SIKLUS Unik Bunga Rafflesia Pricei

- Penulis

Selasa, 25 November 2025 - 22:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Rafflesia Pricei yang ditemukan mekar di Taman Nasional Kayan Mentarang, Nunukan, Kaltara. (Foto: Istimewa)

Rafflesia Pricei yang ditemukan mekar di Taman Nasional Kayan Mentarang, Nunukan, Kaltara. (Foto: Istimewa)

SuarIndonesiaRafflesia Pricei yang saat ini tumbuh di Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki siklus hidup yang unik. Bunga langka ini hanya memiliki waktu singkat untuk mekar, lalu perlahan menghitam hingga membusuk sebagai fase akhir kehidupannya.

Kepala SPTN Wilayah I TNKM, Hery Gunawan, menjelaskan perubahan warna menjadi hitam adalah proses alami yang menandai fase layu. Setelah mahkota mekar sempurna, bunga akan kehilangan warna merah segarnya dan berangsur menghitam dalam hitungan hari.

“Proses itu dinamai fase layu dan pembusukan. Itu memang akhir dari hidup semua jenis bunga rafflesia,” kata Hery mengutip detikKalimantan, Selasa (25/11/2025).

Hery mengatakan masa mekar rafflesia pricei sangat singkat, dan paling lama bertahan sekitar satu minggu sebelum memasuki fase pembusukan. Pada beberapa kasus, proses menghitam berlangsung lebih lama hingga seminggu penuh.

“Bunga rafflesia ini mekar itu tidak lebih dari satu minggu ya. Kadang yang kita jumpai tiga sampai empat hari dia sudah layu,” terangnya.

Rafflesia pricei, lanjut Hery, merupakan tumbuhan parasit obligat yang tidak memiliki akar, batang, maupun daun. Tanaman ini sepenuhnya mengandalkan nutrisi dari inang berupa akar tetrastigma yang berada di lantai hutan. Karena pola hidupnya itu, perkembangan bunga sering disamakan dengan jamur, muncul dari dalam tanah dan tumbuh menempel pada akar pohon.

“Jadi pola hidupnya dia menyerap nutrisi dari tanaman inangnya, yang akar-akaran itu, biasanya di lantai hutan. (Seperti jamur) ya, kurang lebih perkembangannya seperti jamur. Dia hidup menempel pada akar-akar batang pohon di dalam hutan,” jelasnya.

Selain itu, proses perubahan warnanya pun sangat menarik. Sebelum sepenuhnya menghitam, bunga rafflesia akan berubah warna dari merah cerah menjadi sedikit kuning atau kusam, kemudian berangsur-angsur menjadi hitam seiring dengan proses layu dan membusuk.

Baca Juga :   FILM 'The Lost Forest' Menang Sayembara Maxstream

“Secara singkat, menghitamnya bunga rafflesia adalah tanda bahwa masa hidupnya sebagai bunga telah berakhir dan proses dekomposisi biologisnya (proses penguraian) sedang berlangsung,” tutur Hery.

TNKM disebut sebagai salah satu lokasi dengan temuan Rafflesia pricei terbanyak. Hery mengungkapkan dalam satu hamparan pemantauan, petugas pernah mendapati hingga delapan kuntum dalam berbagai fase.

“Itu mulai dari kuncup (knop), menjelang mekar, hingga yang sudah membuka,” katanya.

Puncak kemunculan bunga biasanya terjadi pada bulan Agustus. Meski faktor cuaca membuat waktu mekarnya tidak selalu sama setiap tahun.

“Rata-rata kita jumpai di bulan Agustus, tapi kadang saat dicek lagi belum mekar karena perubahan cuaca,” tambahnya.

Hery menyebut dibanding jenis rafflesia lain, rafflesia pricei adalah yang paling mudah ditemukan di kawasan TN Kayan Mentarang. Berkat kondisi habitat yang sesuai dan populasi yang relatif stabil.

Diberitakan sebelumnya, keberadaan rafflesia pricei di kawasan TNKM, menjadi fenomena unik yang tidak ditemukan di tempat lain. Saat spesies rafflesia umumnya sulit dijumpai, bunga ini justru tumbuh subur di sejumlah titik di Krayan.

Di Desa Pa’ Kidang, Kecamatan Krayan Barat, kemunculannya bahkan berada tak jauh dari permukiman warga. Cerita lalu dari masyarakat, rafflesia pricei ternyata pernah diperlakukan jauh dari statusnya sebagai tumbuhan langka. Bunga raksasa ini sempat dimanfaatkan warga sebagai pakan anjing saat berada di hutan.

“Sebelum mengetahui bahwa rafflesia merupakan tumbuhan langka dan dilindungi, masyarakat memanfaatkan bunga fafflesia untuk pakan anjing ketika di dalam hutan. Namun, dengan pengetahuan sekarang mereka ikut serta dalam menjaga dan melestarikan rafflesia,” ujar Hery melalui keterangannya, Senin (24/11/2025). (*/ut)

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

WFA Pemprov Kaltara Hemat Listrik-Air Rp230 Juta Sebulan
MOTIF MUTILASI Gegara Dituduh Selingkuh, Pelaku Suami Siri dan Rekannya
POTENSI EL NINO “Godzilla” Mengintai, Waspada Karhutla di Kalimantan
KEMENTERIAN PU Kerahkan 1.461 Alat Berat Tangani Infrastruktur Jalan, di Kalimantan Disiapkan 233 Unit DRU
TERCATAT Ada 56.904 Penumpang Mudik Lebaran Tahun 2026, Telah Diantisipasi Pelindo Sub Regional Kalimantan
PEMPROV Kaltara: Kratom Hanya Boleh Diekspor
PESISIR Kalsel-Kaltara Berpotensi Banjir pada 12-27 Maret 2026
JENAZAH Pilot Pesawat Pelita Air Service Diterbangkan ke Jakarta

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 22:27

SEORANG PEMUDA Warga AKT Banjarmasin Tewas Ditikam Sepulang dari Lokasi Memancing Ikan

Rabu, 1 April 2026 - 22:04

DIGEREBEK Tambang Emas Ilegal di Tahura Sultan Adam, Situasi Sempat Tegang

Rabu, 1 April 2026 - 21:50

RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Rabu, 1 April 2026 - 21:23

TIGA PRAJURIT TNI Gugur, Israel Bantah Serang Pasukan PBB di Lebanon

Rabu, 1 April 2026 - 20:31

HARGA MIGAS di Eropa Naik hingga 70 Persen Imbas Konflik Timur Tengah

Rabu, 1 April 2026 - 15:34

RANTIS TAMBORA jadi Sorotan Kapolda Kalsel

Rabu, 1 April 2026 - 15:23

SERAHKAN 1.774 Usul Masyarakat untuk RKPD 2027

Rabu, 1 April 2026 - 01:25

SEORANG PELAJAR Ditemukan Mengapung di Sungai Martapura, Kawasan Kampung Hijau

Berita Terbaru

Itamar Ben-Gvir (tengah), Menteri Keamanan Nasional Israel dan para anggota parlemen merayakan setelah parlemen Israel mengesahkan undang-undang yang menyetujui hukuman mati bagi warga Palestina yang terbukti membunuh warga Israel, di Knesset, Yerusalem, Senin (30/3/2026). (AP Photo/Itay Cohen)

Internasional

RI KECAM UU Israel Vonis Mati bagi Tahanan Palestina

Rabu, 1 Apr 2026 - 21:50

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca