SuarIndonesia – Puluhan jemaah umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel), yang telantar di Jeddah Arab Saudi, Bambang Heri Purnama, turut membantu kepulangan ke tanah air.
Ada 38 jemaah, mayoritas dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan Tabalong, yang dietahui diberangkatkan Travel Syakira Tour.
Para jemaah telah beberapa hari telantar akibat tanpa kepastian pihak travel, yang tak mampu memenuhi kewajiban pemulangan.
Pemerintah Indonesia bersama perwakilan di Arab Saudi mulai memfasilitasi kepulangan mereka ke Tanah Air.
Selain menyediakan tempat menginap dan konsumsi, pemerintah juga mengupayakan proses pemulangan para jemaah.
Anggota DPR RI asal Kalsel, Bambang Heri Purnama, turut turun tangan membantu pencarian tiket pesawat agar seluruh rombongan dapat segera kembali ke Indonesia.
Perwakilan jemaah, Muhammad Rifani, mengatakan bantuan mulai mengalir setelah pihaknya berhasil berkomunikasi dengan Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda.
Menurutnya, Rifqinizamy kemudian menghubungkan para jemaah dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah sehingga pemerintah dapat segera mengambil alih penanganan.
“Dari komunikasi itu akhirnya pemerintah memberikan fasilitas berupa penginapan dan makan untuk seluruh jemaah,” ucapnya, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 waktu Arab Saudi, petugas Kementerian Haji menjemput seluruh jemaah dan membawa mereka ke Kantor Urusan Haji atau Wisma Haji di Makkah.
Selama menunggu kepulangan, seluruh kebutuhan dasar jemaah telah dipenuhi, mulai dari tempat menginap hingga konsumsi.
Bambang bantu seluruh biaya tiket kepulangan para jemaah, sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Para jemaah dijadwalkan bertolak dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menuju Banjarmasin setelah seluruh proses pemesanan tiket rampung.
Tim yang berada di Arab Saudi juga terus melakukan koordinasi agar keberangkatan seluruh jemaah berjalan sesuai jadwal. Bambang menegaskan, bantuan yang diberikan murni didasari rasa kemanusiaan.
Menurutnya, para jemaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah sehingga sudah sepatutnya dapat kembali ke Tanah Air dengan aman tanpa harus menunggu kepastian yang berlarut-larut.
““Saya tidak ingin para jemaah terlalu lama terlantar di Arab Saudi. Mereka datang untuk beribadah dan sudah seharusnya bisa kembali ke Tanah Air dengan aman.
Karena itu, saya berinisiatif membantu proses pemulangan mereka menggunakan dana pribadi sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” ujar Bambang.
Iatu juga menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama dalam pengawasan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali dialami masyarakat.
Bambang menjelaskan, saat ini dirinya memang berada di Arab Saudi bersama keluarga dalam rangka perjalanan pribadi sejak 24 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Keberadaannya di lokasi membuat proses koordinasi dengan berbagai pihak dapat dilakukan lebih cepat sehingga pemulangan para jemaah segera memperoleh kepastian.
Ia berharap seluruh jemaah dapat tiba di Banjarmasin dalam keadaan sehat dan selamat. Di sisi lain, Bambang mendorong pihak berwenang mengusut penyebab keterlantaran puluhan jemaah tersebut.
Termasuk memberikan perlindungan hukum kepada para korban apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. (*/ZI)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















