TAMBANG EMASI ILEGAL di Kawasan Hutan Riam Kiwa Banjar Digerebek Tim Gabungan

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuarIndonesia – Tambang emas Ilegal di Kawasan Hutan Produksi wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kayutangi, daerah Riam Kiwa Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan digerebek petugas gabungan Polisi Kehutanan (Polhut), Polres Banjar dan Kodim 1006 Banjar.

Semua setelah adanya laporan masyarakat terkait aktivitas penambangan liar di kawasan hutan produksi.

Tim gabungan menuju lokasi dengan menggunakan sepeda motor trail menyusuri medan berbukit dan tepian sungai, sementara pemantauan udara menggunakan drone.

Dari hasil pemantauan, petugas menemukan adanya aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan tersebut.

Namun saat tim tiba di lokasi, para penambang kemungkinan telah melarikan diri lebih dulu.

“Kita temukan sembilan titik lanting dan pondok sebanyak sembilan buah. Itu digunakan basecamp mereka (penambang ilegal) untuk menyedot pasir dan melakukan menambang emas,” kata Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem Dishut Kalsel, Rudiono Herlambang, Kamis (28/5/2026).

Para penambang sudah kabur lebih awal sebelum petugas dating. Tampak ponton dan lanting yang diduga merusak kawasan hutan tertinggal oleh penambang itu di lokasi.

“Tim gabungan tiba, pendulang sudah kabur. Kami cek lanting dan poton yang dijadikan bascamp itu berada di atas seungai di tepian salah satu aliran sungai Riam Kiwa,” ujar Rudiono.

Rudiono bilang para pelaku meninggalkan berbagai jejak aktivitas tambang di lokasi. Sejumlah ponton, lanting, hingga perlengkapan tambang berada di atas aliran sungai kawasan Riam Kiwa.

Baca Juga :   AKSI SADIS Seorang Paman Habisi Bocah Ponakannya hingga Bacok Ibu Korban dan Warga

Saat operasi berlangsung, petugas juga melakukan penindakan terhadap penemuan sejumlah alat tambang.

Pihaknya memusnahkan beberapa peralatan di lokasi agar tidak dapat tergunakan kembali, sementara alat yang masih memungkinkan menjadi barang bukti oleh polhut.

Adapun temuan barang antara lain pipa penyedot pasir berukuran 18 inci, mesin dumping, spiral, karpet tambang emas, dan perlengkapan pendukung lainnya.

“Sebagian lanting kami hancurkan di tempat, kami juga ada menenggelamkan alat. Sementara agar tidak bisa menggunakan lagi mesin kami isi pasir,” terangnya.

Berdasarkan informasi warga yang melapor, sebagian pelaku penambangan ilegal berasal dari Puruk Cahu, Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzahra, menambahkan berkaca dari temuan tersebut pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan monitoring terhadap aktivitas penambangan emas ilegal, khususnya yang masuk kawasan hutan.

“Kegiatan patroli akan terus ditingkatkan untuk mencegah kerusakan kawasan hutan akibat aktivitas penambangan ilegal.

Kami perintahkan KPH setempat untuk melakukan patroli dan pengawasan secara berkala,” tegas Fathimatuzahra.(RW)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM
HELIKOPTER Water Bombing Dioptimalkan Tangani Karhutla
TKD BERKURANG, Anggaran Dinas PUPR Kalsel 2027 Anjlok 800 Miliar
PATROLI HUMANIS Perkuat Kedekatan dengan Warga Sungai Miai Dalam
DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah
DIGELEDAH Dinkes Banjar, Puluhan Dokumen dan Satu Alat Bukti Elektronik Disita
SUPORTER Spanyol Bahagia Timnya Juara Dunia 2026
PERKUAT KEBANGSAAN, DPRD Kalsel Sosialisasi Pancasila di Desa Liyu

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:24

FESTIVAL Kuliner Banua Berikan Dampak Positif bagi UMKM

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:05

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:56

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:52

DIUPAYAKAN Penerbangan Umrah Langsung ke Jeddah

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:42

KPK: Bupati Lombok Barat LAZ dan Dua Orang jadi Tersangka Korupsi

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:29

PENGUMUMAN Hasil Seleksi SPMB SNT 3 Agustus 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 21:08

KORUPSI Pembiayaan Batu Bara Rugikan Negara Rp38 Miliar

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:19

SEPAKATI Banggar DPRD Kalsel dan TAPD Pendapatan Daerah 2027 Sebesar 8 Triliun

Berita Terbaru

Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi (kedua dari kanan) dan para komisioner Komisi Kejaksaan RI memantau langsung penanganan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: HO-Komisi Kejaksaan RI)

Hukum

KOMJAK Pantau Langsung Penanganan Perkara Febrie

Rabu, 22 Jul 2026 - 20:05


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers setelah upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Foto: Antara/Genta Tenri M)

Nasional

SUDARYONO Dilantik sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Rabu, 22 Jul 2026 - 19:56

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca