UNGKAPKAN Kekecewaan Lewat Seribu Lilin

UNGKAPKAN Kekecewaan Lewat Seribu Lilin

SuarIndonesia – Pasca terjadinya bentrok dalam aksi #SaveKPK Jilid II yang terjadi pada Kamis 24 Juni 2021 yang lalu. Sejumlah mahasiswa UIN Antasari menggelar aksi seribu lilin Sabtu, (26/06/2021) malam.

Aksi seribu lilin ini dimotori Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas.

Ketua DEMA FEBI Muhammad Yogi Ilmawan mengatakan aksi tersebut merupakan lanjutan dari respon mereka terhadap tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa Kalimantan Selatan .

Menurutnya, aksi seribu lilin ini adalah bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap matinya demokrasi di negeri ini.

“DPR hari ini selalu mengindahkan bertemu dengan para mahasiswa/masyarakat dan selalu ingin bertemu dengan para pejabat tinggi di negara ini. Padahal masyarakat yang patut menjadi prioritas utama mereka,” ungkap Yogi dengan nada kecewa saat dibincangi awak media.

Ia mengaku sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. Terlebih lagi ketika mereka ingin bertemu langsung dengan para wakil rakyat-nya untuk menyampaikan aspirasi selalu dihadapkan dengan aparat keamanan.

“Yang mana pada saat mahasiswa ingin bertemu langsung dengan para dewan pasti akan selalu dibenturkan dengan para aparat kepolisian yang patut dipertanyakan apakah hari ini polisi membela kebenaran atau membela penindas masyarakat?” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi Kesejahteraan Masyarakat DEMA FEBI Rizkon Hanafi mendesak agar mahasiswa di seluruh Indonesia turut mengambil peran atas apa yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Misalnya soal pelemahan KPK.

Hal ini mengingat, mahasiswa merupakan jembatan untuk menyampaikan pendapat dari masyarakat. Peran ini baginya harus dimaksimalkan.

“Sudah saatnya seluruh mahasiswa di Indonesia ini turun memenuhi jalanan di daerahnya masing-masing. Represifitas aparat kepolisian, jangan sampai kita takut dalam menyampaikan kebenaran,” desaknya.

Dia mengingatkan, negeri ini sedang tidak baik-baik saja harus ada perbaikan yang mana perbaikan tersebut lahir daripada gerakan mahasiswa. “Yang mana akan selalu ada dan berlipat ganda tegas,” pungkas Rizqon.

Hal yang tidak jauh berbeda disampaikan Wapresma UIN Antasari Arbani yang turut hadir dalam aksi. Dia berharap solidaritas mahasiswa semakin kuat dalam melawan segala ketidakadilan.

Dia juga berharap kepada mahasiswa, lebih khusus kepada para mahasiswa yang berkampus di Jakarta agar sesegeranya turut bersikap dan menyuarakan tentang pelemahan KPK.

“Bagi kami di daerah, gerakan kawan-kawan di pusat sangat diharapkan. Karena lebih dekat dengan pihak yang dituntut,” tandasnya. (SU)

 1,118 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: