TERANCAM Taliban, Prancis Evakuasi 5 Wanita Afghanistan

- Penulis

Senin, 4 September 2023 - 23:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wanita Afghanistan. (ndtv.com)

Ilustrasi wanita Afghanistan. (ndtv.com)

SuarIndonesia — Pemerintah Prancis mengumumkan evakuasi lima wanita Afghanistan yang ‘terancam oleh Taliban’ yang kini berkuasa di negara itu. Kelima wanita Afghanistan tersebut akan ditampung oleh Paris, setelah berulang kali seruan pembentukan koridor kemanusiaan untuk wanita Afghanistan yang dikucilkan dari kehidupan publik.

Seperti dikutip detikNews dari AFP, Senin (4/9/2023), sejak kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021, Taliban menerapkan penafsiran hukum Islam yang ketat, dengan wanita menjadi yang paling terdampak dari aturan yang disebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai ‘apartheid gender’.

Kaum perempuan dan wanita di Afghanistan dilarang mengakses pendidikan di sekolah-sekolah menengah atas dan universitas, serta dilarang mengunjungi taman, pameran dan gimnasium.

Wanita juga dilarang bekerja untuk badan-badan PBB atau LSM, dengan ribuan wanita dipecat dari pekerjaan pemerintah dan dipaksa tinggal di rumah.

Kepala otoritas imigrasi Prancis, Didier Leschi, menuturkan kepada AFP bahwa evakuasi wanita-wanita Afghanistan itu dilakukan berdasarkan perintah presiden.

“Perhatian khusus diberikan kepada para perempuan yang terancam oleh Taliban karena mereka memegang posisi penting dalam masyarakat Afghanistan… atau memiliki kontak dekat dengan Barat,” sebut Leschi.

“Ini menjadi kasus bagi lima wanita yang akan tiba hari ini,” ucapnya dalam pernyataan pada Senin (4/9) waktu setempat.

Wanita-wanita Afghanistan yang ditampung Prancis itu mencakup mantan direktur universitas, mantan konsultan LSM, mantan presenter televisi dan guru di sekolah rahasia yang ada di Kabul. Salah satu wanita itu juga didampingi oleh tiga anak.

Baca Juga :   PILPRES AS 2024: Donald Trump Menang!

Kelima wanita yang dievakuasi ke Prancis ini sebelumnya tidak bisa meninggalkan Afghanistan melalui transportasi udara ke negara-negara Barat ketika Taliban mulai berkuasa tahun 2021 lalu. Mereka kabur ke Pakistan untuk mencari perlindungan sementara.

Dari sana, sebut Leschi, otoritas Prancis mengatur proses evakuasi mereka. Begitu wanita-wanita Afghanistan itu tiba di Prancis, mereka akan didaftarkan sebagai pencari suaka dan diberi tempat tinggal sementara, sembari permohonan status pengungsi mereka dipertimbangkan otoritas setempat.

Lebih lanjut, Leschi mengatakan bahwa evakuasi semacam itu ‘kemungkinan akan terulang kembali’ untuk wanita-wanita Afghanistan lainnya dengan profil serupa.

Namun, kepala LSM Prancis Terre D’Asile, Delphine Rouilleault, menyebut evakuasi itu ‘bukan hasil keputusan politik’ namun diupayakan ‘setelah perjuangan keras’ untuk mendapatkan visa bagi wanita-wanita itu.

Kelima wanita itu awalnya akan ditempatkan di sebuah pusat yang dikelola oleh Terre D’Asile, yang selama berbulan-bulan mengevakuasi lebih banyak perempuan dari Afghanistan yang menghadapi situasi serupa. Rouilleault menyatakan ‘ratusan’ perempuan Afghanistan kini ‘bersembunyi’ di Pakistan. (*/UT)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

22 BIKSU Bawa 110 Kg Ganja dari Thailand, Ditangkap di Sri Lanka
IRAN: Selat Hormuz Dibuka Penuh Selama Gencatan Senjata
KAPAL TANKER Iran Lolos Blokade AS Usai Lintasi Selat Hormuz
ARAB SAUDI Desak AS Cabut Blokade di Selat Hormuz
CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz
BAC 2026: Korea Selatan Juara Umum
PERUNDINGAN Iran-AS tak Tercapai ‘Kesepakatan’
SELAT HORMUZ Ditutup Iran Lagi, Gegara Israel!

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:49

SEORANG BURUH di Banjarmasin Ancamkan Pisau dan Cabuli Anak Tiri, Berakhir Dicokok Polisi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:36

KEMENDAGRI: DESLab untuk Edukasi Pemilu Digital

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30

ROBI HERBAWAN Ditunjuk Menjadi Kabais TNI

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20

KEMENHAJ Larang JCH Tur Kota sebelum Puncak Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:54

UU IMIGRASI Disosialisasikan Anggota DPR RI Pangeran Khairul Saleh pada Masyarakat Banua Lawas Tabalong

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:48

JCH Diminta Manfaatkan Aplikasi Kawal Haji

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:41

PRESIDEN PRABOWO Ingin Semua Lembaga Direformasi, Termasuk Polri

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:07

REVISI UU Anti-Monopoli untuk Hadapi Dinamika Ekonomi Digital

Berita Terbaru

Tim SAR setelah mengevakuasi empat jasad ABK korban gas beracun di Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (7/5/2026). (Foto: Kantor SAR Banjarmasin)

Kalsel

TIM SAR Evakuasi Jasad Empat ABK TB Samudra Jaya 1

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:51

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca