SuarIndonesia – Sudah menjadi pemandangan biasa, penyalahgunaan trotoar di Banjarmasin hingga kini terus terjadi. Bahkan mulai dari sepeda motor hingga mobil naik di trotoar yang seharusnya untuk pejalan kaki.
Bahkan menindaki itu, saat ini Dinas PUPR Kota Banjarmasin memasang ‘tunggul’ bollard atau pengaman di jalur trotoar.
Sedikitnya ada 30 titik bollard dipasang di trotoar Jalan Ahmad Yani, dengan total keseluruhan ada 120 biji.
Kepala Bidang Jalan dan PJU Dinas PUPR Banjarmasin Ir H Chandra, ratusan bollard yang berbentuk batang di tengah trotoar itu. Selain pengamanan, bollard juga berfungsi membantu kaum disabilitas.
“Ada sekitar 120 stand bollard, tersebar di 30 titik. Satu titiknya ada empat stand bollard,” ujarnya.
Kendaraan roda dua yang melintas di trotoar memang kerap dikeluhkan para pejalan kaki.
Sebab, mereka tidak bisa berjalan dengan nyaman. Pemko juga memasang beberapa rambu anyar di Jalan Karet. Mulai larangan berhenti, larangan parkir, dan pembatasan jam untuk truk. Rambu baru tersebut disebar ke sejumlah titik.
Demikian, lanjutnya, komitmen Pemko melindungi dan memberi kenyaman bagi masyarakat ketika berada di ruang publik. Salah satunya dengan memasang bollard-bollard di jalur trotoar Jalan Ahmad Yani.
Selain berfungsi melindungi para pejalan kaki dan pada difabel. Desain bollard yang menarik itu juga semakin mempercantik trotoar jalan di Kota Pahlawan.
“Dipasang bollard itu supaya para pengendara roda dua (R2) tidak naik, sehingga para pejalan kaki dan kaum disabilitas merasa nyaman dan aman saat berjalan,” terangnya.
Selain memasang bollard di jalur trotoar, Pemko juga mengadakan lampu taman disertai kursinya. Harapannya, fasilitas demikian bisa digunakan warga kota seribu sungai.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















