CEGAH KARHUTLA, Warga Diminta Doa Bersama Minta Hujan

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

Foto ilustrasi. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

SuarIndonesia — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meluas seiring berlangsungnya musim kemarau. Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolda sebagai bentuk ikhtiar spiritual yang diharapkan dapat terkabul. Doa juga beriringan dengan langkah-langkah nyata yang dilakukan pemerintah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk bersama-sama berdoa memohon agar Allah SWT menurunkan hujan sebagai rahmat bagi daerah kita. Semoga dengan turunnya hujan, ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, musim kemarau yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah membutuhkan perhatian dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Selain memperkuat upaya mitigasi di lapangan, doa bersama dinilai menjadi ikhtiar batin agar kondisi alam segera membaik.

Kapolda Kalteng, Irjen Iwan Kurniawan (Foto: Istimewa)

“Kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat,” kata Iwan Kurniawan, melansir dari detikKalimantan.

Di sisi lain, Polda Kalteng terus mengintensifkan patroli di kawasan rawan karhutla, melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan instansi terkait untuk mempercepat penanganan apabila muncul titik api.

Kapolda berharap perpaduan antara ikhtiar lahir melalui langkah-langkah pencegahan dan ikhtiar batin melalui doa bersama dapat membawa keberkahan bagi Kalimantan Tengah.

“Semoga segala upaya yang kita lakukan dapat menjaga kelestarian lingkungan, mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, serta melindungi kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat,” pungkasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 241 hotspot terpantau di seluruh kabupaten dan kota hingga Senin (27/7/2026) pukul 18.00 WIB. Dari jumlah tersebut, terjadi 21 kasus karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 44,96 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan seluruh personel gabungan bersama dukungan sarana udara terus bekerja untuk mencegah kebakaran meluas di tengah meningkatnya titik panas di sejumlah daerah.

Baca Juga :   KOTA SAMPIT Berpotensi Terdampak Kabut Asap

“Berdasarkan data hingga 27 Juli 2026 pukul 18.00 WIB, terpantau sebanyak 241 hotspot di Kalimantan Tengah dengan 21 kejadian karhutla dan total luas lahan terbakar 44,96 hektare. Seluruh personel gabungan bersama dukungan sarana udara terus melakukan pemantauan dan penanganan secara cepat agar kebakaran tidak meluas,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Dalam operasi penanganan karhutla, BPBD mencatat sebanyak 238 personel gabungan masih disiagakan dan didukung empat unit helikopter. Hingga saat ini belum dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta belum ada kasus penegakan hukum yang tercatat dalam periode pelaporan tersebut.

“Kabupaten Pulang Pisau menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 77 titik. Posisi berikutnya ditempati Lamandau dengan 42 titik, Sukamara 31 titik, Kapuas 22 titik, Palangka Raya 15 titik, Katingan 14 titik, dan Gunung Mas 10 titik,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan jumlah kejadian karhutla, Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni lima kejadian. Disusul Palangka Raya dengan empat kejadian, Kapuas tiga kejadian, serta Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Barito Selatan masing-masing dua kejadian.

“Untuk luas lahan yang terbakar, Kotawaringin Timur juga menjadi daerah terparah dengan total 17,72 hektare. Selanjutnya Kapuas 9,193 hektare, Seruyan 8 hektare, Kotawaringin Barat 3,1 hektare, Palangka Raya 2,78 hektare, Gunung Mas 1,95 hektare, Sukamara 1,5 hektare, Barito Selatan 0,6 hektare, dan Pulang Pisau 0,12 hektare,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, BPBD mencatat sebanyak 58.495 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Meski demikian, belum terdapat laporan kasus diare, tidak ada sekolah yang diliburkan, serta rumah oksigen maupun mobil oksigen belum dioperasikan. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WARGA Kobar Males Antre di SPBU, Terpaksa Beli Eceran Pertalite Rp 22 Ribu per Botol
MAKLUMAT Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan oleh Kapolda Kalteng
PEMADAMAN LISTRIK Beruntun, Gubernur Kalsel Tuntut Janji PLN hingga Usulkan GM Diganti
GUNCANG KALIMANTAN ! Gubernur Cup Road to Pangdam 2026, Puluhan Klub Terbaik Kalteng Vs Kalsel Berebut Mahkota Juara
SH, Nenek 70 Tahun Diduga Edarkan Sabu
PENANGANAN Karhutla Dilakukan Cepat dan Responsif
DITETAPKAN TERSANGKA Delapan Pembakar Lahan
KOTA SAMPIT Berpotensi Terdampak Kabut Asap

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:43

BELANJA DAERAH Diproyeksi Melonjak 10,504 Triliun, DPRD Kalsel Kawal APBD Perubahan 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:27

KASUS TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa Tujuh Saksi

Senin, 27 Juli 2026 - 19:58

BGN Larang SPPG Gunakan Gas Melon dan Beras Subsidi

Senin, 27 Juli 2026 - 16:05

DIMUSNAHKAN Narkotika Senilai 33,8 Miliar, Selamatkan Hampir 300 Ribu Jiwa

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:43

KEMENKES Terapkan Efisiensi Pengadaan Obat dan Rombak Sistem Akreditasi RS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:51

PEMADAMAN BERGILIR Kembali Terjadi, Tim Advokasi : Gugatan Segera Dirampungkan dan Direksi PT PLN Harus Bertanggung Jawab

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:30

FEBRIE Adriansyah Ditahan Kejagung!

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37

POLRI: Bhabinkamtibmas tidak Berwenang Pungut Pajak

Berita Terbaru

Foto ilustrasi. (Foto: SI/UT/Gemini.Ai)

Kalteng

CEGAH KARHUTLA, Warga Diminta Doa Bersama Minta Hujan

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:49

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca