“Kami mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan secara profesional dan transparan, tapi jangan sampai rakyat jadi korban karena kelalaian atau dugaan penyimpangan. Ini harus diusut tuntas,” kata Ketua Kelompok Masyarakat Pemerhati Banua (KMPB), Bahauddin, Rabu (15/10/2025).Itu disampaikannya ketika bersama koalisi melakukan aksi di depan Kantor Bupati Banjar, menuntut pengusutan dugaan keracunan dan potensi korupsi dalam program MBG.

Kemudian perwakilan massa  melakukan audiensi diterima Pj Sekda Kabupaten Banjar, H. Ikhwansyah, Kapolres Banjar, Kadisdik Banjar dan Plt Kadinkes.

Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan terbuka, tanpa kesan ditutup-tutupi.

“Nyawa manusia lebih penting daripada progres serapan dana. Jangan jadikan program rakyat ini sebagai ladang bancakan,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.SiT

“Kami  juga minta agar pihak penyelenggara program menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, mengingat telah terjadi kasus keracunan massal,” tambahnya.

“KMPB juga mendorong agar aparat penegak hukum tetap memproses kasus tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan.

Evaluasi total oleh Badan Gizi Nasional dan Satgas MBG di semua tingkatan pusat, provinsi, hingga kabupaten agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Sisi lain disebutnya,, pemerintah daerah aktif memberikan usulan terkait rencana lokasi SPPG yang sesuai dengan tata ruang wilayah dan kondisi geografis.

Pemkab Banjar juga diharapkan dapat mengalokasikan dana APBD untuk mendukung percepatan penyediaan infrastruktur SPPG, termasuk perizinan bangunan yang sesuai ketentuan.

KMPB juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal dalam pelaksanaan program MBG.

Kalau bisa bahan-bahan seperti beras, ikan, dan ayam disuplai pelaku usaha lokal, seperti BUMDes, koperasi desa, dan UMKM Banjar. Dengan begitu, program MBG tidak hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga menggerakkan ekonomi daerah.

Koordinator Wilayah MBG Khusus Kabupaten Banjar, Sinta Aulia, yang hadir juga menyampaikan  permohonan maaf atas insiden

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Banjar adalah Hj. Liana Penny, S.T., M.S

Pengawasan akan ditingkatkan agar standar pelaksanaan benar-benar sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan Juknis (Petunjuk Teknis) yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :   KE MASJID HINGGA ZIARAH, Kapolresta Banjarmasin Teladani Jejak Raja Pertama Banjar Sultan Suriansyah

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Banjar H. Ikhwansyah, menerima aspirasi dari KMPB, dan  menjadi bahan evaluasi.

“Ini akan kami teruskan ke Badan Gizi Nasional. Intinya, program  tetap berlanjut, namun kita harus bersama-sama mengevaluasi agar tidak terulang lagi,” ucapnya.

Ikhwansyah menambahkan bahwa kejadian di Banjar menjadi pelajaran penting bagi seluruh daerah di Indonesia agar pelaksanaan program nasional seperti MBG bisa berjalan lebih aman, terukur dan tepat sasaran.

Kepemilikan

Sebelumnya, pasca kejadian, kepemilikan SPPG Tungkaran dipertanyakan. Dapur SPPG itu diduga milik Wakil Ketua DPRD Banjar Irwan Bora.

Pasalnya seperti dikutip detikKalimantan, pada Selasa (16/9/2025)  Irwan Bora meluncurkan dapur SPPG kedua miliknya di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Dapur SPPG ini merupakan unit kedua yang dikelola Irwan Bora, usai yang pertama telah berjalan di Sungai Ulin, Banjarbaru.

Pada sejumlah awak media, Irwan Bora mengakui SPPG itu adalah miliknya dan memperkerjakan puluhan karyawan di sekitar lokasi dapur.

Di minggu pertama, dapur itu menyediakan 1.500 porsi makanan. Lalu pada minggu kedua, makanan ditambah hingga 2.500 porsi.

Namun, usai kejadian keracunan,  Irwan Bora balik membantah dapur itu miliknya.

“Dapur di Tungkaran itu milik rekan kami, Haji Sawkani. Kami memang sering berdiskusi soal MBG, tetapi dapur saya ada di wilayah Sungai Ulin,” ucap Irwan, pada Sabtu (11/10/2025).

Namun, pernyataan itu dinilai tak seirama seperti pada saat peluncuran Dapur SPPG Tungkaran.

Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli

Salah satu narasumber menyebutkan dapur itu diresmikan Irwan Bora dan diakuinya pula sebagai milik Irwan Bora.

“Padahal waktu peresmian, dia mengakui itu miliknya. Dari wawancara ke beberapa media juga beliau terlihat menguasai data-data dari dapur itu, seperti itu memang miliknya,” ungkapnya. (*/ZI)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya
TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin
DUA KORPORASI TERSANGKA Karhutla Kalbar dan Kalteng, termasuk Satu PMA
TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B
KAPOLDA KALSEL Giat Salat Jumat Keliling dan Program Green Policing di Masjid
KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian
MAHASISWA ULM Pelajari Kerja DPRD Kalsel Lewat Legislative Visit
PROGRAM REBOISASI Pasca Karhutla, Didesak DPRD Kalsel Masuk Prioritas 2027

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:47

LISTRIK SERING PADAM, Peternak Lempar Ribuan Bangkai Ayam ke PLN Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:36

KASUS KORUPSI TAMBANG: Samin Tan Jalani Sidang Perdana Pekan Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:26

KORBAN KARHUTLA: Ditolak MK! Gugatan 4 Warga Palangka Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:01

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:30

TEKUK PERSIS SOLO 2-1, Barito Putera Kudeta Puncak Klasemen Grup B

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:44

KOLEKSI BERSEJARAH Baju Pangeran Antasari Menarik Perhatian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:52

GAGALKAN PENYELUNDUPAN Kendaraan Lintas Pulau, Hasil Sinergi Denpom Lanal dengan Polsek KPL Banjarmasin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:59

SARPRAS PERANG Cegah Karhutla untuk 13 Kabupaten

Berita Terbaru

(@detikKalimantan)

Kalsel

TENGGILING BESAR Ditemukan di Banjarmasin

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:14

Wamenko Pangan Hanif Faisol menyapa tim pemadam kebakaran di sela apel sekaligus pemantauan penanganan karhutla di Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). (Antara/M Arif Hidayat)

Kalteng

PENANGANAN KARHUTLA Dekat Bandara jadi Prioritas

Jumat, 30 Okt 2026 - 23:01