SATGAS DARAT Kunci Kendalikan Karhutla

- Penulis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (kanan) memberikan semangat kepada para petugas pada kunjungan kerja meninjau penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Antara/Tumpal Andani A)

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (kanan) memberikan semangat kepada para petugas pada kunjungan kerja meninjau penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Antara/Tumpal Andani A)

SuarIndonesia — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menekankan operasi satgas darat menjadi kunci mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena setiap titik api harus segera dipadamkan sebelum meluas.

“Seluruh satgas harus meningkatkan operasi darat dan tidak mengandalkan penanganan karhutla melalui udara sebagai upaya utama mengendalikan kebakaran,” katanya saat meninjau penanggulangan karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026).

Menurut dia, kondisi cuaca panas membuat api lebih cepat menyebar sehingga kecepatan personel di lapangan menjadi faktor penting untuk mencegah karhutla berkembang ke wilayah yang lebih luas.

“Sekecil apa pun api harus segera dipadamkan melalui patroli darat, karena apabila kebakaran sudah membesar dan meluas maka penanganan menjadi lebih sulit serta memerlukan dukungan helikopter water bombing (pengebom air),” ujarnya.

Dia mengingatkan petugas tidak terlalu percaya diri setelah api berhasil dipadamkan, karena penanganan belum selesai apabila proses pendinginan belum dilakukan secara menyeluruh.

Ia meminta seluruh area yang terbakar terus dibasahi dengan memaksimalkan sumber air yang tersedia hingga benar-benar dipastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali, khususnya pada lahan gambut seperti di Kalsel.

Selain memperkuat operasi lapangan, ia menekankan pentingnya meningkatkan koordinasi antar-lembaga serta segera menyampaikan kebutuhan dukungan kepada kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) apabila terdapat kekurangan personel, peralatan, maupun kebutuhan lain dalam penanganan karhutla.

Ia meminta pemerintah daerah melakukan upaya terbaik dengan memperkuat koordinasi agar setiap kejadian karhutla dapat ditangani secara cepat, efektif, dan terkendali.

Dia juga menegaskan keselamatan personel satuan tugas harus menjadi prioritas utama dengan memastikan setiap operasi dikendalikan pimpinan di lapangan yang memperhitungkan kondisi api, arah angin, dan aspek teknis lainnya.

“Intinya adalah jangan sampai ada korban, utamakan keselamatan petugas di lapangan,” kata Djamari.

Karhutla di Kalsel-Kalteng terkendali

Sementara itu, dilansir dari Antara, Djamari Chaniago optimistis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terkendali melalui kolaborasi lintas instansi serta kesiapan modifikasi cuaca.

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (kiri) memberikan keterangan saat meninjau penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Antara/Tumpal Andani A)

“Yang saya lihat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan tentang titik kebakaran, saya merasa optimistis bahwa ini bisa dipadamkan karena semua dukungan tidak ada kesulitan, semua bisa dikerahkan,” katanya saat meninjau penanggulangan karhutla di Banjarbaru, Kalsel, Sabtu (1/8/2026).

Ia menyampaikan optimisme itu setelah melihat langsung petugas gabungan di lapangan melakukan pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah dan dilanjutkan ke kawasan Peramuan Ujung, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan di pos lapangan.

Baca Juga :   PULUHAN JEMAAH UMRAH Kalsel Telantar di Jeddah, Bambang Heri Purnama Turun Tangan Bantu Kepulangan ke Tanah Air

“Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah penanganan, mulai dari operasi pengintaian hingga operasi modifikasi cuaca yang dapat segera dilaksanakan ketika kondisi atmosfer memenuhi persyaratan untuk penyemaian awan,” katanya.

Menurut dia, operasi modifikasi cuaca dapat dilakukan menjelang sore apabila kondisi mendukung, sedangkan apabila peluang muncul pada malam hari, pelaksanaannya cukup dikoordinasikan dengan pihak bandara agar pesawat dapat diterbangkan menjalankan misi penyemaian awan.

Dia menilai modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat penanganan karhutla karena hujan buatan diharapkan mampu membantu memadamkan titik api sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Ia menegaskan penanganan karhutla tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah, aparat, relawan, media massa, dan masyarakat, mengingat persoalan lingkungan juga berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.

Oleh karena itu, Djamari mengajak masyarakat mendukung upaya pemadaman dan tidak menghambat petugas di lapangan serta meminta seluruh unsur, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Manggala Agni, aparat keamanan, dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah berlangsung lebih cepat dan efektif.

Penanganan karhutla dilalukan sejak dini

Selanjutnya, Menko Polkam Djamari Chaniago meminta jajaran instansi terkait melalukan penanganan cepat untuk mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meluas.

Salah satu upaya yang disarankan Djamari yakni memadamkan titik api yang masih kecil sebelum api tersebut meluas.

“Saya yakin bahwa kita semua ingin menyelesaikan masalah (karhutla) ini. Pantau terus jangan sampai ada titik api lagi, kita lebih baik menyelesaikannya pada saat (titik api) masih kecil,” kata Djamari saat meninjau posko penanganan Karhutla di Kabupaten Pulau Pisau, Kalteng, Jumat (31/7/2026).

Menurut Djamari memadamkan titik api yang masih kecil akan lebih efektif mencegah karhutla dibanding memadamkan api yang sudah terlanjur membesar di lahan kering.

Namun, lanjut Djamari, untuk memadamkan titik api sebelum menyebar, diperlukan penanganan yang cepat dan langkah antisipasi yang tepat dari seluruh instansi terkait. (*/ut)

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

DITETAPKAN Lima Tersangka Karhutla dan 10 Korporasi dalam Penyidikan Polda Kalsel
PENANGANAN KARHUTLA di kawasan Ring 1 Bandara Syamsuddin Noor Terus Diintensifkan Tim Gabungan
JAJARAN GABUNGAN Do’a Bersama Semoga Korban KM Virgo Segera Ditemukan
SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin
GUBERNUR Muhidin Bagi Per Blok Penanganan Karhutla
CAIRAN Surfaktan Disiapkan Polda Kalsel Produksi Jumlah Lebih Banyak
BASARNAS: Hari Kelima Pencarian Posisi Kapal Virgo Semakin Tenggelam
MR X Tergeletak Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:32

KARHUTLA Kalteng: 28 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 16 September 2026 - 21:17

AKIBAT Karhutla, ISPU Kapuas Tembus 722

Rabu, 16 September 2026 - 21:11

PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring

Rabu, 16 September 2026 - 20:53

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ

Selasa, 15 September 2026 - 21:02

KARHUTLA Kalteng Capai 9.440 Ha, Status Darurat Hingga Akhir September

Selasa, 15 September 2026 - 20:32

799.440 Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

Senin, 14 September 2026 - 21:12

API Karhutla Diburu Pakai X-Fire

Berita Terbaru

Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar. (detikKalimantan)

Hukum

3 TERSANGKA Karhutla Terancam Bui 10 Tahun

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:50

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca