UBAH Setting ADM Bakal Dilakukan Disdukcapil Lantaran Tak Optimal Cetak KTP

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina saat meresmikan mesin ADM yang diharapkan bisa mempermudah pelayanan pencetakan identitas (KTP), KIA dan Akta Lahir pada 1 Desember 2021 lalu.(Foto/Ist)

SuarIndonesia – Keluhan warga terkait operasional mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di gedung Menara Pandang akhirnya diklarifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjarmasin.

Kepala Disdukcapil Banjarmasin, Yusna Irawan mengaku, untuk sementara waktu operasional mesin yang katanya difungsikan untuk mempermudah urusan pencetakan kartu identitas tersebut dihentikan.

Hal itu dikarenakan, adanya proses integrasi dasar dari Pemerintah Pusat, semenjak diberlakukannya Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat.

“Sejak 19 Mei 2022 lalu diberlakukan SIAK Terpusat. Jadi kita hentikan sementara menunggu proses integrasi dasar ke ADM selesai,” ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (7/7/2022).

Akibat kondisi tersebut, Yusna pun lantas menyarankan agar pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) dilakukan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) terdekat yang ada di masing-masing kantor kecamatan.

“Masyarakat yang biasanya melakukan pencetakan di ADM, silakan ke UPT saja sementara waktu,” jelasnya.

Kendati demikian, dalam dua pekan ia mengaku, akan dilakukan setting ulang mesin ADM, namun gunanya hanya untuk mencetak Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akta Kelahiran.

“Jadi sistem barcode bisa langsung cetak di sana,” pungkasnya.

UBAH Setting ADM Bakal Dilakukan Disdukcapil Lantaran Tak Optimal Cetak KTP

Ia mengakui, selama ini proses pencetakan identitas kependudukan melalui mesin ADM terbilang cukup panjang.

Mengingat, sebelum bisa mencetak KTP maupun KK, warga harus mendapatkan PIN dari Disdukcapil.

“Kasihan warga harus bolak-balik. Maka kita sarankan ke UPT saja,” sambungnya.

Ia pun berencana memindah lokasi mesin ADM untuk memudahkan warga. Yakni antara di UPT atau di Mall Pelayanan Publik (MPP) yang bakal dibangun di kawasan Mitra Plaza.

“Yang jelas, kalau proses integrasi selesai maka akan kita fungsikan lagi,” tandasnya.

Sekadar diketahui, mesin ADM yang merupakan hibah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diresmikan pada 1 Desember 2021 lalu. Namun mesin ADM yang diharapkan bisa mempermudah urusan nyatanya tak beroperasi dengan maksimal.

Diungkapkan salah seorang penjaga parkir di kawasan Menara Pandang, Arul, petugas yang berada di ruang mesin ADM menurutnya tidak menentu datangnya.

Baca Juga :

SEKDAKO Akui ADM di Menara Pandang Tidak Berjalan Optimal

Untuk jam operasionalnya pun hanya sedari jam 9 pagi hingga jam 12 siang.

“Tapi ya begitu, lebih banyak tak ada petugasnya. Yang awal-awal peresmian saja ada terus petugasnya,” ucapnya.

Berbicara tentang operasionalnya, secara teknis warga tetap harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu ke petugas jaga mesin ADM atau bisa dengan mendatangi langsung kantor disdukcapil dan kantor kecamatan.

Lalu, karena mesin dijalankan dengan sistem online, maka si pendaftar harus memiliki email aktif. Di email itu nantinya, warga akan menerima barcode untuk masuk aplikasi dan mencetak kartu.

Selanjutnya, barcode tinggal ditempelkan saja di mesin ADM. Secara otomatis, langsung masuk ke aplikasi ADM dan kartu pun dicetak. Tapi tentu, harus didampingi petugas jaga. (SU)

 165 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!