SEKDAKO Akui ADM di Menara Pandang Tidak Berjalan Optimal

SuarIndonesia – Efektivitas mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang dipertanyakan warga akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman menjelaskan bahwa mesin ADM yang ada di lantai dasar gedung Menara Pandang, Siring Piere Tendean, Banjarmasin itu hanyalah sebagai alternatif saja.

“Pelayanan utamanya segala bentuk administrasi kependudukan dilakukan secara langsung,” jelasnya, pada Minggu (3/7/2022).

Ia lantas mencontohkan pelayanan dukcapil yang dilakukan dengan membuka stand di pusat-pusat keramaian atau dengan mobil pelayanan keliling, meski di hari libur, yakni, pada hari Minggu.

Hal itu sendiri diutarakan Ikhsan, seusai dirinya berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjarmasin, Yusna Irawan.

Kendati demikian, Ikhsan mengakui bahwa operasional mesin ADM itu tidak berjalan secara optimal dalam menjalankan sebagai fasilitas pelayanan masyarakat.

Dibeberkannya bahwa saat hendak mencetak berkas, mesin ADM yang ada ini masih harus memerlukan password atau pin yang hanya bisa diambil melalui petugas pelayanan di kantor kecamatan. Atau, langsung ke Disdukcapil.

“Ini berhubungan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpadu,” ungkapnya.

“Ada beberapa data yang perlu dilaporkan ke pemerintah pusat. Terkadang prosesnya bisa memakan waktu. Jadi lebih baik, pelayanan konvensional yang dimassifkan,” jelasnya.

Lebih jauh, berkaca dari hal itu, Ikhsan mengaku bakal mengusulkan agar nantinya mesin ADM diletakan di kantor kecamatan atau disdukcapil saja. Atau kalaupun bila mesinnya diperbanyak, diletakan di titik yang dekat dengan kantor kecamatan.

“Rencana saya seperti itu, supaya pelayanan menggunakan mesin ADM ini bisa maksimal,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, mesin ADM ini adalah merupakan hibah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang operasionalnya diseremonialkan pada 1 Desember 2021 lalu.

Namun sayangnya mesin ADM itu nyatanya tak beroperasi dengan maksimal. Berulang kali dari hasil pantauan, tak ada petugas jaga di ruangan mesin ADM, yang berada persis di bawah tangga gedung Menara Pandang itu.

Padahal di pintu ruangan itu sendiri tertera tulisan, operasional setiap hari kerja. Dari jam 9 pagi hingga jam 1 siang.

Diungkapkan salah seorang penjaga parkir di kawasan Menara Pandang, Arul, petugas yang berada di ruang mesin ADM menurutnya tidak menentu datangnya.

Untuk jam operasionalnya pun hanya sedari jam 9 pagi hingga jam 12 siang.

“Tapi ya begitu, lebih banyak tak ada petugasnya. Yang awal-awal peresmian saja ada terus petugasnya,” ucapnya.

Berbicara tentang operasionalnya, mesin ADM dioperasikan dengan sistem online. Mesin itu mampu mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akte Kelahiran.

Tapi sebelum itu, secara teknis warga tetap harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu ke petugas jaga mesin ADM atau, bisa dengan mendatangi langsung kantor disdukcapil dan kantor kecamatan.

Lalu, karena mesin dijalankan dengan sistem online, maka si pendaftar harus memiliki email aktif. Di email itu nantinya, warga akan menerima barcode untuk masuk aplikasi dan mencetak kartu.

Selanjutnya, barcode tinggal ditempelkan saja di mesin ADM. Secara otomatis, langsung masuk ke aplikasi ADM dan kartu pun dicetak. Tapi tentu, harus didampingi petugas jaga.

Dengan mesin ADM, prosesnya diklaim cukup cepat. Kartu dicetak dalam waktu dua sampai tiga menit. (SU)

 148 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!