SHOJI Dibayar Buat Enggak Ngapa-ngapain! Dijuluki ‘Gigolo Jenis Baru’

- Penulis

Rabu, 31 Januari 2024 - 01:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Shoji Morimoto. [Foto: @Shoji Morimoto]

Shoji Morimoto. [Foto: @Shoji Morimoto]

SuarIndonesia — Shoji Morimoto, pria asal Jepang jadi viral karena pekerjaan yang tidak biasa. Berbekal gelar S2, Shoji malah memilih untuk tidak melakukan apa-apa. Meski tidak mengerjakan hal yang dianggap penting, Shoji bisa dibilang sukses karena dibayar cukup mahal dan bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Mendapat cukup banyak uang beberapa tahun, kini ia hanya menjalani usahanya untuk senang-senang.

Shoji Morimoto adalah seorang pria 40 tahun asal Tokyo yang membangun kariernya dengan tidak melakukan apa-apa. Bukan menganggur, Shoji menyewakan jasanya hanya untuk menemani karena itu dianggap bukan pekerjaan bagi kebanyakan orang. Sejak membuka bisnis itu pada 2018, ia sudah disewa lebih dari 4.000 kali.

Shoji Morimoto menemani klien dan sekadar menjadi pendamping. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]
Dikutip dari wolipop, awalnya pria tersebut menyewakan dirinya kepada orang-orang yang membutuhkan untuk melakukan hal-hal sederhana, seperti mendengarkan cerita, melihat bunga sakura mekar bersama, atau hanya sekadar ada di tempat. Selain dibayar, orang yang menyewa pun umumnya akan diminta untuk membiayai transportasi, makanan, atau minuman jika ada.

Tapi belakangan, permintaan kliennya jadi lebih beragam. Dalam memoarnya ‘Rental Person Who Does Nothing, ia suatu kali diminta seorang wanita menontonnya mencari suami di aplikasi kencan. Shoji juga pernah menemani seseorang mengajukan surat cerai, melakukan salam perpisahan di stasiun kereta hingga menunggu seorang klien menyelesaikan lari maraton di garis akhir.

“Hal-hal itu seperti menonton televisi Banyak orang merasa televisi itu membosankan tapi aku menyukainya. ‘Rental tidak melakukan apa-apa’ memberi hiburan pasif bakan dalam kasus ini adalah orang yang memberi jasa bukan pengguna,” tulis Shoji dalam buku.

Shoji Morimoto berpose di persimpangan Shibuya di Tokyo, Jepang 31 Agustus 2022. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]
Sebenarnya awalnya Shoji membuka jasa ini secara gratis kecuali untuk biaya transportasi dan makanan. Tapi kebanyakan orang yang menyewanya bersikeras memberikan uang yang dulu diterimanya dengan berat hati. Belakangan ia pun mulai menerimanya dengan terbuka karena sudah terbiasa. Shoji biasanya meminta bayaran dari klien 10.000 yen atau Rp 1 jutaan.

Shoji pun umumnya menerima pekerjaan apapun tapi tetap punya batasan. Ia tidak mau mengambil tugas yang melibatkan kegiatan seksual. Shoji pun pernah menolak beberapa tawaran, seperti memindahkan kulkas, bepergian ke Kamboja, dan menonton konser musik pop karena tidak tahu musik.

Shoji Morimoto, dibayar untuk tidak melakukan apapun. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]
Meski semakin banyak klien, pekerjaan Shoji juga menuai kritikan. Beberapa bahkan menjulukinya sebagai gigolo jenis baru atau pengemis jenis baru. Tapi ayah satu anak itu sendiri mengaku tidak tersinggung.

“Aku pikir menjadi gigolo atau pengemis adalah hal yang berpotensi terlibat dengan orang-orang dan kata ‘baru’ terdengar bagus jadi aku merasa positif dengan komentar-komentar itu,” kata Shoji.

Shoji juga mengaku jika ia hanya menjalankan profesi rental orang ini untuk bersenang-senang saja. “Sekarang ini, aku hidup dari tabunganku. Apa yang aku lakukan bukan sebuah bisnis. Mungkin lebih baik menganggap sebagai sesuatu yang aku lakukan untuk bersenang-senang,” tulisnya di X/Twitter. [*/UT]

Komentar Facebook

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

PERBEDAAN Keracunan dan Alergi Makanan
ICT: Mekanisme Akumulasi Kuota Internet Harus Dibuat Sederhana
WASPADAI Risiko ISPA Selama Musim Kemarau
ATURAN Penggunaan B50 Mulai Diterapkan, Apa Efeknya pada Kendaraan?
KEMKOMDIGI Siapkan AI dalam Digitalisasi Bansos
ARWANA RED BANJAR ‘Si Mata Juling’ yang Harganya Terjangkau
DUKUNG WFH, Kemkomdigi Kawal Infrastruktur Digital Andal
YOUTUBE Hadirkan Fitur Perlindungan Anak untuk Dukung PP Tunas

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:43

KEJARI Seruyan Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13,8 M Diskan

Kamis, 17 September 2026 - 21:50

SABU Tiga Kilogram dari Kalteng Gagal Masuk Banjarmasin

Kamis, 17 September 2026 - 21:42

PERAIRAN KALTENG: Waspada! Angin Kencang-Gelombang Tinggi

Kamis, 17 September 2026 - 21:32

KARHUTLA Kalteng: 28 Orang Jadi Tersangka

Rabu, 16 September 2026 - 21:17

AKIBAT Karhutla, ISPU Kapuas Tembus 722

Rabu, 16 September 2026 - 21:11

PESAN TERAKHIR Pasutri Samuda, Kasih Tahu saat Kapal Virgo Mulai Miring

Rabu, 16 September 2026 - 20:53

KABUT ASAP Palangka Raya Paksa Sekolah Kembali PJJ

Selasa, 15 September 2026 - 21:02

KARHUTLA Kalteng Capai 9.440 Ha, Status Darurat Hingga Akhir September

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari Suar Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca