TAK TERIMA ‘CUITAN’ di Medsos, Anak Maestro Anang Ardiansyah Layangkan Somasi ke Seorang Seniman Banua

- Penulis

Kamis, 19 November 2020 - 23:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riswan Irfani (kanan) dan Nasrullah

SuarIndonesia – Riswan Irfani, salah satu anak sang maestro lagu banjar, Anang Ardiansyah, tak terima adanya cuitan (tanggapan), yang dinilai pencmeanan nama baik.

Dirinya tersinggung atas cuitan itu dan somasi Mukhlis Maman, tak lain salah satu seniman di banua ini.

Riswan Irfani, anak ketiga Alm Anang Ardiansyah, tinggal di Jalan Sadewa VI Bumi Pemurus Permai Kelurahan Pemurus Banjarmasin, telah layangkan somasi beberapa hari lalu.

“Namun hingga kini tak ada tanggapan. Rencananya somasi kedua akan saya kirim,  jika tak diindahkan maka akan melanjutkan ke Kepolisian,” kata Riswan kepada wartawan, Kamis (19/11) sore.

Sementara Mukhlis Maman dihubungi wartawan tentang itu hanya ucap No Comment.

Lebih lanjut Riswan Irfani saat itu didampingi Nasrullah, penulis buku ‘Abah Raja Ai’, atas semua telah menguasakan somasi ke pengacaranya, Syamsul Hadi SH dan telah berkonsultasi hukum.

“Iya somasi ke Mukhlis Maman tentang ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Dimana, salah satu dugaan ujaran kebencian dibuat pada Minggu (8/11) pada kolom jawaban dari respon seseorang. Dimana Mukhlis menjawab dalam Bahasa Banjar,” tambahnya.

Ia sebut salah satunya seperti ini. “Perlu duit inya itu, tapi bajual karya kuitan”.

“Ini saya menangkap konotasinya menyinggung perasaan,” tegasnya lagi.

Karena sebagai anak atau ahli waris Almarhum Anang Ardiansyah sebagai maestro lagu Banjar.

“Saya telah mencoba konfirmasi di FB yang bersangkutan menanyakan apa maksudnya dan minta pendapat.

Tapi malah satu hari kemudian di-block. Dengan sikap block ini tak ada niat untuk mengkonfirmasi atau beri konfirmasi atau permintaan maaf.

Baca Juga :   BUKA LELANG Jabatan Dua Kadis di Pemko Banjarmasin

Yah kami ke kuasa hukum untuk berdiskusi dan akhirnya dilakukan surat somasi,” ujarnya lagi.

Surat somasi dilakukan terhitung sejak 12 November dan hingga kini 7 hari somasi tak ada respons.”Kita layangkan somasi sekali lagi,” ujarnya.

Ditanya jika tak dihiraukan. Riswan mengatakan akan laporan ke Unit Siber Dit Reskrimsus Polda Kalsel, karena ini menyangkut UU ITE

Sementara Nasrullah, yang sama-sama satu project dalam kegiatan dengan Riswan Irfani mengatakan, memang kalau menyebutkan menjual karya ‘kuitan’ (orang tua,red), ini sudah keterlaluan.

“Kami sudah ibarat kata sudah berdarah-darah untuk mengangkat karya Anang Ardiansyah, baik soal buku, lagu dan laijnya, malah tanggapan negatif,” ujar Nasrullah, yang juga salah satu Dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Diketahui, nama maestro lagu banjar Anang Ardiansyah, hingga kini masih melekat di benak dan tak sedikit tembang emas berbahasa banjar dilantunkan seniman bahari hingga remaja milenial masa kini.

Kirpah perjalanan semasa hidupnya, kini sudah dituangkan dalam bentuk biografi karya dua penulis banua, yakni Riswan Irfani yang tak lain salah satu anak sang maestro dan seorang penulis aktif Nasrullah yang bukunya diberi judul ‘Abah Raja Ai’

Biografi kisah selama hidupnya yang berkiprah mencipta lagu diabadikan menjadi sejarah dalam bentuk buku.

Sedikitnya ada 123 karya lagu yang terabadikan dalam karya tulis yang tahap pertama ini dicetak sebanyak 300 eksemplar. (ZI)

 

 

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba
PWI KALSEL Dorong Puluhan Media Bisa Terverifikasi Dewan Pers Tahun Ini
MTQ ke-37 Batola. Jadikan Masyarakat dan Pemerintah yang Agamis
PERLINDUNGAN HUKUM bagi Media Profesional, Begini Penegasaan Dewan Pers
MENTERI P2MI Mukhtarudin Besok Resmikan Migran Center ULM, Kuliah Umum dan MoU
JEMAAH HAJI Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin Tiba
BEKANTAN Pulau Curiak Lahirkan Anak Kembar
BERGEMA SENI BUDAYA Dilantunkan Ratusan Peserta di Banjarbaru, Kapolda Kalsel : Ini Komitmen Nyata Polri Menjaga Kearifan Lokal

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:16

PT BANGUN BANUA Kalsel Apresiasi Tranformasi Bank Kalsel Menjadi Bank Devisa

Senin, 22 Juni 2026 - 19:14

RESMI LAUNCHING, Gubenur Muhidin Ajak Masyarakat Transaksi Devisa di Bank Kalsel

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12

BANK KALSEL Resmi Jadi Bank Devisa, Siap Layani Transaksi Internasional

Senin, 22 Juni 2026 - 19:09

OJK Ingatkan Status Bank Devisa Jadi Tantangan Penguatan Manajemen Risiko

Senin, 22 Juni 2026 - 19:07

GUBERNUR Muhidin Jadi Nasabah Perdana, Bank Kalsel Resmi Sandang Status Bank Devisa

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10

DIBEDAH Bapperida Balangan Indikator Makro Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:06

DIPERSIAPKAN Pemkab Balangan Skema Nonton Bareng Piala Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:00

DIPAPARKAN Gubernur Muhidin di Hadapan Kemenhut, Menkopolkam dan Lembaga Terkait Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

Wamenham Mugiyanto saat diwawancara awak media usai Uji Publik RUU HAM di Samarinda, Senin (22/6/2026) malam. (Foto: Antara/A Rifandi)

Hukum

REVISI UU HAM Jamin Perlindungan Aktivis

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:46

Jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Banjarmasin asal Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru tahun 1447 H / 2026 M saat mengikuti acara penyambutan di asrama haji di Kota Banjarbaru setelah tiba di tanah air, Senin (22/6/2026). (Foto: PPIH Debarkasi Banjarmasin)

Kalsel

JEMAAH HAJI Kloter 13 Asal Tanah Bumbu-Kotabaru Tiba

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:37

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. (Foto: Anadolu Agency)

Internasional

KEIR STARMER Mundur jadi PM Inggris

Selasa, 23 Jun 2026 - 00:31

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca