TARIAN Babukung, Ritual Kematian Adat Dayak Tomun

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 21:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Babukung dari Kalimantan Tengah. (Foto: laman Kemenpar/MMC Kalteng)

Tradisi Babukung dari Kalimantan Tengah. (Foto: laman Kemenpar/MMC Kalteng)

SuarIndonesia — Babukung adalah tradisi kematian masyarakat Dayak Tomun. Guna memberikan bantuan material sekaligus menghibur keluarga duka, masyarakat Dayak Tomun hadir sembari menari mengenakan topeng. Namanya luha, ialah topeng tradisional yang biasanya menyerupai wajah hewan.

Para penari yang disebut bukung, akan meliukkan tarian dengan mengenakan luha. Tari-tarian ini kemudian disebut dengan istilah Babukung.

Keindahan gerak tari, keunikan irama musik, dan keeksotisan topeng tersebut kemudian dilestarikan. Di Kalimantan Tengah, ritual ini kemudian diadopsi menjadi sebuah festival yang digelar setiap tahun dalam rangka pelestarian budaya sekaligus mendorong geliat pariwisata, terutama di Kabupaten Lamandau.

Tentang Tarian Babukung

Dirangkum dari arsip catatan detikcom dan laman resmi Kementerian Pariwisata, tarian Babukung atau habukung merupakan budaya khas Kalimantan Tengah, tepatnya berasal dari Kabupaten Lamandau dan merupakan adat dari masyarakat Dayak Tomun. Babukung dulu dikenal sebagai ritual kematian Suku Dayak Tomun dan dalam agama Kaharingan.

(Foto: laman Kemenpar/MMC Kalteng)

Tarian ini merupakan ritual yang kerap kali ditampilkan saat terdapat anggota masyarakat yang meninggal. Biasa dilaksanakan dengan angka ganjil yaitu minimal 3 malam, 5 malam, 7 malam, atau seterusnya sesuai dengan kemampuan.

Babukung adalah tarian yang menggunakan topeng dengan karakter hewan tertentu yang oleh warga setempat disebut Luha. Sedangkan para penarinya disebut Bukung.

Tarian ini dipentaskan dengan tujuan menghibur keluarga yang sedang berduka, sembari menyerahkan bantuan. Bukung-bukung biasanya datang dari desa tetangga atau kelompok masyarakat di sekitar rumah warga yang mengalami kedukaan.

Babukung adalah tarian ritual dalam upacara kematian yang merupakan bagian dari kekayaan budaya dan adat Lamandau. Seiring berjalannya waktu, tradisi Babukung yang awalnya merupakan upacara pengiring arwah leluhur, kini terus diperkenalkan kepada masyarakat luas sebagai bagian dari kekayaan budaya dan adat khas Lamandau, Kalimantan Tengah.

Makna Tradisi Babukung

Bukan cuma sebagai ritual kematian, tari Babukung kini ditampilkan di festival sebagai wujud menjaga sikap adat gotong royong, empati dan kesetiakawanan terhadap masyarakat di Lamandau.

(Foto: laman Kemenpar/MMC Kalteng)

Hal tersebut dicerminkan dari tarian ini yang berusaha menghibur dan membantu anggota keluarga yang ditinggalkan dengan tarian dan musik yang dilakukan. Setiap karakter hewan memiliki perbedaan dalam iringan musik yang menghantarkannya.

Baca Juga :   RUANGAN Sekda Pulpis Digeledah Terkait Dana Hibah Pesparawi

Masyarakat yang menari pun turut memberikan berbagai bantuan baik berupa sembako, hewan ternak, ataupun hal-hal lainnya yang dapat meringankan beban para anggota yang ditinggalkan. Tak hanya menyuguhkan tarian dengan topeng yang indah, tetapi penggunaan topeng ini pun memiliki makna filosofis yang cukup dalam bagi masyarakat.

Saat babukung dan mendengar ada kabar ada yang meninggal melalui suara gong yang dipukul, mereka akan turun untuk membantu. Supaya tidak tau siapa yang membantu, maka mereka menggunakan luha.

Ketika ada anggota masyarakat Dayak penganut Kaharingan yang meninggal, para Bukung biasanya datang dari desa lain atau dari kelompok masyarakat tertentu untuk memberikan hiburan bagi keluarga yang berduka. Mereka melakukannya dengan menabuh alat musik dan menari sambil menyerahkan berbagai bentuk sumbangan, seperti uang, bahan makanan, hingga hewan ternak seperti babi atau ayam.

Upacara Babukung memiliki tujuan untuk menolak serta menyerap roh-roh jahat di sekitar lokasi, sehingga tidak mengganggu perjalanan arwah yang baru wafat maupun arwah yang sedang menjalani prosesi Tiwah.

Tarian Babukung dilakukan saat mengiringi upacara penguburan, bisa juga sebelum mayat dikubur, maupun saat ada upacara Tiwah. Adat ini dari dulu masih terjaga dan dipraktikkan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Lamandau.

Ritual ini sering dijumpai pada beberapa daerah di Kalimantan Tengah yang masih kental dengan agama Kaharingan, seperti Kabupaten Katingan dan Kabupaten Lamandau. Namun dalam perkembangannya terdapat penurunan dari masyarakat yang mempraktikkannya, karena beralih kepercayaan.

Maka Pemerintah Daerah berusaha untuk merawat dan mengenalkan tradisi babukung yang memiliki nilai-nilai budaya yang sangat tinggi. Setiap desa, kelurahan dan kecamatan di Lamandau menggelar event babukung setiap tahunnya. Bahkan hingga sampai saat ini Tari Babukung ini selalu menjadi langganan di Kalender of Event dari Kementerian Pariwisata. (detikKalimantan)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi
KEJURNAS 2026: 3 Atlet Panjat Tebing Kobar Lolos Wakili Kalteng
KELOMPOK ORANG UTAN Naik Bus, Ternyata Lagi Pindah ‘Sekolah’
MAHASISWA Ditemukan Tewas Gantung Diri
PALANGKA RAYA Calon Percontohan Kota Antikorupsi
KEMENDIKDASMEN Revitalisasi 100 Sekolah Pada 2026
AMARAH BERUJUNG MAUT, Habisi Rekan di Lokasi Tambang Emas
EMBARKASI Banjarmasin Siap Sambut Kepulangan Jemaah Haji 2026

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:21

AKSI TAWURAN Kelompok Remaja di Tembus Mantuil, Pelaku Diamankan Polresta Banjarmasin

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:32

KAYU HALABAN Dikembangkan untuk Komoditas Unggulan Kalsel

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:25

HARI LINGKUNGAN HIDUP, Setwan Kalsel Bersihkan Got Tersumbat

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:56

KECELAKAAN MAUT di Lintasan S Parman Banjarmasin, Renggut Nyawa Seorang Perempuan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:23

GERAKAN INDONESIA ASRI, Polda Kalsel Bersinergi Pemprov Aksi Bersih-bersih Bantaran Sungai Martapura

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:21

KEJATI KALSEL Pemulihan Keuangan Negara 7 Miliar Lebih Insiden Tertabraknya Konstruksi Jembatan Pulau Laut

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:42

PERKARA EKS KAJARI HSU Terungkap Modus Penyelidikan Dana Hibah Pilkada 2024 Senilai 32 Miliar Dikelola KPU

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:56

TEMUAN MAYAT PEREMPUAN, Polisi ‘Kantongi’ Nama Terduga Pelaku

Berita Terbaru

Rubrik opini

Memelihara Harapan, Catatan Hendry Ch Bangun

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:30

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr Abdul Mu’ti, bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud membaur dengan kepala sekolah pada peresmian 102 satuan pendidikan yang selesai direvitalisasi di Kaltim. (Foto: Adpim Kaltim)

Kaltim

102 SEKOLAH Hasil Revitalisasi Diresmikan

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:53

Basarnas dan tim gabungan evakuasi dua pemuda hilang di hutan Desa Bagugus Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalteng. (Foto: Basarnas Palangka Raya)

Kalteng

DUA PEMUDA HILANG di Hutan Bagugus Dievakuasi

Jumat, 5 Jun 2026 - 20:48

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca