TIGA SISWA Terpaksa Ulangan via Daring Karena Berada di Luar Kota

TIGA SISWA Terpaksa Ulangan via Daring Karena Berada di Luar Kota

SuarIndonesia – Sejumlah satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Banjarmasin, hari ini mulai melaksanakan Penilaian Akhir Sekolah (PAS). Satu di antaranya, yakni SMPN 1 Banjarmasin.

Di sekolah itu ujian dibagi menjadi dua sesi, pertama khusus kelas tujuh dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 WITA, sedangkan khusus kelas delapan dari pukul 10.00 sampai pukul 12.00 WITA.

Dijelaskan Kepala SMPN 1 Banjarmasin, Drs H Gusti Khairur Rahman, pihaknya telah menyediakan sebanyak 22 ruangan.

“Sejumlah ruangan itu menampung sebanyak 362 siswa kelas tujuh dan 305 siswa kelas delapan. Kami hanya menggunakan 50 persen dari kapasitas ruangan,” katanya. Senin (7/6/2021).

Gusti mengimbau kepada para siswanya agar datang ke sekolah sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan.

“Siswa memang sudah diimbau supaya datang ke sekolah jadwal pelaksanaan, supaya tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.

Kendati demikian dalam pelaksanaan PAS itu ternyata ada tiga siswa, yang melaksanakan PAS secara daring, alias tidak hadir ke sekolah.

Menurut Kepala SMPN 1 Banjarmasin, Drs H Gusti Khairur Rahman, ketiga siswa tersebut merupakan siswa kelas delapan yang masing-masingnya masih berada di luar Kota Banjarmasin.

“Ada yang katanya masih di Balikpapan, Surabaya dan Palangkaraya, sehingga kami fasilitasi mereka PAS secara daring,” ujarnya.

Gusti menjelaskan, meski ketiga siswa tersebut melaksanakan PAS secara daring, namun soal maupun durasi ujian tetap menyesuaikan jadwal sekolah.

“Jadi semua sama, soalnya sama, jam mulainya sama, hanya saja dia mengerjakannya tidak di sekolah,” pungkasnya.

Sementara PAS di SMP Negeri 6 Banjarmasin, terlihat antusias peserta didik melaksanakan yang cukup tinggi.

Terbukti dengan banyaknya orang tua murid yang turut andil mengantar anaknya ke sekolah sedari pagi.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan, SMPN 6 Banjarmasin, H.M Yustan Adli menerangkan bahwa, sebanyak 500 murid SMPN 6 dari kelas 7 dan 8, mengikuti PAS ini.

“Yang mengikuti PKK ini ada 2 Kelas. Kelas 7 jumlah siswanya 280 orang dan 9 rombongan belajar. Sedangkan kelas 8 jumlah siswanya 300 orang, dengan jumlah rombongan belajarnya 10,” ungkapnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 20 ruang kelas, untuk pelaksanaan ujian secara tatap muka ini.

“Kami sudah menyiapkan 20 kelas, karena kapasitasnya dibagi 2. itu semua cukup untuk melaksanakan PAS tatap muka dengan kapasitas maksimal 50 persen per satu ruangan,” katanya.

Sama halnya di SMP Negeri 1, pelaksanaan PAS di SMP Negeri 6 Banjarmasin ini juga dibagi menjadi dua sesi. Pertama dari pukul 08.00 hingga 09.30 WITA khusus siswa kelas 7, kemudian dari pukul 10.30 sampai 12.00 WITA khusus siswa kelas 8.

“Pelaksanaan PAS ini kita bagi 2 sesi. Jadi ada jeda sekitar 1 jam nantinya untuk sterilisasi kelas juga,” beber Yustan.

Ditanya jika nantinya ada peserta didik yang tidak bisa melaksanakan ujian dikarenakan sakit atau diluar kota? Menyikapi itu Yustan mengaku pihaknya sudah menyiapkan sistem ujian secara susulan ataupun Dalam Jaringan (Daring).

“Siswa yang tidak bisa berhadir karena halangan seperti sakit dan di luar kota, kita bisa fasilitasi. Pertama kita jadwalkan panitia untuk PAS tatap muka di sekolah. Kedua kita fasilitasi yakni secara online. Jadi tidak ada masalah siswa untuk tidak mengikuti PAS ini,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan PAS di SMPN 6 Banjarmasin, pihaknya menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh dengan thermo gun di pintu masuk sekolah. (SU)

 323 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: