WARGA Kobar Males Antre di SPBU, Terpaksa Beli Eceran Pertalite Rp 22 Ribu per Botol

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi penjual bensin eceran. (Foto: SI/UT/@Gemini.Ai)

Foto Ilustrasi penjual bensin eceran. (Foto: SI/UT/@Gemini.Ai)

SuarIndonesia — Antrean panjang dan kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih terjadi di sejumlah SPBU di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Warga pun memilih alternatif dengan membeli Pertalite eceran, meski harganya mencapai meningkat drastis.

Seperti di kawasan Simpang Runtu, Kecamatan Pangkalan Lada, harga Pertalite eceran melonjak hingga Rp 22 ribu per botol. Meski mahal, bensin tetap terjual karena warga enggan menghabiskan waktu berjam-jam mengantre di SPBU.

Salah seorang pengendara, Reni, mengaku tidak memiliki pilihan lain. Ia membeli Pertalite botolan agar bisa segera melanjutkan perjalanan.

“Kalau beli di SPBU ngantrinya minta ampun. Terpaksa beli Pertalite botolan Rp 22 ribu supaya bisa jalan,” ujar Reni dikutip detikKalimanatan, Selasa (28/7/2026).

Reni mengatakan, saat itu penjual hanya memiliki stok Pertalite. Menurutnya, jika yang tersedia hanya Pertamax, biaya yang harus dikeluarkan tentu akan lebih besar lagi.

“Kebetulan yang jual nggak ada Pertamax. Apa jadinya kalau per botol Pertamax,” katanya sambil menggelengkan kepala.

Fenomena Pertalite botolan seharga Rp 22 ribu kini menjadi pemandangan yang mudah ditemui di Simpang Runtu. Banyak pengendara yang enggan terjebak antrean panjang memilih membeli BBM eceran agar aktivitas mereka tetap berjalan, meski harus mengeluarkan biaya lebih mahal.

Panjangnya antrean kendaraan di SPBU turut mendongkrak permintaan BBM eceran. Situasi tersebut dimanfaatkan sebagian pedagang dengan menjual Pertalite per botol jauh di atas harga biasanya.

Baca Juga :   POLEMIK BBM di Kobar, Pengelola SPBU Ungkap Modus Barcode Ganda

Sejumlah warga mengaku sebenarnya keberatan dengan harga tersebut. Namun kendaraan tetap dibutuhkan untuk bekerja, mengantar keluarga, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga mereka terpaksa membeli BBM eceran.

“Kami berharap pemerintah dan Pertamina segera menormalkan distribusi BBM di Kotawaringin Barat. Mereka ingin antrean di SPBU segera berkurang sehingga tidak lagi dipaksa membeli Pertalite eceran dengan harga yang dinilai sangat memberatkan,” keluhnya.

Hingga Selasa (28/7/2026) pagi antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kotawaringin Barat. Warga berharap persoalan pasokan BBM dapat segera diatasi agar kebutuhan bahan bakar kembali terpenuhi dengan harga yang wajar.

Sementara itu Pemkab Kobar masih mencari solusi yang tepat demi mengurai antrean panjang di SPBU dan melakukan pengawasan di tingkat pengecer.

“Kita akan aktifkan satgas BBM supaya penyaluran BBM subsidi aman dan tepat sasaran,” ujar Wabup Kobar Suyanto beberapa waktu lalu. (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa
TANGANI KARHUTLA, 100 Personel Brimob Mabes Polri Dikerahkan
UTAMAKAN Tindakan Preemtif dan Preventif pada Operasi Patuh Intan 2026
SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura
KAPOLDA KALSEL, Gagas Forum Rektor dan “Crisis Center” Atasi Karhutla, Ciptakan Kamtibmas hingga Mendukung Pendidikan Unggul
SINERGI KAMTIBMAS Forkopimda Kalsel bersama Para Pimpinan Perguruan Tinggi, Begini Penekanan Kapolda
KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden
OPERASI PATUH INTAN 2026 Polresta Banjarmasin Kerahkan 85 Personel, ETLE Dioptimalkan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06

BELUM LAPORKAN BO, 700 Ribu Badan Usaha Masih Diblokir Kemenkum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:10

KONTEN KREATOR Bobon Santoso, Aksi Sosial “Kuali Merah Putih” untuk Relawan Karhutla di Kalsel dan Salurkan Bantuan Presiden

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:16

BANTUAN BERAS untuk 33,2 Juta Penerima Desil 1

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:06

LIGA 2 CHAMPIONSHIP: Barito Putera Kandaskan PSBS Biak 3-0

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21

KASUS EMPAT PELABUHAN: KPK Periksa Mantan Kepala KSOP Samarinda

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:13

26 OKTOBER, Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:08

243 ORANG dan 13 Korporasi jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Dansatbrimob cek lokasi kebakaran hutan di TN Tanjung Puting setelah hujan turun. (Foto: Polda Kalteng)

Kalteng

TNTP DIGUYUR HUJAN DERAS, Bara Api Masih Tersisa

Senin, 26 Okt 2026 - 22:06

Relawan pemadam karhutla di Martapura sujud syukur begitu hujan turun. (Foto: Istimewa)

Kab. Banjar

SUJUD SYUKUR Relawan Karhutla saat Hujan di Martapura

Senin, 26 Okt 2026 - 21:46

Sebanyak 15 pesawat dikerahkan untuk menjalankan operasi modifikasi cuaca yang difokuskan di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, guna mengantisipasi serta menanggulangi potensi bencana hidrometeorologi seperti kebakaran hutan dan lahan maupun banjir. (Foto ilustrasi: SI/UT/Gemini.Ai)

Nasional

BMKG: 15 Pesawat Dikerahkan untuk OMC di Tiga Provinsi

Senin, 26 Okt 2026 - 20:36

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca