Suarindonesia – Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional atau Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (SP4N Lapor) makin populer.
Gencar melakukan sosialisasi terhadap aplikasi ini kepada warga, SP4N Lapor juga tak hanya mendapatkan keluhan seputar pembangunan Kota Banjarmasin, SP4N Lapor ternyata mendapatkan masukan dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Kasubbag Pengelolaan dan Pengaduan Humpro Pemko Banjarmasin Novri Gitayanti mengakui, Aplikasi Lapor yang mulai diterapkan pada 2016 tadi masih menerima keluhan paling banyak soal.infrastruktur yang masuk dalam aduan PUPR.
“Seperti aduan jalan berlubang, jembatan rusak menjadi aduan tertinggi yang masuk dalam sosialisasi SP4N Lapor bahkan melalui aplikasnya,” ujar Novri, Kamis (21/3)

Ada juga keluhan soal lain. Seperti yang ditujukan untuk Dishub yakni masalah parkir dan rekayasa lalulintas. “Rekayasa lalulintas juga banyak dikeluhkan. Bahkan ada juga mahasiswa dan pelajar yang meminta jembatan penyeberangan,” jelasnya.
Ia mengatakan, aduan lainnya terkait sosial kemasyarakatan seperti kegiatan di taman kamboja seperti tindak asusila, anak-anak ngelem dan ini juga susah ditindaklanjuti oleh Satpol PP. Ada juga aduan terkait sampah, perbaikan drainase, sampah yang mengganggu kenyamanan warga.
Sementara, aduan yang masuk tersebut lagsung ditindaklanjuti tim SP4N Lapor di mana satu hari aduan masuk langsung diteruskan ke dinas terkait. SOP yang diterapkan yakni aduan yang masuk diverifikasi 1 hari, dan tindaklanjuti 2 hari.
“Semua aduan yang masuk sudah direspon dan ditindaklanjuti SKPD yang berwenag tidak lebih 5 hari,” demikian Novri. (SU)
Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















