KEMENSOS Evaluasi Ratusan Penerima Bansos di Banjarmasin

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 22:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kadinsos Banjarmasin Jefrie Faransyah dan Sekdakot Banjarmasin Ichrom Muftezar saat menyerahkan bantuan sosial kepada warga, beberapa waktu lalu. (Foto: Antara/Sukarli)

Plt Kadinsos Banjarmasin Jefrie Faransyah dan Sekdakot Banjarmasin Ichrom Muftezar saat menyerahkan bantuan sosial kepada warga, beberapa waktu lalu. (Foto: Antara/Sukarli)

SuarIndonesia — Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan evaluasi ratusan penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), bahkan sejumlah penerima dicoret dari daftar penerima pada 2026.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Jefrie Fransyah di Banjarmasin, Senin (25/5/2026), mengungkapkan dari puluhan ribu penerima bansos di daerah itu yang ada pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial RI, ratusan diantaranya dievaluasi.

Ia mengatakan pada evaluasi triwulan pertama dan pemutakhiran data tahun 2026, sebanyak 200 penerima Bansos di kota ini yang dicoret atau tidak diberikan lagi bantuan.

“Dalam sistem tercantum keterangan penggunaan dana tidak sesuai peruntukkan, sehingga mereka dicoret,” ucapnya.

Indikasi, di antaranya penerima bansos terlibat dalam aktivitas judi online (judol).

“Kalau terindikasi judol, bantuan pasti diputus meskipun masuk dalam desil 1 sampai 5,” ujar Jefrie, dilansir dari AntaraKalsel.

Ia meminta penerima bansos dapat bijak menggunakan bantuan yang diberikan pemerintah untuk kesejahteraan keluarga.

Baca Juga :   TAHURA SA Ditutup Sementara untuk Percepat Penanganan Karhutla

“Jangan digunakan untuk hal-hal yang dilarang seperti Judol tadi,” katanya mengimbau.

Dinas Sosial Kota Banjarmasin, kata Jefri, mulai menjalankan piloting digitalisasi bansos melalui integrasi data sosial berbasis digital atau Perlindungan Sosial melalui Digital Public Infrastructure (DPI).

Menurut dia, program ini untuk mempercepat verifikasi, meningkatkan transparansi dan meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan.

“Semoga bansos tersalurkan tepat sasaran melalui agen perlindungan sosial (Perlinsos) yang secara sukarela melakukan plotting,” kata Jefri. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

LESTARIKAN SUNGAI, Ikan Sapu-Sapu jadi Sasaran Pengendalian Karantina Kalsel bersama Warga
SOROTI SILPA dan Belanja Pegawai Kesbangpol 2027, Dewan Minta Lebih Optimal
KETAHANAN Kalsel Fondasi Pertahanan Nasional Menghadapi Ancaman Modern
PANSUS DPRD Kalsel Sampaikan 21 Rekomendasi BBM Subsidi
27 RIBU Hektare Lahan di Kalsel Terbakar
KASUS BERDARAH Tewaskan Seorang Nelayan di Tembus Mantuil Terungkap, Tiga Pelaku Diringkus dan Ini Motifnya
GEGER TONGKAT BELATI di Kantor DPRD Kalsel, Seorang Pria Diperiksa Polisi
UNGKAP PENELANTARAN BAYI, Ayah dan Ibu Kandung Berstatus Pacaran Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00

KARHUTLA Ganggu Wisata Tanjung Puting

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:44

TIGA SARANG Orang Utan Ditemukan di Kebun Karet dan Rotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:35

TEMBUS 4.055, ISPU Palangka Raya Paling Berbahaya se-Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:30

JANGAN LENGAH Wanti-wanti Menhut Raja Antoni, Hujan Diprediksi Pertengahan November

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:22

MENHUT Raja Antoni Turun ke Kalsel, Pastikan Penanganan Karhutla Maksimal

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:11

ENAM Pelajar Palangka Raya Paparkan Inovasi Penyaring Air Gambut ke DPD RI

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:44

KAMPUNG NARKOBA Palangka Raya Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:38

TERSERANG ISPA: 47 Orang Utan Diterapi Nebulizer

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca