Suarindonesia – Mengawali tahun tahun 2019 di bulan Januari sampai sekarang sudah tiga orang yang dinyatakan positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banjarmasin dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ulin Banjarmasin.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarmasin, dr Dwi Atmi mengatakan sudah ada tiga kasus DBD yang terjadi pada bulan Januari di Banjarmasin.
Selain ada yang positif memang ada beberapa pasisn yang belum positif artinya gejala DB dan ketahanan tubuhnya kuat sehingga mereka rawat jalan dan sehat lagi.
“Meski ada tiga kasus namun pemerintah melalui Dinkes Kota Banjarmaisn sigap dalam menangani dan Alhamdulillah tertolong untuk tiga korban tersebut. Namun harus menjalani perawatan terlebih dahulu sebelum benar-benar pulih dan boleh dibawa pulang,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (23/1) siang.
Dikatakan, Dwi Atmi dengan diterimanya laporan dari tiga kasus, Dinas Kesehatan terus meningkatkan upaya pencegahan melalui penyemprotan fogging agar dapat memberantas keberadaan nyamuk aedes aegypty.
“Memang akan kami tingkatkan terus upaya pencegahan, menyemprotkan fogging ke berbagai pelosok di pemukiman, terlebih kawasan padat penduduk untuk menghindari serangan nyamuk yang menyebabkan DBD ini,” terangnya.
Ditanya soal usia korban yang mengalami DBD di Banjarmasin? Dwi Atmi hanya menjawab bervariasi.
Soal rinci usia Dwi Atmi enggan menyebutkan. “Yang pasti sudah ditangani dengan baik dan Alhamdulillah selamat semua,” ujarnya.
“Saya berharap tidak ada lagi korban, dan meminta kepada masyarakat tetap waspada, agar senantiasa menghindari dari tempat yang banyak digeromboli oleh nyamuk. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” katanya.
Dari catatan meskipun yang dinyatakan positif tiga l, tetapi tahun 2018 ada beberapa warga yang menerangkan positif DB dan akhirnya meninggal.
Namun demikian tak masuk dalam laporan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin karena rumahnya dukanya di Handil Bakti.
Kemudian yang banyak dirawat di rumah sakit memang ada yang positif dan ada juga yang negatif.
Karena itulah, diharapkan dengan kondisi yang masih musim panas dan hujan tetap diharapkan meningkatkan kewaspadaannya, demikian Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarmasin, dr Dwi Atmi.(SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















