Suarindonesia – Adanya bebrrapa dugaan yang tak beres, kemudian massa tergabung dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Islam dan Forum Rakyat Pembela Bangsa dan Negara (Forpeban), datangi Kejati Kalsel disambut Kasi Penkum Kejati Kalsel Makhpujat SH, Kamis (31/1).
Dinjaya selaku Ketua Forpeban menyerahkan data terkait dugaan indikasi adanya tindak pidana.
“Ini kita serahkan data permulaan terkait pembangunan Embung di Liang Anggang yang nilai pagunya sebesar Rp3,3 Miliar tahun anggaran 2018,’’ ujar Dinjaya.
Dengan data tersebut pihak kejaksaan diharapakan bisa melakukan penyelidikan untuk menggali proses proyek tersebut.
“Kita berharap pihak kejaksaan dapat mengusutnya sampai tuntas,’’ ujarnya.
Selain itu di depan Kejati Kalsel, massa dimotori H Hasan juga melakukan orasi yakni berisikan himbauan agar jangan mudah terpropokasi oleh oknum oknum yang tidak bertanggungjawab.
Menurut Hasan, saat ini kondisi perpolitikan dalam situasi cukup memanas.
Namun masyarakat diharapkan jangan mudah terbawa atau terhasut akan suasana politik saat ini.
Mengingat tahun ini akan dilaksanakannya pemilu serentak baik Pilpres, Pileg maupun anggota DPD, yang hanya menyisakan waktu beberapa hari lagi.
“Warga Kalsel khususnya Banjarmasin bercermin pada peristiwa pahit tanggal 23 Mei 1997 silam tentu tak akan dilupakan,’’ ucapnya.
Oleh karena itu, ditengah situasi politik yang mulai panas menjelang Pilpres dan Pileg serentak pada 17 April 2019 mendatang ormas Pemuda Islam Kalsel dan LSM Din Jaya berharap pesta demokrasi kali ini berjalan aman dan damai .
Bahkan mereka meminta anggota di DPRD untuk mensosialisasikan kepada konstituen atau pemilihnya pemilu yang damai tanpa ada Hoax dan isu-isu yang memecah belah.
“Kita juga tadi mendatangi DPRD Provinsi dan disana disambut oleh Supian HK, dan kita meminta agar anggota dewan mensosialisasikan pemilu damai,’’ tambah Hasan. (ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















