Suarindonesia – Upaya Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan wakilnya H Hermansyah untuk melakukan percepatan pembangunan akhirnya membuahkan hasil. Pasalnya, tiga proyek strategis dalam lanjutan pembangunan Rumah Sakit Sultan Surainsyah Kota Banjarmasin kini mulai kontrak kerja.
Demikian juga lelang pekerjaan penataan trotoar sepanjang Jalan A Yani juga sudah ada pemenangnya meskipun masih tahap sanggah.
Begitu juga pembangunan Jembatan Tata Bangkal yang selama ini ditunggu-tunggu masyarakat sudah mulai kontrak pada perusahaan PT Handasari Lestari dengan nilai Rp8,499 miliar, sehingga diharapkan mulai Juli sudah dikerjakan apakah Jembatan Tata Bangkal maupun lanjutan Pembangunan Rumah Sakit yang menjadi proyek strategis kepemimpinan Walikota H Ibnu Sina dan Wakilnya H Hermansyah.
“Alhamdullilah kita sudah mulai kontrak pemenang pembangunan Rumah Sakit pada PT Tiga Emas Mitra Selaras dengan nilai Rp75 miliar untuk lanjutan pembangunan tahap III yang diharapkan 24 September Rumah Sakit Sultan Suriansyah milik Pemko akan dioperasional,’’ ucap Kabag Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemko Banjarmasin, Ir H Joko Pitoyo kepada awak media, di Banjarmasin, Kamis (20/06/2019) siang.
Dengan begitu, proyek prioritas RS era kepemimpinan Walikota H Ibnu Sina dan Wakilnya H Hermansyah yang dijadwalkan rampung pembangunan 24 September diharapkan bisa diselesaikan pekerjaan siang malam yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Banjarmasin tahun 2019, dipastikan rampung. Karena kini sudah mulai kontrak dalam pelaksanaan pekerjaan.
Bahkan proyek pembangunan dengan pagu sebesar Rp75 miliar lebih ini, tahun 2018 memang pekerjaan tersebut sempat gagal lelang yang dikarenakan tak ada kontraktor yang menawar. Tetapi dengan pembenahan dan penyempurnaan di tahun 2019, kini hasil pemenangnya sudah tayang di wibesite LPSE Pemko Banjarmasin.
Mantan Sekretaris PUPR Kota Banjarmasin juga memaparkan sampai sekarang ini Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sudah berhasil melelang 84 proyek yang sumber dananya APBD maupun DAK yang sudah dilelang dan 40 proyek masih dalam proses lelang di LPSE sehingga kini masih sekitar 52 proyek yang ada di SKPD dan persiapan masuk LPSE.
Joko juga mengatakan sesuai Permen PUPR No 7 tahun 2019 tentang, standar dan pedoman pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah ada aturan yang mensyarakat K3 dalam proses pelelangan. Hal inilah yang menjadikan adanya perbaikan dalam persyatan lelang yang mengharuskan pelampiran berkas K3. Meskipun demikian semua pekejaan lelang kini sudah berjalan normal diharapkan akan segera rampung.
Ia juga mengatakan bahwa selama ini kerjasama antara SKPD dan Pokja yang melakukan proses dan pengimputan untuk dilakukan tayang di wibesite sudah berjalan baik dan lancar. “Karena itulah baik pengumuman dan prosesnya semuanya dan kemajuan pelelangan bisa dicek langsung pada wibesite LPSE termasuk pemenang lelangnya,’’ ujar Kabag Pelayanan Pengadaan Pemko Banjarmasin ini.
Begitu juga proyek.
Bahkan kini proses lelang lanjutan pembangnan trotoar ramah difabel di Jalan A Yani maupun pembangunan Depo Arsip yang tahun 2018 gagal lelang kini sudah ada pemenangnya. Dan memang masih belum kontrak karena dalam masa sanggah sehingga semuanya ada di tayangan wibesite lpse.banjarmasinkota.go.id , demikian Kabag Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemko Banjarmasin, Ir H Joko Pitoyo. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















