TIGA Orang Utan Dilepasliarkan di TNBBBR

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 20:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasliaran tiga individu orang utan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Dok YIARI)

Pelepasliaran tiga individu orang utan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. (Foto: Dok YIARI)

SuarIndonesia — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melepasliarkan tiga individu orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) ke kawasan TNBBBR.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane di Ketapang, Kamis (18/12/2025), menyebutkan tiga orang utan itu, bernama Badul, Korwas, dan Asoka.

Mereka merupakan individu hasil rehabilitasi yang sebelumnya dititiprawatkan oleh BKSDA Kalbar ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI, Desa Sungai Awan Kiri, Kabupaten Ketapang.

Ia mengatakan pelepasliaran ini wujud komitmen bersama dalam konservasi keanekaragaman hayati, khususnya orang utan kalimantan.

Pelepasliaran ini, katanya, bukan sekadar memindahkan orang utan dari pusat rehabilitasi ke habitat alaminya, tetapi memberi kesempatan Badul, Korwas, dan Asoka untuk hidup dan beraktivitas secara alami di alam bebas.

“Kami berharap mereka dapat hidup sejahtera dan berkembang biak sehingga turut menambah populasi orang utan kalimantan,” katanya.

TNBBBR dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena memiliki tutupan hutan yang masih baik, ketersediaan pakan alami yang melimpah, serta tingkat gangguan manusia yang relatif rendah.

Selain itu, di bawah pengawasan rutin melalui patroli Balai TNBBBR sehingga dinilai aman bagi keberlangsungan hidup orang utan.

Kepala Balai TNBBBR Persada Agussetia Sitepu menyatakan pelepasliaran ini bagian dari upaya penguatan fungsi kawasan taman nasional sebagai habitat alami satwa liar yang berkelanjutan.

Pelepasliaran itu, katanya, melalui proses terencana dan berbasis kajian kesesuaian habitat, daya dukung kawasan, serta kesiapan satwa hasil rehabilitasi.

“Resort Mentatai dipilih karena kondisi hutannya masih sangat mendukung,” katanya.

Setelah pelepasliaran, Balai TNBBBR bersama mitra memantau secara berkala untuk memastikan proses adaptasi berjalan optimal. Pemantauan meliputi pergerakan satwa, perilaku mencari pakan, pembuatan sarang, serta interaksi dengan lingkungan sekitar.

Proses pelepasliaran ini diawali dengan perjalanan panjang tim gabungan yang harus menempuh jalur darat, sungai, dan penjelajahan hutan selama sekitar tiga hari dari Pusat Rehabilitasi YIARI menuju lokasi pelepasliaran di kawasan TNBBBR.

Baca Juga :   PERUSDA Aneka Usaha Digeledah Kejati Kalbar

Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat desa penyangga yang berperan sebagai porter kandang, sekaligus bagian upaya menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian masyarakat terhadap orang utan dan hutan di sekitarnya.

Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam kegiatan tersebut.

Menurut dia, keberhasilan pelepasliaran hasil dari proses panjang penyelamatan, rehabilitasi, dan perawatan intensif.

“Setiap individu orang utan yang kembali ke hutan adalah kabar baik bagi masa depan keanekaragaman hayati Indonesia. Dukungan BKSDA Kalimantan Barat, TNBBBR, serta masyarakat sekitar kawasan menjadi kunci agar hutan tetap menjadi rumah yang aman bagi orang utan,” kata Oscar mengutip AntaraNews, Kamis (18/12/2025).

Manager Animal Management YIARI drh Andini Nurillah menjelaskan aspek kesehatan menjadi fondasi utama sebelum pelepasliaran. Seluruh orang utan telah melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan, mulai dari pemeriksaan fisik, penunjang medis, penimbangan bobot badan, hingga verifikasi identitas melalui mikrocip.

“Badul, Korwas, dan Asoka menunjukkan kondisi fisik yang baik, kesehatan stabil, serta perilaku yang mendukung keberhasilan hidup di alam liar,” katanya.

Setelah dilepasliarkan, tim gabungan YIARI dan BTNBBBR melanjutkan pemantauan untuk memastikan ketiga orang utan mampu beradaptasi, mencari pakan secara mandiri, membuat sarang, serta mempertahankan perilaku liar di habitat baru.

Orang utan memiliki peran ekologis penting sebagai penyebar biji dan penjaga keseimbangan ekosistem hutan. Kehadiran individu hasil rehabilitasi di TNBBBR diharapkan memperkuat populasi orang utan kalimantan dalam jangka panjang sekaligus menjaga kelestarian hutan di kawasan tersebut. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China
3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla
WALHI KALIMANTAN: Ancaman Karhutla di Indonesia Masih Tinggi
KELANGKAAN Solar Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar
SATGAS Perbatasan Gagalkan Penyelundupan 2.253 Butir Telur Penyu
KORBAN DEEPFAKE Vulgar Merasa Trauma dan Kehilangan Rasa Aman
KEMENKES: Ada 23 Kasus Hantavirus dalam 3 Tahun Terakhir, Ada yang di Kalbar
BKSDA-YIARI Translokasikan Orang Utan

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:16

KASUS Eks Bupati Kukar Berlanjut, Pejabat Kemenkeu Dipanggil KPK Jadi Saksi

Senin, 25 Mei 2026 - 23:09

DUA GADIS Asal Medan Diamankan, Diduga akan Dijual ke China

Senin, 25 Mei 2026 - 23:02

KASUS K3: JPU Tuntut Eks Wamenaker Noel 5 Tahun Penjara

Senin, 25 Mei 2026 - 22:48

DUA IKON Daerah di Kalteng Ditetapkan jadi Kawasan Berbasis KI

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:50

LAHAN JADI TAMBANG, Warga Adat Barut Ajukan Banding ke PTUN-MA

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:42

PECATAN Polisi Bawa Kabur Mobil

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:33

3 PROVINSI di Kalimantan Rawan Karhutla

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:47

MOMENTUM BERSEJARAH Kesepakatan Hibah Pembangunan Rindam XXII/TB, Begini Penyataan Mayjen TNI Zainul Arifin

Berita Terbaru

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2026 Eduart Wolok (kiri) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Antara/Sean Filo M)

Headline

SNBT 2026: 256.369 Peserta Lulus

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:28

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca