TAK TERIMA ‘CUITAN’ di Medsos, Anak Maestro Anang Ardiansyah Layangkan Somasi ke Seorang Seniman Banua

TAK TERIMA ‘CUITAN’ di Medsos, Anak Maestro Anang Ardiansyah Layangkan Somasi ke Seorang Seniman Banua
Riswan Irfani (kanan) dan Nasrullah

SuarIndonesia – Riswan Irfani, salah satu anak sang maestro lagu banjar, Anang Ardiansyah, tak terima adanya cuitan (tanggapan), yang dinilai pencmeanan nama baik.

Dirinya tersinggung atas cuitan itu dan somasi Mukhlis Maman, tak lain salah satu seniman di banua ini.

Riswan Irfani, anak ketiga Alm Anang Ardiansyah, tinggal di Jalan Sadewa VI Bumi Pemurus Permai Kelurahan Pemurus Banjarmasin, telah layangkan somasi beberapa hari lalu.

“Namun hingga kini tak ada tanggapan. Rencananya somasi kedua akan saya kirim,  jika tak diindahkan maka akan melanjutkan ke Kepolisian,” kata Riswan kepada wartawan, Kamis (19/11) sore.

Sementara Mukhlis Maman dihubungi wartawan tentang itu hanya ucap No Comment.

Lebih lanjut Riswan Irfani saat itu didampingi Nasrullah, penulis buku ‘Abah Raja Ai’, atas semua telah menguasakan somasi ke pengacaranya, Syamsul Hadi SH dan telah berkonsultasi hukum.

“Iya somasi ke Mukhlis Maman tentang ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Dimana, salah satu dugaan ujaran kebencian dibuat pada Minggu (8/11) pada kolom jawaban dari respon seseorang. Dimana Mukhlis menjawab dalam Bahasa Banjar,” tambahnya.

Ia sebut salah satunya seperti ini. “Perlu duit inya itu, tapi bajual karya kuitan”.

“Ini saya menangkap konotasinya menyinggung perasaan,” tegasnya lagi.

Karena sebagai anak atau ahli waris Almarhum Anang Ardiansyah sebagai maestro lagu Banjar.

“Saya telah mencoba konfirmasi di FB yang bersangkutan menanyakan apa maksudnya dan minta pendapat.

Tapi malah satu hari kemudian di-block. Dengan sikap block ini tak ada niat untuk mengkonfirmasi atau beri konfirmasi atau permintaan maaf.

Yah kami ke kuasa hukum untuk berdiskusi dan akhirnya dilakukan surat somasi,” ujarnya lagi.

Surat somasi dilakukan terhitung sejak 12 November dan hingga kini 7 hari somasi tak ada respons.”Kita layangkan somasi sekali lagi,” ujarnya.

Ditanya jika tak dihiraukan. Riswan mengatakan akan laporan ke Unit Siber Dit Reskrimsus Polda Kalsel, karena ini menyangkut UU ITE

Sementara Nasrullah, yang sama-sama satu project dalam kegiatan dengan Riswan Irfani mengatakan, memang kalau menyebutkan menjual karya ‘kuitan’ (orang tua,red), ini sudah keterlaluan.

“Kami sudah ibarat kata sudah berdarah-darah untuk mengangkat karya Anang Ardiansyah, baik soal buku, lagu dan laijnya, malah tanggapan negatif,” ujar Nasrullah, yang juga salah satu Dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Diketahui, nama maestro lagu banjar Anang Ardiansyah, hingga kini masih melekat di benak dan tak sedikit tembang emas berbahasa banjar dilantunkan seniman bahari hingga remaja milenial masa kini.

Kirpah perjalanan semasa hidupnya, kini sudah dituangkan dalam bentuk biografi karya dua penulis banua, yakni Riswan Irfani yang tak lain salah satu anak sang maestro dan seorang penulis aktif Nasrullah yang bukunya diberi judul ‘Abah Raja Ai’

Biografi kisah selama hidupnya yang berkiprah mencipta lagu diabadikan menjadi sejarah dalam bentuk buku.

Sedikitnya ada 123 karya lagu yang terabadikan dalam karya tulis yang tahap pertama ini dicetak sebanyak 300 eksemplar. (ZI)

 

 

 555 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: