SuarIndonesia -Menyusul pernyataan yang mencuat dari Ansharuddin pada saat debat publik terakhir Calon Bupati dan Wakil Bupati Balangan pada Sabtu,(28/11) lalu, berbuntut pada tak terimanya Syaifullah.
Wakil Bupati (Wabup) dan sekarang Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Balangan ini tak terima atas ucapan Paslon Ansharudin menyebutnya selama dua tahun setengah tidak pernah bekerja dan bertemu sebagai wakilnya.
Sebenarnya, Ansharuddin dan Syaifullah sejak dilantik pada Tahun 2016, awalnya berjalan harmonis.
“Kalau saya disebut tidak pernah kerja selama dua tahun, itu fitnah. Saya sangat tidak terima,” ujar Syaifullah lagi, ketika dicagat wartawan usai Shalat Zuhur di Masjid Raya Sabillal Muhtadin Banjarmasin, setelah ada kegiatan di Pemprov Kalsel, Selasa (1/12/2020).

“Saya sampai sekarang sudah dua tahun setengah tidak ketemu. Karena pak wakil tak pernah turun ke kantor,” ujar Ansharuddin saat menanggapi soal ketidak harmonisan hubungannya dengan wakil pada debat tersebut.
Menanggapi hal ini lagi, Syaifullah mengaku tak tinggal diam. “Tunggu langkah yang akan saya ambil. Karena ini menyangkut nama baik saya. Ini fitnah. Saya secara pribadi sangat tidak menerima,” ujar Syaifullah.
Syaifullah mengatakan, selama ini ia sudah bekerja dengan benar.
Bahkan telah menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati Balangan.
Salah satunya, soal upayanya meningkatkan APBD Balangan pada saat baru menjabat dengan berhasil meningkatkan royalti keuntungan dari sektor hasil pertambangan.
Bahkan lanjut Syaifullah tugas dan fungsi sebagai wakil bupati dalam pengawasan terus ia jalankan hingga saat ini.
Ia lantas bercerita pada awal-awalnya terpilih berdua, dan setelah dilantik dirinya sebagai wakil bupati selalu mengaungkan aksélerasi-akselerasi (proses mempercepat atau peningkatan pembangunan.
“Kalau perlu lompatan pembangunan. Setelah saya gaungkan akselerasi akselerasi itu tentunya dibutuhkan dana besar.
Saya memang bukan orang birokrat, tapi berlatar belakang pengusuha.
Kalau rancang-rancang tak ada dananya, ya percuma. Ibarat bahasa banjarnya runding-runding, kada baduit ya akhirnya mati dirundingan,” ucapnya.
Disebutnya, pada awal APBD Balangan sekitar 890 Miliar.“Saya kaget dan terpukul dengan APBD yang kecil itu. Karena itu mencari esensi akhirnya adakan rapat.
Di Balangan ini ibarat rumah kita di dalamnya perusahan raksasa yang omzetnya triliunan. Sementara kita yang punya rumah, APBD-nya segitu saja,” bebernya.
Ia sebagai wakil bupati minta izin pada pak bupati, meski di luar tupoksi dengan lasan ada hubungan dengan pihak pusat.
“Karena saat itu saya nilai tambang sepertinya ada pembiaran yang salah, dan ini harus dibenarkan. Akhirnya jauh ada peningkatan pendapatan daerah,” ceritanya.
Lainnya, selalu melakukan monitoring, hingga soal penaganan Covid-19, yang baru dibentuk, ini sejak dirinya sebagai Plt Bupati.
“Semua hanya gambaran sekelumit apa yang saja lakukan dan kerjakan sejak dilantik.
Lantas apa saya dibilang tak ada bekerja selama dua tahun setengah,” pungkas Syafullah. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















